Strategi Pergeseran Satuan Kecabangan Perbekalan dan Angkutan (Bekang) TNI AD Dalam Rangka Penugasan Pengamanan Daerah Rawan Maluku

Authors

  • Hatorangan Efendy Situmeang Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Sunarko Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Rudi Lazuardi Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8955

Keywords:

Strategi Pergeseran Satuan, Kecabangan Bekang TNI AD, Dukungan Logistik dan Pengamanan Daerah Rawan Maluku

Abstract

Satuan Kecabangan Pembekalan dan Angkutan (Bekang) TNI Angkatan Darat dalam mendukung penugasan pengamanan daerah rawan di Provinsi Maluku menghadapi kompleksitas tantangan mobilitas dan dukungan logistik. Karakteristik wilayah daerah kepulauan yang luas, terfragmentasi, dan memiliki tingkat kerawanan keamanan yang fluktuatif di Maluku, menuntut adanya strategi pergeseran satuan Bekang yang mampu menjamin ketepatan waktu, efektivitas distribusi logistik, serta keberlangsungan dukungan operasi pengamanan. Namun demikian, keterbatasan sarana transportasi laut dan udara, kondisi infrastruktur yang belum merata, serta kendala koordinasi lintas sektor menyebabkan proses pergeseran satuan Bekang sering menghadapi hambatan yang berdampak pada efektivitas pelaksanaan tugas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola kerawanan keamanan dan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitas pergeseran satuan Kecabangan Bekang TNI AD, serta merumuskan strategi pergeseran yang efektif, efisien, dan adaptif mendukung penugasan pengamanan daerah rawan. Metode kualitatif dengan desain studi kasus dan data-data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pergeseran satuan Kecabangan Bekang TNI AD dalam mendukung pengamanan daerah rawan Maluku dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu 1) koordinasi antarlembaga yang belum optimal; 2) keterbatasan rantai pasok logistik; 3) minimnya infrastruktur pendukung; 4) belum terintegrasinya kerja sama sipil-militer secara berkelanjutan, serta 5) dinamika sosial budaya masyarakat setempat. Maka, strategi pergeseran satuan Bekang yang efektif dan adaptif melalui penerapan Model Pergeseran Gabungan, yaitu dengan memanfaatkan intelijen sebagai dasar pengambilan keputusan, membangun pangkalan aju logistik di pulau-pulau strategis, serta menerapkan sistem rotasi dan distribusi logistik berdasarkan analisis risiko yang terus diperbarui. Implementasi strategi ini memerlukan dukungan alutsista transportasi yang memadai, penguatan infrastruktur logistik modern, dan sistem informasi terintegrasi guna mewujudkan kesiapan operasional satuan Kecabangan Bekang TNI AD yang lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan strategis di wilayah kepulauan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Qurtuby, S. (2012). Religious landscapes and segregation in Ambon City, Maluku. Journal of East Asian Studies, 12(3), 435–463.

Andaya, L. Y. (1993). The world of Maluku: Eastern Indonesia in the early modern period. University of Hawaii Press.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. (2020). Strategi penanggulangan terorisme nasional 2020–2024. BNPT.

Badan Pemeriksa Keuangan. (2021). Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Kementerian Pertahanan Tahun 2020. BPK RI.

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. (2023). Provinsi Maluku dalam angka 2023. BPS Provinsi Maluku.

Christopher, M. (2016). Logistics and supply chain management (5th ed.). Pearson Education.

Christopher, M., & Peck, H. (2004). Logistics and supply chain management: Strategies for reducing cost and improving service. Financial Times Prentice Hall.

Clausewitz, C. von. (1976). On war (M. Howard & P. Paret, Eds. & Trans.). Princeton University Press. (Original work published 1832).

Departemen Pertahanan Republik Indonesia. (2015). Buku putih pertahanan Indonesia. Kementerian Pertahanan RI.

Department of Defense. (2013). Defense logistics management standards. Assistant Secretary of Defense for Logistics and Materiel Readiness.

Dunn, W. N. (2013). Pengantar analisis kebijakan publik. Gadjah Mada University Press.

Effendi, S. (2019). Manajemen strategis sektor publik. Rajawali Pers.

Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2017). Operations management: Sustainability and supply chain management (12th ed.). Pearson Education.

Hidayat, K. (2020). Psikologi pertahanan: Membangun karakter dan mentalitas bangsa. Unhan Press.

Jati, I. (2015). Strategi pertahanan kepulauan: Tantangan geografis dan mobilitas kekuatan TNI. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 5(3).

Joint Chiefs of Staff. (2023). Joint publication (JP) 3-35: Deployment and redeployment operations. U.S. Department of Defense.

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia. (2019). Pemanfaatan wilayah kelautan dan tantangan keamanan di kawasan Timur Indonesia. Lemhannas RI.

Lykke, A. F. (1989). Defining military strategy. Military Review, 69(5), 2–8.

Lykke, A. F. (1997). Toward an understanding of military strategy. In J. R. Cerami & J. F. Holcomb Jr. (Eds.), U.S. Army War College guide to strategy. Strategic Studies Institute.

Markas Besar Angkatan Darat. (2020). Doktrin TNI Angkatan Darat Kartika Eka Paksi (Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/555/VI/2018). Mabesad.

Muthahhari, A. (2021). Pendekatan teritorial TNI AD dalam menangani konflik sosial di wilayah perbatasan. Jurnal Ilmu Pertahanan, 7(2), 115–130.

Nugroho, R. (2014). Public policy: Dinamika kebijakan, analisis kebijakan, manajemen kebijakan. Elex Media Komputindo.

Peraturan Daerah Provinsi Maluku Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku Tahun 2013–2033.

Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Strategi Pertahanan Negara.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2020–2024.

Pramono, B. (2019). Fleksibilitas penempatan pasukan dalam menghadapi ancaman asimetris. Jurnal Strategi Pertahanan Nasional, 5(2), 99–115.

Pusat Sejarah TNI. (2020). Sejarah Kodam XVI/Pattimura. Pusjarah TNI.

Rahakbauw, N. (2020). Tantangan peningkatan kapabilitas pertahanan Indonesia di wilayah kepulauan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(2), 115–128.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Soenarko, A. (2018). Peran strategi pertahanan dalam menjaga keutuhan NKRI. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 8(1), 55–70.

Suharyo, D. (2022). Strategi operasi militer TNI AD di wilayah Timur Indonesia. CV Cipta Mandiri.

Suryosubroto, B. (2017). Ilmu strategi militer: Teori dan aplikasi. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Taufiq, M. (2019). Peran TNI dalam penanganan konflik komunal di Maluku. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 9(2), 45–62.

Van Creveld, M. (1977). Supplying war: Logistics from Wallenstein to Patton. Cambridge University Press.

Van Klinken, G. (2007). Communal violence and democratization in Indonesia: Small town wars. Routledge.

Widodo, S. (2020). Strategi penempatan pasukan TNI dalam menghadapi konflik horizontal di Maluku. Jurnal Kajian Keamanan Nasional, 4(1), 25–38.

Yani, A. (2023). Konflik sosial dan strategi keamanan wilayah di Indonesia Timur. Penerbit Amanah.

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Hatorangan Efendy Situmeang, Sunarko, & Rudi Lazuardi. (2026). Strategi Pergeseran Satuan Kecabangan Perbekalan dan Angkutan (Bekang) TNI AD Dalam Rangka Penugasan Pengamanan Daerah Rawan Maluku. Journal of Law, Education and Business, 4(2), 1076–1089. https://doi.org/10.57235/jleb.v4i2.8955

Citation Check