(2) Lidia Yuli Yanti Sinaga
(3) Fatma Tresno Ingtyas
(4) Laurena Ginting
*corresponding author
AbstractPenelitian ini membahas dialektika antara tradisi dan inovasi dalam pengolahan ikan mas arsik sebagai kuliner warisan Batak Toba. Arsik memiliki nilai simbolik sebagai lambang doa dan restu dalam upacara adat. Metode yang digunakan ialah kajian literatur terhadap lima belas penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa arsik merepresentasikan identitas budaya Batak Toba yang sarat makna sosial dan spiritual, namun kini menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan gaya hidup. Inovasi diperlukan agar tradisi tetap hidup, misalnya melalui kemasan modern, promosi digital, dan wisata gastronomi. Kesimpulannya, tradisi dan inovasi harus berjalan seimbang agar arsik tetap menjadi simbol identitas Batak Toba yang lestari di era global. KeywordsDialektika, Tradisi-Inovasi, Kuliner, Warisan Budaya, Batak Toba, Ikan Mas Arsik
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/motekar.v3i2.7358 |
Article metrics10.57235/motekar.v3i2.7358 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Cristy, S. N., Chunliu, L., & Mulyadi. (2024). Analisis semantik makanan tradisional Batak Toba menggunakan teori Metabahasa Semantik Alami (MSA). [Artikel penelitian].
Cristy, S. N., Chunliu, L., & Mulyadi. (2024). Kategorisasi dan makna makanan tradisional Batak Toba berdasarkan teori Metabahasa Semantik Alami (MSA). [Artikel penelitian].
Cristy, S. N., dkk. (2024). Analisis semantis makanan tradisional Batak Toba dalam dua kategori: makanan upacara dan sehari-hari. [Artikel penelitian].
Cristy, S. N., dkk. (2024). Perbedaan semantis antar makanan tradisional Batak Toba (misal: dekke arsik, dekke naniura, itak gurgur, lapet, sasagun). [Artikel penelitian].
Cristy, S. N., dkk. (2024). Batak Toba memiliki nilai semantik dan budaya berbeda berdasarkan konteks penggunaannya. [Artikel penelitian].
Hadawiyah, A. (2024). Makna budaya dalam makanan Arsik Ikan Mas: Kajian semiotika kuliner lokal masyarakat Batak Toba. [Artikel penelitian].
Hasibuan, I. L., & Gea, I. (2023). Pengenalan kuliner tradisional Batak Dali ni Horbo (keju Batak) dan potensinya dalam meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. [Artikel penelitian].
Munthe, I. Y., & Azmi, C. (2023). Ikan mas arsik sebagai makanan upacara adat dan identitas budaya Suku Batak Toba. [Artikel penelitian].
Nurhasanah, Y. (2024). Ekolinguistik kuliner makanan khas Batak Toba. [Artikel penelitian].
Rakhman, C. U., dkk. (2024). Utilization of Lake Toba culinary identity for gastronomic tourism development. [Artikel penelitian].
Sinulingga, J., Tambunan, A. R., & Siregar, E. S. (2024). Kajian semiotika pada kuliner adat dalam prosesi pernikahan adat etnik Toba. [Artikel penelitian].
Sitepu, M. R. (2024). Inovasi kuliner lokal dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan di Desa Pardinggaran, Kabupaten Toba. [Artikel penelitian].
Syahrul, & Sumardi. (2019). Pengaruh wisata kuliner berbasis makanan tradisional Batak terhadap minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Toba Samosir. [Artikel penelitian].
Tambunan, P. (2021). Keunikan dan potensi bisnis kuliner tradisional Dekke Naniura Suku Batak Toba. [Artikel penelitian].
Wachidah, L. R., Subandiyah, H., Indarti, T., Ahmadi, A., & Yohanes, B. (2025). Identitas kolektif dalam cerita rakyat bertema kuliner ASEAN: Kajian gastronomi sastra. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 307–326.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Elsada Filla Delvia Simarmata, Lidia Yuli Yanti Sinaga, Fatma Tresno Ingtyas, Laurena Ginting

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.












.png)
.png)






Download