Bagaimanakah Mempertahankan Identitas Nasional di Era Globalisasi Saat Ini dan Akan Datang? (Study Kasus di Kelurahan Nelayan Indah, Jl. Chaidir Lingkungan VII Kecamatan Medan Labuhan, Kota Madya Medan)
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i1.6608Keywords:
Identitas Nasional, Globalisasi, Kesadaran Nasional, Media Sosial, Pendidikan KewarganegaraanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesadaran masyarakat dalam menjaga identitas nasional di tengah tantangan globalisasi, dengan fokus pada masyarakat Kelurahan Nelayan Indah, Kota Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang dipilih secara sengaja (purposive). Alat ukur dalam penelitian ini terdiri dari 19 pertanyaan yang dikelompokkan ke dalam empat aspek, yaitu kesadaran nasional, teknologi dan media, pendidikan, serta lingkungan keluarga dan sosial. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kesadaran nasional masyarakat sangat tinggi, dengan nilai rata-rata 4,6 dari skala maksimal 5. Uji t menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara aspek kesadaran nasional dan penggunaan teknologi/media (p < 0,001), namun tidak terdapat perbedaan nyata antara kesadaran nasional dengan aspek pendidikan dan sosial (p > 0,05). Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan, peran keluarga, dan komunitas sosial memiliki pengaruh besar dalam menjaga identitas nasional, sementara media digital menjadi tantangan tersendiri yang perlu dihadapi melalui peningkatan literasi kebangsaan.
Downloads
References
Aisyah Rahma Br Saragih, & Siregar, H. (2024). Adaptasi masyarakat dalam menghadapi banjir rob di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan. ResearchGate.
Dewi Smara, C. (2021). Galeri Nasional Indonesia (GNI) Dalam Pembentukan Identitas Nasional: Kajian Tentang Pameran Seni Rupa Nusantara, Di
Fauzan, R. (2020, November). Penulisan Sejarah Lokal Indonesia (Wacana Magis-Religio Hingga Pendekatan Multidimensional). In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP (Vol. 3, No. 1, pp. 367-375).
GNI, Jakarta, Tahun 2001-2017 (Doctoral dissertation, Universitas Indonesia)
Kartono, A., Zubaedi, & Gani, A. (2023). Krisis identitas di kota industri: Sebuah pendekatan grounded theory. Jurnal Society, 11(1), 12–25.
Maria Ulpah. (2024). Tantangan mempertahankan identitas nasional di era globalisasi. Jurnal Ilmiah Sultan Adam, 7(1), 41–50.
Rahayu, A. S. (2017). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Bumi Aksara.
ResearchGate. (2024). Tantangan dalam mempertahankan identitas nasional di era globalisasi.
ResearchGate. (2024). Urgensi penguatan identitas nasional dalam menghadapi Society 5.0 di era globalisasi.
Saraswati, D., & Toni, R. (2023). Budaya maritim sebagai benteng identitas nasional dalam menghadapi globalisasi. Jurnal KIP, 8(2), 78–85.
Saraswati, L. G., & Manalu, A. G. B. (2023). Rekognisi keragaman budaya dan multikulturalisme Bhineka Tunggal Ika. Krtha Bhayangkara, 17(2), 273296.
Unimed. (2024). Pengaruh globalisasi terhadap identitas budaya lokal di Indonesia. Jurnal Ilmiah Komunikasi Nusantara, 6(1), 90–100.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















