Analisis Yuridis Terkait Penyelewengan Wewenang oleh Hakim Konstitusi Pada Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 Studi Kasus: Ketentuan Syarat Usia Capres-Cawapres
Keywords:
Penyelewengan Wewenang, Hakim Konstitusi, Kode EtikAbstract
Penelitian ini mengkaji secara mendalam aspek yuridis terkait dugaan penyelewengan wewenang yang dilakukan oleh hakim konstitusi dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023, yang membahas ketentuan syarat usia calon presiden dan wakil presiden. Dengan menerapkan pendekatan yuridis normatif yang mengintegrasikan analisis terhadap peraturan perundang-undangan, serta kode etik hakim konstitusi, penelitian ini mengidentifikasi sejumlah permasalahan kritis. Pertama, mengenai mengapa implementasi sanksi berat kepada Hakim MK tidak diterapkan secara keseluruhan sesuai dengan pasal 19 ayat 4 huruf c dan d Peraturan Bersama Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Komisi Yudisial Republik Indonesia Nomor 02/PB/MA/IX/2012 tentang panduan penegakan kode etik dan pedoman perilaku hakim, kemudian mekanisme kepastian hukum secara normatif bagi hakim-hakim lainnya yang bertugas di lingkungan Mahkamah Konstitusi dalam upaya mencegah terjadinya pelanggaran kode etik yang serupa. Hasil penelitian menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat dan mekanisme penegakan kode etik yang efektif untuk menjaga independensi dan integritas Mahkamah Konstitusi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
References
Aldi, N. (2023). Ahli Hukum Nommensen Nilai Anwar Usman Harusnya Di-PTDH dari Hakim MK. Sumatera Utara: detiksumut.
Argawati, U. (2023, November 29). Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Diambil kembali dari mkri.id: https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=19824&menu=2
Argawati, U. (2024, April 22). Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Diambil kembali dari mkri.id: https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=20216
AT. (t.thn.). MK meyambut Anwar Usman sebagai Hakim Konstitusi yang baru. Mahkamah Agung Republik Indonesia. Diambil kembali dari mahkamahagung.go.id: https://bldk.mahkamahagung.go.id/id/sekretariat-id/dok-keg-sekretariat-id/344-mk-menyambut-anwar-usman-sebagai-hakim-konstitusi.html
Indonesia, M. K. (2006). Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi Republik Indonesia (Sapta Karsa Hutama). Indonesia: Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Indonesia, P. Y. (2023). Anwar Usman Terbukti Melakukan Pelanggaran Etik Berat Seharusnya Diberhentikan Dari Hakim Mahkamah Konstitusi. Jakarta: LBH Jakarta.
Mochtar, Z. A. (2023, October 23). Pandangan Pakar UGM Terkait Putusan MK Soal Batas Usia Capres-Cawapres. (Tasya, Pewawancara)
Munawaroh, N. (2023, October 19). Hukum Online. Diambil kembali dari hukumonline.com:https://www.hukumonline.com/klinik/a/pengecualian-batas-usia-capres-dan-cawapres-ini-alasan-mk-lt65311a4618f88/
Pujianti, S. (2023, August 29). Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Diambil kembali dari mkri.id: https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=19469&menu=2
Pujianti, S. (2023, November 7). Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Diambil kembali dari mkri.id: https://www.mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=19751&menu=2
Safa'at, M. A. (2023, October 20). Guru Besar Hukum Tata Negara FH UB Jelaskan Kejanggalan Putusan Mahkamah Konstitusi Soal Batas Usia Capres/Cawapres. (E. B. Setiawan, Pewawancara)
Saputra, A. (2022, June 21). detiknews. Diambil kembali dari news.detik.com: https://news.detik.com/berita/d-6138207/alasan-lengkap-anwar-usman-nilai-dirinya-tak-perlu-mundur-dari-ketua-mk
Vitorio Mantalean, I. R. (2023, August 10). Akhir Karier Hakim Dede Suryaman Setelah Dihampiri Uang Rp 300 Juta.
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Konstitusi, M. K. (2023). Putusan Nomor: 2/MKMK/L/11/2023. Indonesia.
(t.thn.).
Peraturan Bersama MA-KY No. 02/PB/MA/IX/2012.
Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 09/PMK/2006 Sapta Karsa Hutama.
UNDANG-UNDANG
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
UU No. 23 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.