Analisis Perubahan Operasional Bandar Udara Sebelum dan Setelah Penurunan Status Internasional (2019–2024) di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali

Authors

  • Christy Danawaka Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, Indonesia
  • Rahimudin Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/smash.v3i2.9142

Keywords:

Bandar Udara Adi Soemarmo, Perubahan Status, Optimalisasi Operasional

Abstract

Penurunan status bandar udara dari internasional menjadi domestik merupakan perubahan kebijakan yang berpotensi memengaruhi kegiatan operasional, jaringan penerbangan, pemanfaatan fasilitas, serta pelayanan di bandar udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penurunan status internasional menjadi domestik terhadap aspek operasional penerbangan airside dan landside di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali serta mengetahui upaya yang diterapkan pengelola untuk mengoptimalkan operasional setelah perubahan status tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan tiga informan yang terlibat dalam kegiatan operasional Bandar Udara Adi Soemarmo yaitu petugas Data Entry Officer & Aviobride Operator, Apron Movement Control Officer, dan Airport Operation & Services Coordinator. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan status internasional menjadi domestik tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional harian, baik pada sisi airside maupun landside. Aktivitas runway, taxiway, apron, parking stand, terminal, pelayanan penumpang, pemeriksaan keamanan, dan penanganan bagasi tetap berjalan sesuai kebutuhan penerbangan dan prosedur yang berlaku. Perubahan status juga tidak menyebabkan perubahan berarti terhadap kebutuhan, pembagian tugas, dan beban kerja SDM operasional. Namun, dalam perkembangan selanjutnya terdapat kecenderungan penurunan jumlah penerbangan serta pergerakan penumpang dan barang, sementara peluang pengembangan rute internasional menjadi lebih terbatas. Upaya optimalisasi yang dilakukan meliputi penyesuaian penggunaan fasilitas, pemeliharaan kesiapan terminal internasional, pengaturan parking stand berdasarkan jadwal penerbangan, audit dan evaluasi operasional, pemanfaatan kritik dan saran pengguna jasa, survei customer experience, serta penguatan kerja sama dengan maskapai, ground handling, AirNav, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Pengembangan rute internasional melalui kegiatan market selling juga menjadi bagian dari strategi pengelola. Upaya tersebut semakin relevan dengan kembalinya status Bandar Udara Adi Soemarmo menjadi internasional, sehingga kesiapan fasilitas dan kerja sama stakeholder dapat mendukung pengembangan konektivitas penerbangan internasional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifai, A. M., & Ramadhan, F. (2026). Analysis of passenger terminal space utilization at Yogyakarta International Airport and its correlation with maintenance load. Sainstech: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi, 36(1), 57–65.

Budd, L., & Ison, S. (2017). Air transport management: An international perspective. Routledge.

De Frizzi, D. (2025). Analisis petugas Terminal Service Officer dalam inspeksi fasilitas penumpang di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali [Skripsi, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta].

Graham, A. (2018). Managing airports: An international perspective (5th ed.). Routledge.

Halpern, N., & Graham, A. (2015). Airport route development: A survey of current practice. Tourism Management, 46, 213–221. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2014.06.011

Hutomo, S. (2025). Manajemen bandar udara modern. PT Angkasa Pura.

International Air Transport Association. (2020). Air passenger market analysis. IATA.

International Civil Aviation Organization. (2018). Annex 14: Aerodromes. ICAO.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2024). [Dokumen/peraturan mengenai pelayanan penerbangan haji dan umrah di Bandar Udara Adi Soemarmo].

Merkert, R., & Pearson, J. (2015). A non-parametric efficiency measure incorporating perceived airline service levels and profitability. Journal of Transport Economics and Policy, 49(2), 261–275. https://doi.org/10.3828/jtep.2015.49.2.261

Nugraha, I. M. W. A., & Suprapti. (2023). Analisis beban kerja mental petugas Airport Operational Landside and Terminal (AOLT) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. JRIME: Jurnal Riset Manajemen dan Ekonomi, 1(4), 136–144. https://doi.org/10.54066/jrime-itb.v1i4.724

Nugroho, A. (2020). Strategi pengembangan bandara regional di Indonesia. Jurnal Transportasi, 20(1), 1–10.

Nawir, A., Dewanti, D., & Suparma, L. B. (2022). Analisis rute potensial Bandara Internasional Husein Sastranegara yang dapat di sharing dengan Bandara Internasional Kertajati. Pondasi, 27(2), 143–155. https://doi.org/10.30659/pondasi.v27i2.23215

Porter, M. E. (2016). Competitive strategy. Harvard Business School Press.

Saffarzadeh, M., & Braaksma, J. P. (2000). Optimum design and operation of airport passenger terminal buildings. Transportation Research Record, 1703(1), 72–82. https://doi.org/10.3141/1703-10

Sari, D. (2021). Pengelolaan operasional transportasi dalam peningkatan kualitas layanan. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, 8(2), 95–104.

Singgih, M. L., Asmara, M. A. A., & Hakim, I. M. (2022). Service quality improvement at international airport in Indonesia using Service Quality and Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). In Proceedings of the International Conference on Engineering and Information Technology for Sustainable Industry (ICONETSI 2022). Association for Computing Machinery. https://doi.org/10.1145/3557738.3557840

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif (Cetakan ke-5). Bandung: Alfabeta.

Susanto, L. (2024, May 6). Infografik: 18 bandara internasional turun kasta jadi domestik. Katadata.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. (2009). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4956.

Wibowo, H. (2019). Manajemen operasional bandara berbasis pelayanan. Jurnal Manajemen Bisnis Indonesia, 6(2), 88–98.

Wijaya, D. (2023). Strategi diversifikasi pendapatan non-aeronautika bandara. Jurnal Manajemen Transportasi, 10(2), 70–82.

Downloads

Published

2026-08-30

How to Cite

Christy Danawaka, & Rahimudin. (2026). Analisis Perubahan Operasional Bandar Udara Sebelum dan Setelah Penurunan Status Internasional (2019–2024) di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali. SMASH: Journal of Social Management Sains and Health, 3(2), 118–125. https://doi.org/10.57235/smash.v3i2.9142

Citation Check