Menganalisis Puisi “Menghadapi Maut” Karya Sutan Takdir Alihsajbana

Authors

  • Nila Angita Nasution Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Diana Febrianty Silalahi Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Dina Olivia Sidabutar Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Juli Arihta Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Regina Ronauli Situmorang Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Wahyudi Difler Rambe Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Romawaty Harahap Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/mesir.v1i2.3107

Keywords:

Puisi, Representasi, Poskolonial, Dijajah, Psikis

Abstract

Sastra merupakan gambaran tentang realitas sosial yang dialami oleh pengarang. Salah satu sastra yang memiliki makna mendalam dari dalam diri pengarang adalah puisi. Puisi "Menghadapi Maut" karya Sutan Takdir Alihsajbana merupakan salah satu puisi yang menggambarkan realitas sosial Indonesia sebagai negara jajahan bangsa Eropa. Penjajahan di Indonesia selama kurang lebih tiga abad memiliki dampak yang besar bagi tatanan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Sehingga tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberi representasi terhadap penggambaran bentuk-bentuk poskolonial dalam puisi "Menghadapi Maut". Sedangkan metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitas-deskriptif dengan metode analisis data isi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rakyat Indonesia masih dijajah secara psikis oleh bangsa lain, meskipun bukan dalam bentuk fisik, seperti di bidang politik, hukum, keamanan, ekonomi, birokrasi, serta watak dan sikap para elit politik.

References

Pradopo, Rachmat Djoko. 1987. Pengkajian Puisi. Yohyakarta: Gadjah Mada University Press.

Raisha. 2023. Memori dan trauma Kolonialisme dalam Puisi “Menghadapi Maut”. Medium. Diperoleh dari https://medium.com/@raishaikhtiary/reinterpretasi-puisi-menghadapi-maut-karya-sutan-takdir-alisjahbana-sebagai-ekspresi-63443d16433d

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Taufiq, Akhmad. 2013. Apresiasi Drama Tradisional Ludruk. Yogyakarta: Gress Publishing

Waluyo Herman J.1987. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga

Wellek, Rene and Austin Warren.1956. Theory of literature. New York: Harcourt, Brace dan World.

Downloads

Published

2024-08-29

Citation Check