Inventarisasi dan Eksplorasi Etnobotani Karo Sebagai Pestisida Alami di Desa Lau Solu Kecamatan Mardingding

Authors

  • Supiani Supiani Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nanda Yatira Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Elsa Maria Br Simatupang Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nasywa Kamila Syam Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Yunita Sabrina Br Tarigan Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nurraifani Pasaribu Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/mesir.v2i2.5833

Keywords:

Tumbuhan Lokal, Inventarisasi, Eksplorasi, Karo

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan lokal yang dijadikan sebagai pestisida alami dan mendeskripsikan bentuk eksplorasi pengolahan tumbuhan lokal sebagai pestisida alami pada etnik Karo di Desa Lau Solu, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo. Metode penelitian yang akan diterapkan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan pragmatis. Metode dan pendekatan dipilih sejalan dengan tujuan penelitian agar mampu mendeskripsikan berbagai jenis tumbuhan lokal dan kegunaannya secara praktis dalam bentuk aneka eksplorasi pengolahan obat. Teknik pengumpulan data melalui 1). observasi dengan memperhatikan ragam jenis tumbuhan lokal dan bentuk pengolahan yang dilakukan masyarakat Karo sebagai pestisida alami 2). wawancara mendalam diperlukan untuk mampu menjawab pengetahuan lokal dalam pengolahan tumbuhan lokal sebagai warisan budaya Karo. Hasil penelitian diproleh terdapat tujuh jenis tanaman lokal etnik Karo yang dapat dijadikan sebagai pestisida alami, diantaranya tuba, balong terotong, bahing, mbako gara, belo, sere, dan mimba. Beragam pengelolaan yang dilakukan sehingga mencapai hasil akhir untuk dijadikan sebagai pestisida, seperti pencarian bahan, pencucian, pengeringan, pefermentasian, dan lain sebagainya hingga dapat dijadikan masyarakat Karo sebagai pestisida alami. Penelitian ini urgen dilakukan dalam mendukung Sustainable Development Goals dalam lingkup kesehatan lingkungan untuk menuju lingkungan sehat bebas residu sekaligus mendukung pemajuan objek budaya dalam domain kearifan lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W. (2017). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Budiyanto, E., Aditya, AR, & Wardani, AY (2011). Pemanfaatan Ekstrak Akar Tuba (Derris Elliftica) Sebagai Insektisida Ramah Lingkungan Untuk Mengendalikan Populasi Ulat Bulu (Lymantrya Beatrix). Pelita-Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY , (2), 1-10

Fia Sri Mumpuni, L. (2014). Efektivitas pemberian akar tuba (Derris elliptica) terhadap lama waktu kematian ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Pertanian, 5(1), 22-31.

Gaffar, A. A., Yuliana, E., Hikmawati, V. Y., Nurlaela, N. A., Pangjayana, M., Rahmawati, R. A., & Jabar, M. B. A. (2023). Mikro Organisme Lokal (MOL) Sebagai Pestisida Alami Dalam Upaya Pengembangan SDM Kelompok Tani Kedung Makmur. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3).

Hutagaol, R. R. (2020). Potensi Tumbuhan Lokal Di Areal Tembawang Desa Suka Jaya Kabupaten Sintang. PIPER, 16(30).

Ratnani, D. A. S., Budiningsih, D. N., Diarta, I. M., & Hermawan, I. M. S. (2024). Pelatihan identifikasi tumbuhan berbasis Etnobotani di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Mengwi untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(8), 1681-1684.

Sahri, R. J., Hidayah, N., Fadhillah, N., Fuadi, A., Abidin, I., Hannifa, W., & Wulandari, S. (2022). Tanaman pangan sebagai sumber pendapatan petani di Kabupaten Karo. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(10).

Setiawan, P. H., & Siswanto, M. I. (2014). Ekstrak Akar Tuba (Derris elliptica) Efektif Membunuh Ppinjal (Siphon aptera) Kucing Secara In Vitro. Indonesia Mediscus Veterinus, 3(5), 323-429.

Widana, I. N. S. (2021). Etnobotani Tabia bun (Piper retrofractum Vhal.)(Kajian Teoritik). Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 10 (1).

Downloads

Published

2025-08-28

Citation Check