(2) Eylen Yossi Siagian
(3) Apri Ulita
(4) Hadya Aminah Harahap
(5) Anggia Puteri
(6) Ferdinand Simbolon
*corresponding author
AbstractTransformasi digital telah membawa perubahan mendasar dalam praktik leksikografi di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis perubahan paradigma leksikografi dari format cetak menuju sistem digital melalui kajian literatur terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menelaah buku leksikografi, artikel jurnal terindeks nasional, serta dokumen kebijakan kebahasaan dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mengubah medium distribusi kamus, tetapi juga memengaruhi metodologi penyusunan lema, sistem pembaruan kosakata, serta relasi antara fungsi deskriptif dan preskriptif dalam standardisasi bahasa. Integrasi pendekatan korpus memperkuat objektivitas dalam penentuan makna, tetapi otoritas ilmiah tetap diperlukan untuk menjaga legitimasi kebakuan. Kajian ini menegaskan bahwa leksikografi digital merupakan transformasi epistemologis dalam dokumentasi bahasa Indonesia, bukan sekadar inovasi teknologis. KeywordsLeksikografi Digital, KBBI Daring, Korpus Bahasa, Standardisasi Bahasa
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/mesir.v3i1.8181 |
Article metrics10.57235/mesir.v3i1.8181 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Aji, R. A., Pramono, P., Seswita, S., Asma, R. A., & Okta Putri, N. (2021). Linguistik korpus sebagai sarana dan media pembelajaran pada leksikologi dan leksikografi. Lectura: Jurnal Pendidikan.
Atkins, B. T. S., & Rundell, M. (2008). The Oxford guide to practical lexicography. Oxford University Press.
Batubara, M. H. (2021). Leksikografi bergambar Indonesia–Gayo–Inggris–Arab: Konsep dasar, fungsi, jenis, dan isi kamus. Mahakarya: Jurnal Mahasiswa Ilmu Budaya, 2(2).
Chaer, A. (2014). Linguistik umum. Rineka Cipta.
Dewi Puspita, & Sutami, H. (2018). Pendefinisian objek dan pelengkap dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai penunjang literasi. Linguistik Indonesia, 38(2), 157–172.
Febrina, R., Suhandano, & Sutrisno, A. (2024). Indonesian women in Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988–2018): A lexicographic corpus. Jurnal Arbitrer, 11(3), 297–313.
Hidayat, T. (2017). Fungsi preskriptif dan deskriptif dalam kamus bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 89–102.
Iryani, E., Widodo, P., Wiedarti, P., & Sudartinah, T. (2024). Studi berbasis korpus digital terhadap kesalahan ejaan artikel terindeks SINTA. Mabasan: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 19(2).
Kilgarriff, A., Rychlý, P., Smrž, P., & Tugwell, D. (2014). The Sketch Engine: Ten years on. Lexicography, 1(1), 7–36.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik. Gramedia Pustaka Utama.
Prasetyo, A. (2022). Pendekatan korpus dalam penyusunan kamus digital bahasa Indonesia. Jurnal Linguistik Indonesia, 40(2), 155–170.
Qubaila, A. S. Z. R., Maylana, A. N., & Luthfi, K. M. (2020). Arabic–Indonesian digital dictionary versus printed dictionary. Al-Ma‘rifah: Jurnal Bahasa Arab dan Pembelajaran.
Sugono, D. (2016). Peran KBBI dalam standardisasi bahasa Indonesia. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(1), 1–15.
Suryani, I. (2019). Standardisasi bahasa dalam era digital: Peran kamus nasional. Bahasa dan Seni, 47(1), 65–78.
Widodo, S. (2020). Leksikografi digital dan tantangan kebakuan bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(2), 210–225.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Enjelina Pitri Simamora, Eylen Yossi Siagian, Apri Ulita, Hadya Aminah Harahap, Anggia Puteri, Ferdinand Simbolon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




















Download