(2) Prety Vania Akwila Napitupulu
(3) Miranda Maria Magdalena Gultom
(4) Mela E Ambarita
(5) Wanti Br Hombing
(6) Novita Eka Fitri
(7) Nadra Amalia
*corresponding author
AbstractIndonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya dan tersebar di berbagai wilayah. Keberagaman tersebut menjadikan kebudayaan sebagai identitas masyarakat sekaligus potensi dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Salah satu kelompok etnik yang memiliki kekayaan budaya yang khas adalah masyarakat Batak Toba yang berada di wilayah Sumatera Utara, khususnya di kawasan Danau Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekayaan budaya Batak Toba sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Batak Toba memiliki berbagai nilai kearifan lokal seperti konsep Hamoraon, Hagabeon, dan Hasangapon serta sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan sekaligus melestarikan identitas budaya masyarakat Batak Toba. KeywordsBudaya Batak Toba, Kearifan Lokal, Pariwisata Budaya, Daya Tarik Wisata
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/mesir.v3i1.8187 |
Article metrics10.57235/mesir.v3i1.8187 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Eden, A., & Pereira, A. A. (2023). Inkulturasi Gondang Sabangunan Batak Toba Dalam Liturgi Pemberkatan Perkawinan: Perjumpaan Kristus Dan Gerejanya Dengan Budaya Lokal. Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral, 8(1), 25-37.
Hadawiyah, Caroline, Yani, Sitompul.(2025). Makna Budaya dalam Makanan Arsik Ikan Mas: Kajian Semiotika Kuliner Lokal Masyarakat Batak Toba. Jurnal ilmiah multidisplin
Hutahaean, A. N. P. S., & Agustina, W. (2021). Peran filosofi budaya batak toba dalam dunia pendidikan. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya, 9(3), 313-324.
Oktovia, D., dkk. (2025). Dalihan Na Tolu sebagai Falsafah Etnik Batak di Sumatera Utara. JURNAL ILMIAH NUSANTARA, 2(2), 462-467.
Purba, M., & Jung, S. (2010). Gondang Batak dan tortor: Musik ritual masyarakat Batak Toba. USU Press.
Ritonga, H. (2019). Makna simbolis tortor dalam upacara adat Batak Toba. Jurnal Ilmu Budaya, 7(2), 112–125.
Saragih, D. (2018). Tortor sebagai ekspresi budaya Batak Toba dalam konteks pariwisata Danau Toba. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 5(1), 33–47.
Sihombing, M. F., dkk. (2024). Analisis nilai moral cerita rakyat daerah Tanah Batak Toba. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 489-501.
Simaremare, P., & Marwanti. (2025). Makna Ikas Mas Arsik Dalam Budaya Batak Toba. Jurnal Gastronomi Indonesia, 13(2), 62–77. https://doi.org/10.52352/jgi.v13i2.2197
Situmorang, S. (2020). Pelestarian tari tortor Batak Toba di era globalisasi. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 4(2), 78–92.
Tinambunan, E. R. (2022). Gondang Batak Toba: Makna religi dan implikasinya pada keagamaan dan adat. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi), 8(2), 261-273.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Sherly Anjelia Purba, Prety Vania Akwila Napitupulu, Miranda Maria Magdalena Gultom, Mela E Ambarita, Wanti Br Hombing, Novita Eka Fitri, Nadra Amalia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




















Download