Kajian Semiotika Cerita Rakyat Pakpak “Berru Ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal”

Authors

  • Ester Enjelysa Panggabean Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Naima Azmi Hutagalung Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Puan Annisa Pane Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Revayani Sagala Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Nila Dwi Amalia Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Fitriani Lubis Universitas Negeri Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/mesir.v3i1.8201

Keywords:

Semiotika, Cerita Rakyat, Pakpak, Ikon, Indeks, Symbol

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk tanda semiotika berupa ikon, indeks, dan simbol serta makna yang terkandung dalam cerita rakyat Pakpak “Berru ni Raja Engket Manuk-Manuk Sigurba-Gurba Sipitu Takal”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap teks cerita rakyat yang diperoleh dari sumber digital. Analisis data menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang mengklasifikasikan tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon dalam cerita ini meliputi burung Sigurba-Gurba Sipitu Takal dan seruling sebagai representasi kekuatan supranatural dan estetika. Indeks ditemukan pada perilaku menyimpang tokoh utama serta kepergian putri raja sebagai akibat dari kerusakan moral. Sementara itu, simbol meliputi angka tujuh sebagai lambang kesempurnaan, burung sebagai simbol martabat perempuan, serta istana sebagai simbol tanggung jawab sosial. Secara keseluruhan, cerita ini mengandung nilai moral dan kearifan lokal masyarakat Pakpak yang menekankan pentingnya integritas, kesetiaan, dan keseimbangan hidup.

References

Hutagalung, N. (2023). Kajian Semiotika Peirce terhadap Cerita Rakyat Batak sebagai Warisan Budaya. Jurnal Ilmu Budaya, 7(1), 78–89.

Manik, W. (2022). Kajian Semiotik dan Nilai Moral Pada Cerita-Cerita Rakyat di Kabupaten Pakpak Bharat Serta Pemanfaatannya Sebagai Bahan Bacaan Sastra Di SMP Negeri 2 Satu Atap Salak (Doctoral dissertation, UNIMED).

Matanari, E. K., Tarigan, F. S. B., Marbun, G., Oppusunggu, H. B. M., Simarmata, I., & Sihotang, M. K. (2019). Penanaman Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Cerita Rakyat. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia II (Vol. 2, pp. 74-80). FBS Unimed Press.

Novianti, W. S., & Rohanda, R. (2025). Makna Simbolik Kota Dan Identitas Dalam Syi ‘Ir Fi Al-Quds Karya Mahmoud Darwish: Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure. Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 2094-2102.

Olang, Y., Oktaviani, U. D., & Diva, B. (2021). Kajian Semiotika Cerita Rakyat Suku Suaid. Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 6(1).

Olivia, D., Sianturi, H., Sidabutar, H., Purba, M., Ginting, S., & Lubis, F. (2025). Sebuah Kajian Kebudayaan dan Tradisi Pakpak Yang Hampir Hilang Tergerus Zaman. Journal of Citizen Research and Development, 2(1), 1-7.

Prananda, H. P., & Andriana, D. (2026). Simbol Dan Makna Budaya Jawa Tengah Dalam Film Sri Asih 2022 (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Jurnal Komunikasi Antartika, 1(1), 27-32.

Pratama, R. (2024). Representasi Nilai Budaya dalam Tradisi Lisan melalui Pendekatan Semiotika. Jurnal Sastra Indonesia, 13(1), 25–37.

Situmorang, H., Dewi, H., & Dian, N. S. (2024). Analisis Kebudayaan Batak Pakpak di Sumatera. Eduinovasi: Journal Of Basic Educational Studies Учредители: Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor, 4(3), 1565-1572.

Wijaya, Y., & Hadi, C. (2025). Cerita Rakyat Sebagai Pembentuk Perilaku & Karakter: Studi Etnografi Pada Masyarakat Tidore. Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 5(1), 566–581.

Wulandari, A. (2023). Semiotika Pierce dalam Mitos Khasiat Air Pancuran Tujuh: Sastra Lisan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Jurnal Pujangga, 9(2), 187-196.

Downloads

Published

2026-03-29

Issue

Section

Articles

Citation Check