Peranan Cimpa Makanan Khas Karo Dalam Merajut Harmoni Sosial Dalam Kegiatan Adat dan Budaya Masyarakat Karo

(1) * Taufik Kusuma Panjaitan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Putri Alicya Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Syafina Ramadani Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Gizka Febrianka Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Sarah K Br Regar Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(6) Putri Anggini Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(7) Nadra Amalia Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini mengkaji peranan Cimpa sebagai makanan khas masyarakat Karo dalam merajut dan mempertahankan harmoni sosial melalui kegiatan adat dan budaya di Tanah Karo, Sumatera Utara. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai sumber sekunder terkini (2021–2025), termasuk jurnal ilmiah, artikel etnografi, dan laporan pelestarian warisan kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cimpa bukan sekadar hidangan kuliner, melainkan simbol budaya yang sarat makna filosofis dan fungsi sosial. Proses pembuatan Cimpa, yang melibatkan bahan alami lokal (beras ketan, kelapa parut, gula merah/aren, daun singkut/marasi) dan sering dilakukan secara gotong royong, mencerminkan nilai kesabaran, kerjasama, dan penghormatan terhadap alam serta leluhur. Kelima varian utama Cimpa Unung Unung, Tuang, Matah, Labar, dan Gulamei memiliki perbedaan signifikan dalam komposisi bahan, teknik pembuatan, tekstur, rasa, serta konteks penggunaan dalam acara adat. Cimpa Unung Unung mendominasi pesta besar (Merdang Merdem, pernikahan) sebagai simbol syukur formal; Cimpa Tuang berfungsi praktis untuk pergaulan sehari hari; Cimpa Matah mewakili kemurnian dalam ritual intim; Cimpa Labar menggambarkan ketahanan agraris; sedangkan Cimpa Gulamei menyimbolkan kemanisan hidup yang lembut. Secara sosial, Cimpa berperan sebagai “bahasa bersama” yang memperkuat sistem kekerabatan Rakut Si Telu, memfasilitasi pembagian kebahagiaan, mengurangi potensi konflik, dan membangun solidaritas antarindividu, keluarga, serta komunitas di masyarakat Karo yang multireligius. Cimpa merupakan metafor harmoni sosial masyarakat Karo: manis namun berlapis, tradisional namun adaptif, sederhana namun kaya makna. Pelestarian dan pemahaman mendalam terhadap peran Cimpa bukan hanya upaya menjaga kuliner tradisional, melainkan investasi strategis untuk keberlanjutan harmoni sosial, solidaritas komunal, dan identitas budaya etnis Karo di tengah arus modernisasi dan globalisasi.


Keywords


Cimpa, Harmoni Sosial, Adat Istiadat Karo, Pelestarian Budaya, Rakut Si Telu

   

DOI

https://doi.org/10.57235/mesir.v3i1.8202
      

Article metrics

10.57235/mesir.v3i1.8202 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Berutu, R. A., Bintang, D. P., Ginting, L. M. B., Butar butar, I. F., Siahaan, P. G., & Br. Tarigan, R. B. B. (2023). Pelindungan hukum pengetahuan tradisional terhadap makanan tradisional Cimpa Matah sebagai makanan khas suku Karo. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 7(3), 980–984.

Detik.com. (2023, May 9). Lezat! Cimpa Unung Unung yang populer di Kabupaten Karo. https://www.detik.com/sumut/kuliner/d 6710626/lezat cimpa unung unung yang populer di kabupaten karo

Harianto, D., & Sitanggang, R. (2023). Protection geographical indication of Cimpa Tuang food: Measuring cultural and economic value in Sukalaju Village. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 53(2), 1–7.

Hasriyani, E., & Pasaribu, R. (2021). Karo traditional food inventory in the design of culinary branding in Karo. Tourism, Economics, Hospitality and Business Management Journal, 4(1), 1–10.

Hutagalung, S. (2023). Pelindungan makanan tradisional Cimpa sebagai indikasi geografis. Journal of Law, Education and Business, 2(1).

Marliyah, Alfan, A. T., Balqis, A. R., Pratama, B. M., Adilla, N., & Oktavia, P. (2023). Community economic empowerment based on local wisdom: Cimpa culinary khas Karo. Jurnal Masharif al Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 8(1), 17–24.

Siahaan, P. G. (2023). Development of student literacy and numeracy through cultural work on making Karo special food at SD Negeri 040515 Tiga Jumpa, Karo Regency. ResearchGate Publication.

Simanjuntak, E., & Saragih, E. (2025). Eksplorasi etnomatematika pada makanan tradisional Karo: Studi kasus Cimpa. Jurnal Pendidikan Matematika, 15 (1), 88–96.

Suara USU. (2024, July 4). Cimpa Bohan, makanan khas suku Karo dalam perayaan Merdang Merdem.

Suara USU. (2025, January 8). Cimpa Tuang makanan khas Karo. https://suarausu.or.id/cimpa tuang makanan khas karo

Wikipedia contributors. (2024). Cimpa. In Wikipedia, The Free Encyclopedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Cimpa.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Taufik Kusuma Panjaitan, Putri Alicya, Syafina Ramadani, Gizka Febrianka, Sarah K Br Regar, Putri Anggini, Nadra Amalia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.