Perubahan pada Permainan Rakyat Bakoa Masyarakat Minangkabau Kota Padang Panjang

Authors

  • Frengki Eka Putra Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia
  • Endrizal Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/mesir.v3i2.8999

Keywords:

Permainan Rakyat, Bakoa, Perubahan Sosial, Budaya Minangkabau, Padang Panjang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk perubahan yang terjadi dalam praktik permainan serta mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi perubahan pada permainan koa di Kota Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori Perubahan Sosial William F. Ogburn sebagai landasan analisis. Hasil penelitian ini didasari dari latar belakang terjadi perubahan yang terdiri dari beberapa faktor seperti faktor perubahan gaya hidup, waktu dan tempat permainan, ekonomi, pengaruh lingkungan, serta kontrol sosial. Sedangkan bentuk perubahan permainannya seperti makna dan fungsi permainan, perilaku para pemain, waktu dan lokasi, ruang dan norma, serta fungsi ekonomi dalam permainan. Meskipun demikian, permainan koa masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat sebagai salah satu warisan budaya Minangkabau yang memiliki fungsi sosial dan menjadi ruang interaksi antarmasyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, F. (2018). Bakoa Sebagai Ide Penciptaan Dalam Seni Grafis. Skripsi. Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Apriati, Y. (2021). Pendidikan Sosial Budaya Berbasis Permainan Rakyat di Masyarakat Lahan Basah. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4971-4980.

Ari, R. (2023). Memainkan Kartu Koa Pada Saat Walimatul'ursy Pada Masyarakat Di Nagari Paninggahan Junjung Sirih Kabupaten Solok Ditinjau Dari Hukum Islam. Skripsi. Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasyim. Riau Pekanbaru.

Aryani, N. I., Okta, H. N. (2014). Digitalisasi pasar tradisional: Perspektif teori perubahan sosial. Jurnal Analisa Sosiologi, 3 (1), 1-12.

Damayanti, S. N., Tiaraningrum, F. H., Nurefendi, J., & Lestari, E. Y. (2023). Pengenalan permainan tradisional untuk melestarikan budaya Indonesia. Jurnal Bina Desa, 5 (1), 39-44.

Durin, H.B. (2023). Makna dan Keberlangsungan Praktik Permainan Koa Sebagai Fenomena Budaya Di Nagari Duo Koto Kabupaten Agam Sumatera Barat. Tesis. Program Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Padangpanjang.

Effendi, H.O. (2019). Analisis Ikon Pada Permainan Kartu KOA: Tinjauan Semiotik. Skripsi. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Padang.

Noviana, J. (2018). Aktivitas Musholla Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa SD Negeri Sigit II Kecamatan Tangen. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ogburn, W., F. (1923). Social Change With Respect To Culture And Original Nature. London: George Allen & Unwin Ltd. Ruskin House, 40, Museum Street, W.C.1. Great Britain

Sebastian, G. F., Fatmariza, F. (2021). Fenomena Mahasiswa Pecandu Bermain Koa. Journal of Civic Education, 4(3), 287-294.

Sugiyono (2013). Metode Penelitian dan Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Widagdho, Djoko. (1993). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2026-08-25

Citation Check