Devide Et Impera: Kebijakan Politik Belanda Dalam Memecah Persatuan di Nusantara
Keywords:
Devide et Impera, Strategi Politik, Kolonialisme, Perpecahan Sosial, GeopolitikAbstract
Devide et impera (bahasa Latin untuk "pecah belah dan kuasai") adalah strategi politik yang digunakan oleh kekuatan penguasa untuk mempertahankan kontrol mereka atas kelompok atau wilayah yang dikuasai. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan perpecahan di antara kelompok- kelompok masyarakat, sehingga mereka tidak dapat bersatu melawan penguasa. Dalam konteks kolonialisme, devide et impera sering diterapkan oleh kekuatan kolonial untuk menjaga dominasi mereka atas wilayah jajahan dengan memanfaatkan perbedaan etnis, agama, dan budaya. Dalam sejarah kolonialisme, khususnya di Afrika dan Asia, kekuatan kolonial seperti Inggris dan Belanda memanfaatkan kebijakan ini untuk mempertahankan kekuasaan mereka. Dengan membangkitkan persaingan antar suku atau kelompok etnis, penguasa kolonial berhasil mencegah terbentuknya gerakan perlawanan yang kuat dan terorganisir.Penerapan devide et impera memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk dinamika sosial dan politik di wilayah pascakolonial. Di banyak negara bekas jajahan, warisan kebijakan ini masih terasa dalam bentuk ketegangan etnis dan politik yang terus berlanjut. Dalam analisis kontemporer, strategi ini masih dipelajari dalam konteks geopolitik dan hubungan internasional, di mana aktor- aktor politik global memanfaatkan perpecahan untuk menjaga pengaruh dan kekuasaan mereka di berbagai wilayah dunia.
References
Daliman. 2012. Sejarah Indonesia Abad XIX-Awal Abad XX: Sistem Politik Kolonial dan Administrasi Pemerintahan Hindia-Belanda. Yogyakarta: Ombak
Djakariah. 2014. Sejarah Indonesia II. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Gottschalk, Louis. 1986. Mengerti Sejarah/Louis Gottschalk; penerjemah Nugroho Notosusanto. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)
Herdiansyah, Wildan. 2010. VOC Negara Dalam Negara. Bogor: PT. Regina Eka Utama. Kartodirdjo, Sartono. 1973. Sejarah Perlawanan-Perlawanan Terhadap Kolonialisme. Jakarta: Departemen Pertahanan Keamanan Pusat Sejarah ABRI.
Resink, G.J. 1987. Raja dan Kerajaan yang Merdeka di Indonesia 1850-1910. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Ricklefs, M.C. 2007. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Salam, Solichin . 1984. Bung Karno Putera Fajar. Jakarta: PT Gunung Agung.
Sudirman, Adi. 2014. Sejarah Lengkap Indonesia .Jogjakarta: Diva Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to AR RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to AR RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.