Implementasi Program Kerja KKN: Produksi Bedak Dingin Bersama Ibu PKK Desa Kutomulyo Sebagai Upaya UMKM Rumahan

(1) Andri Zainal Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) * Akbar Nugraha Siagian Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Andhika Leonardo Barasa Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Lady Monalisa Sihombing Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Noven Lisa Sri Wahyuni Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada produksi bedak dingin berkualitas bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Kutomulyo sebagai upaya pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rumahan yang berkelanjutan. Bedak dingin yang diproduksi dalam program ini merupakan produk kecantikan alami yang dibuat dari bahan-bahan lokal berkualitas tinggi yaitu tepung beras pilihan, bubuk daun sirih kering yang telah diproses, serta air mawar yang memberikan aroma dan manfaat kesehatan kulit. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode penelitian lapangan yang komprehensif, melibatkan observasi partisipatif yang intensif, wawancara mendalam dengan anggota PKK dan peserta program, serta analisis dokumentasi kegiatan secara mendetail. Pengumpulan data dilakukan melalui interaksi langsung dengan masyarakat lokal, dokumentasi proses produksi secara bertahap, evaluasi hasil produk yang teliti, serta analisis mendalam tentang dampak ekonomi dan sosial dari program terhadap kehidupan peserta. Hasil penelitian menunjukkan Program KKN produksi bedak dingin berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan ibu PKK secara signifikan tentang produk kecantikan berbahan alami dengan formulasi yang aman dan efektif. Dampak positif program meliputi peningkatan kepercayaan diri peserta, penguatan kohesi sosial antar anggota PKK, serta peningkatan pemahaman tentang pentingnya memproduksi produk berkualitas dan aman bagi konsumen. Tantangan yang masih dihadapi mencakup keterbatasan modal awal untuk pengembangan, kesulitan akses terhadap bahan baku berkualitas stabil, dan keterbatasan strategi pemasaran yang masih bersifat tradisional. Rekomendasi utama penelitian adalah penguatan berkelanjutan melalui pendampingan intensif dan konsisten, pengembangan merek lokal yang kuat dan terkenal, perluasan akses pasar ke area yang lebih luas, serta dukungan pembiayaan dari pemerintah lokal untuk memastikan keberlanjutan UMKM produksi bedak dingin dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Kutomulyo.


Keywords


KKN, bedak dingin alami, UMKM rumahan, pemberdayaan masyarakat, ibu PKK, tepung beras, daun sirih, air mawar

   

DOI

https://doi.org/10.57235/arrumman.v2i2.7612
      

Article metrics

10.57235/arrumman.v2i2.7612 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: STIE YKPN.

Badan Pusat Statistik. (2022). Produk Domestik Regional Bruto dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Blakely, E. J., & Leigh, N. G. (2013). Planning Local Economic Development: Theory and Practice. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Budiharsono, S. (2005). Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Los Angeles: SAGE Publications.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The SAGE Handbook of Qualitative Research. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2020). Pedoman Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Endraratno, S. (2004). Analisis Location Quotient untuk Identifikasi Sektor Unggulan di Jawa Timur.Surabaya: Universitas Airlangga.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2008). Community Development: Community-Based Alternatives in an Age of Globalisation. Frenchs Forest: Pearson Education.

Kartasapoetra, G. (2010). Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.

Kunandar. (2013). Guru Profesional: Implementasi Kurikulum 2013 dan Penilaian Autentik.Jakarta: Rajawali Pers.

Kuncoro, M. (2004). Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Jakarta: Erlangga.

Kuncoro, M. (2010). Ekonomika Industri Indonesia: Menuju Negara Industri Maju 2030. Yogyakarta: ANDI.

Mardikanto, T. (2010). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik

Bandung: Alfabeta.

Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013.Bandung: Remaja Rosdakarya.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri.

Pramono, J. (2005). Analisis Basis Ekonomi dan Penentuan Sektor Unggulan di Kabupaten Bantul. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Santrock, J. W. (2011). EducationalPsycholog.g New York: McGraw-Hill.

Sanjaya, W. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sjafrizal. (2012). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Padang: Baduose Media.

Suryanto. (2014). Kuliah Kerja Nyata sebagai Sarana Pengembangan Kepribadian Mahasiswa. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 45-58.

Tarigan, R. (2012). Perencanaan Pembangunan Wilayah*. Jakarta: Bumi Aksara.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244.

Wardoyo, B. (2018). Pengembangan UMKM Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Era Digital. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Andri Zainal, Akbar Nugraha Siagian, Andhika Leonardo Barasa, Lady Monalisa Sihombing, Noven Lisa Sri Wahyuni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.