Problematika Leksikografi dalam Penyusunan Kamus Dwibahasa Batak Toba–Indonesia

(1) * Priscillia Febrianty Purba Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Ovi Oktavia Sihombing Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Novia Sari Tarigan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Nancy Oktavia Siagian Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Agustina Verawati Simorangkir Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(6) Ernes Tifani Anastasia br Saragih Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(7) Pretty Grace Banjarnahor Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini membahas berbagai problematika leksikografi dalam penyusunan Kamus Dwibahasa Batak Toba–Indonesia karya Andre Antonius Hutagalung (2011). Analisis dilakukan dengan fokus pada struktur makro, struktur mikro, konsistensi penyajian lema, kelengkapan informasi linguistik, serta representasi budaya dan dialektal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kamus tersebut masih memiliki sejumlah kelemahan leksikografis, antara lain ketiadaan label kelas kata, tidak tersedianya transkripsi fonetik, lema turunan yang tidak dikelompokkan secara hierarkis, ketiadaan penanda polisemi, serta inkonsistensi ortografi. Selain itu, lema-lema bermuatan budaya seperti dalihan, tondi, dan begu hanya diterjemahkan secara literal tanpa konteks etnolinguistik. Minimnya kosakata modern dan variasi dialektal juga menunjukkan bahwa kamus masih bersifat dokumentatif dan belum memenuhi standar kamus dwibahasa modern. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan leksikografi bahasa Batak Toba yang lebih sistematis dan relevan.


Keywords


leksikografi, kamus dwibahasa, Batak Toba, struktur makro, struktur mikro

   

DOI

https://doi.org/10.57235/arrumman.v2i2.7613
      

Article metrics

10.57235/arrumman.v2i2.7613 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Akoli, M. Y., & Kui, E. B. (tanpa tahun). Leksikografi Kamus Bahasa Kui–Bahasa Indonesia.

Atkins, B. T. S., & Rundell, M. (2008). The Oxford Guide to Practical Lexicography. Oxford University Press.

Chambers, F. E. (2018). Lexicography and language documentation: Bridging the gap for endangered languages. International Journal of Lexicography, 31(1), 1–20.

Crystal, D. (2000). Language Death. Cambridge University Press.

Hutagalung, A. A. (2011). Kamus Batak Toba–Indonesia. Medan: Bina Media Perintis.

Kridalaksana, H. (2008). Masalah-Masalah Leksikografi Indonesia. Gramedia.

Pardede, R. L. (2019). Kajian kontrastif morfologi bahasa Batak Toba dan bahasa Indonesia. Jurnal Linguistik Indonesia, 37(2), 120–135.

Saputra, R. I., Suryati, S., & Muzaiyanah, M. (2024). Analisis penggunaan bahasa daerah dalam berkomunikasi. Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, 1(1).

Saragih, A. (2020). Penanganan kosakata budaya dalam kamus dwibahasa daerah-nasional. Wacana: Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya, 22(1).

Sibarani, R. (2002). Fungsi dan Status Bahasa Batak Toba. USU Press.

Wali, P. K. (2015). Prinsip-prinsip Dasar Leksikografi Dwibahasa. Penerbit Bahasa.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Priscillia Febrianty Purba, Ovi Oktavia Sihombing, Novia Sari Tarigan, Nancy Oktavia Siagian, Agustina Verawati Simorangkir, Ernes Tifani Anastasia br Saragih, Pretty Grace Banjarnahor

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.