Analisis Linguistik Forensik Terhadap Bentuk dan Makna Ujaran Dalam Komentar Media Sosial pada Kasus Dugaan Penghinaan
DOI:
https://doi.org/10.57235/arrumman.v3i2.9279Keywords:
Linguistik Forensik, Ujaran Penghinaan, Pencemaran Nama Baik, Komentar Media Sosial, UU ITEAbstract
Perkembangan media sosial di Indonesia memperluas ruang berekspresi sekaligus meningkatkan potensi penyimpangan berbahasa, seperti ujaran penghinaan dan pencemaran nama baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna ujaran warganet dalam komentar media sosial Instagram dan X (Twitter) berdasarkan perspektif linguistik forensik serta pemenuhannya terhadap unsur-unsur hukum pidana berbahasa. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan linguistik forensik dengan metode padan intralingual. Data berupa tuturan warganet yang diambil melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi tangkapan layar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ujaran penghinaan mencakup leksikon peyoratif dan perundungan fisik, tuturan stereotip dan pelabelan sosial, serta ujaran sindiran dan tuduhan tanpa bukti. Dari segi tipografi digital, penggunaan huruf kapital, repetisi emoji tertawa atau menangis, serta pengulangan tanda baca berfungsi memperkuat kadar celaan pragmatis. Secara forensik, ujaran-ujaran tersebut memenuhi unsur menyerang kehormatan atau nama baik secara eksplisit maupun implisit melalui implikatur percakapan yang berpotensi melanggar ketentuan hukum pidana Informasi dan Transaksi Elektronik.
Downloads
References
Ananda, N. R., & Nirmawan. (2024). Analisis Bentuk Kejahatan Berbahasa dalam Bersosial Media (Studi Linguistik Forensik). Bahterasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2).
Askurny, N. R., Syihabuddin, & Saragih, A. (2024). Forensic Linguistics: Deception and Defamation of Digital Discourse. IAFOR Research Archive. https://doi.org/10.22492/issn.2436-0503.2024.53
Fadhlurrohman, F., Saifullah, A. R., & Bachari, A. D. (2024). Analisis Pragmatik Kritis terhadap Tindak Tutur Ujaran Kebencian yang Berdampak Hukum di Media Sosial. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 9(1).
Halid, R. (2022). Tindak tutur pelaku pencemaran nama baik di media sosial: Kajian linguistik forensik. Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 5(2), 441–458. https://doi.org/10.24176/kredo.v5i2.6342
Lestari, D., Firmansyah, D., & Solihat, I. (2023). Ujaran kebencian netizen pada kolom komentar di Instagram BEM KBM Untirta tahun 2022 (kajian linguistik forensik). NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, 4(3), 766–773. https://doi.org/10.55681/nusra.v4i3.1449
Lia, N., Ramadhan, S., & Amir, A. (2024). Ujaran Kebencian Media Sosial Instagram Baim Wong Kasus Prank Polisi: Kajian Linguistik Forensik. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 8(1).
Mahsun. (2018). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Rajawali Pers.
Nuraeny, E., & Wuryantoro, A. (2023). Kajian dan aplikasi forensik dalam perspektif linguistik. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 12–25.
Pratama, P., & Hapsari, R. (2023). Analisis ujaran kebencian di media sosial dalam kajian linguistik forensik. Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa, 1(4), 112–125.
Risqullah, M. A., Rosmaya, M., & Assiroj, P. (2026). Social Media Comments as Forensic Linguistic Corpus in Cybercrime Handling: A Systematic Literature Review. MULTITEK INDONESIA: Jurnal Ilmiah, 20(1). https://doi.org/10.24269/mtkind.v20i1.13854
Sihombing, S., Simanjuntak, V. D., & Baheramsyah, Y. (2023). Analisis dugaan pencemaran nama baik Marissa Icha oleh Medina Zein: Kajian linguistik forensik. Cendekia: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 4(1), 53–61. https://doi.org/10.55606/cendikia.v4i1.2238
Suryani, Y., Istianingrum, R., & Hanik, S. U. (2021). Linguistik forensik ujaran kebencian terhadap artis Aurel Hermansyah di media sosial Instagram. Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 107–118. https://doi.org/10.32528/bb.v6i1.4167
Syahid, A., Muhlisin, & Fauzan, M. (2025). Tindak Tutur Ujaran Kebencian Bermuatan Antargolongan di Media Sosial Indonesia: Kajian Linguistik Forensik. MABASAN, 19(1). https://doi.org/10.62107/mab.v19i1.1037
Syahid, A., Sudana, D., & Bachari, A. D. (2022). Perundungan siber (cyberbullying) bermuatan penistaan agama di media sosial yang berdampak hukum: Kajian linguistik forensik. Semantik, 11(1), 17–32. https://doi.org/10.22460/semantik.v11i1.p17-32
Tarigan, D. M. B., Monika, S., Sauhenda, A. F., & Wahyuniar, W. (2024). Ujaran Kebencian terhadap Capres Cawapres pada Pemilu 2024 di Media Sosial X: Kajian Linguistik Forensik. Kode: Jurnal Bahasa, 13(3). https://doi.org/10.24114/kjb.v13i3.63699
Widyatnyana, K. N., Rasna, I. W., & Putrayasa, I. B. (2023). Analisis Jenis dan Makna Pragmatik Ujaran Kebencian di dalam Media Sosial Twitter. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 12(1). https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2216
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Syarafina Harahap, Putri Alicya Zafira, Dhea Amalia, Husna Hafid, Lili Tansliova

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to AR RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to AR RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.












