Aplikasi Senam Otak Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan bagi Lansia

(1) * Muhammad Fernan Panggih Aufa Ryan Mail (Universitas Harapan Bangsa, Indonesia)
(2) Madyo Maryoto Mail (Universitas Harapan Bangsa, Indonesia)
(3) Ns Arni Nur Rahmawati Mail (Universitas Harapan Bangsa, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Salah satu upaya pencegahan dalam melalui penerapan senam otak yang dapat merangsang kerja otak serta menjaga kemampuan berpikir. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai senam otak di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan meliputi edukasi melalui ceramah, media audia – visual (video, power point, leafleat), serta demonstrasi langsung senam otak. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post – test. Hasil menunjukan bahwa sebelum dilakukan intervensi, mayoritas lansia memiliki pengetahuan baik yaitu 0% atau 0 lansia kategori cukup yaitu 14% atau 5 lansia, sedangkan kategori kurang 86% atau 32 lansia dan setelah melakukan senam otak, terjadi peningkatan signifikan dimana 89% atau 33 lansia berada pada ketegori pengetahuan baik sedangakan ketegori cukup yaitu 11% atau 4 lansia sedangkan kategori kurang yaitu menjedi 0% atau 0 lansia. Dengan demikian, penerapan senam otak terbukti dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan penurunan fungsi kognitif serta mendorong mereka untuk menerapakannya secara mandiri dalam kehidupan sehari – hari.


Keywords


Senam Otak, Fungsi Kognitif, Lansia, Pengetahuan

   

DOI

https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7095
      

Article metrics

10.57235/aurelia.v5i1.7095 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Alfi, M., & Widodo, R. (n.d.). Statistik penduduk lansia Kabupaten Banyumas. Banyumas: BPS Kabupaten Banyumas.

Al-Finatunni’mah, & Nurhidayati. (2020). Senam otak sebagai terapi kognitif pada lansia. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Mardiana, R., & Sugiharto, H. (2022). Populasi lansia di Indonesia dan Jawa Tengah. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.

Masken, D., & Jeanny, A. (2020). Proyeksi penduduk lansia di Asia Tenggara. Yogyakarta: Andi Offset.

P. Senam, A., et al. (2021). Terapi kognitif dan senam otak untuk lansia. Bandung: Refika Aditama.

Senam, P., Widari, A., & Kurniawan, Y. (2021). Pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif lansia. Surabaya: Unesa Press.

Suryatika, D., & Pramono, A. (2019). Fungsi kognitif lansia dalam siklus kehidupan. Jakarta: UI Press.

Wakhid, A., Yuliana, S., & Prasetyo, E. (2017). Peran perawat komunitas dalam peningkatan kesehatan lansia. Jurnal Keperawatan Komunitas, 5(2), 45–52.

Widari, N., Utami, D., & Rahmawati, S. (2022). Perubahan fungsi tubuh dan mental pada lansia. Jurnal Kesehatan Lansia, 4(1), 12–20.

World Health Organization (WHO). (2019). World health statistics: Ageing and health. Geneva: WHO Press.

World Health Organization (WHO). (2020). Ageing population in South-East Asia. Geneva: WHO Press.

World Health Organization (WHO). (2022). Dementia fact sheet. Geneva: WHO Press.

Wulandari, H., Setyawan, B., & Lestari, P. (2023). Prevalensi demensia dan Alzheimer pada lansia di Indonesia. Jurnal Psikogeriatri, 7(1), 33–41.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Muhammad Fernan Panggih Aufa Ryan, Madyo Maryoto, Ns Arni Nur Rahmawati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.