Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Bakteri Uji pada Cangkang Telur

(1) * Putri Patricia Pandiangan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Lamtiurma Lumbantoruan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Gebyta Yani Ndaha Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Ester Ester Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Hairen Br Kaban Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(6) Endang Sulistyarini Gultom Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(7) Nurbaity Situmorang Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap bakteri yang diisolasi dari permukaan cangkang telur. Kontaminasi bakteri, khususnya Salmonella sp., sering ditemukan pada cangkang telur dan berpotensi menyebabkan penyakit bawaan pangan (foodborne disease). Bunga kecombrang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik in vitro dengan rancangan post-test only control group design. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan tiga perlakuan: ekstrak etanol bunga kecombrang (hasil evaporasi), kontrol positif (kloramfenikol), dan kontrol negatif (DMSO). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga kecombrang menghasilkan zona hambat 4,18 mm (vertikal) dan 4,49 mm (horizontal) yang tergolong lemah, sedangkan kontrol positif menghasilkan zona hambat 27,44 mm (sangat kuat) dan kontrol negatif tidak menunjukkan hambatan. Hasil ini membuktikan bahwa ekstrak bunga kecombrang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri cangkang telur, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan antibiotik standar. Senyawa flavonoid, tanin, dan minyak atsiri diduga berperan dalam aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sel dan penghambatan sintesis protein. Dengan demikian, bunga kecombrang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami pengganti antibiotik sintetis.


Keywords


Etlingera elatior, antibakteri, cangkang telur, difusi cakram, DMSO, kloramfenikol

   

DOI

https://doi.org/10.57235/aurelia.v5i1.7330
      

Article metrics

10.57235/aurelia.v5i1.7330 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Arisnawati, Y., & Susanto, A. (2017). Identifikasi bakteri Salmonella sp. pada telur ayam ras (studi di Pasar Pon Jombang). Jurnal Insan Cendekia, 5(1), 33–39.

Brooks, G. F., Carroll, K. C., Butel, J. S., & Morse, S. A. (2020). Mikrobiologi Kedokteran Jawetz, Melnick & Adelberg (Edisi ke-28). Jakarta: EGC.

Cappuccino, J. G., & Sherman, N. (2019). Panduan Praktikum Mikrobiologi (Edisi ke-12). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Cheesbrough, M. (2022). Praktik Laboratorium di Negara Tropis (Edisi ke-3). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Darmayani, S., Rosanty, A., & Vanduwinata, V. (2017). Identifikasi bakteri Salmonella sp. pada telur yang dijual di pasar Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi, 5(1), 21–26. https://doi.org/10.24252/bio.v5(1.342

Farida, S. (2011). Uji Penangkapan Radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH) oleh Fraksi-Fraksi Ekstrak Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa (Bl.) Horan). Skripsi. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Haleagrahara, N., Jackie, T., Chakravarthi, S., Rao, M., & Kulur, A. (2010). Protective effect of Etlingera elatior (torch ginger) extract on lead acetate–induced hepatotoxicity in rats. The Journal of Toxicological Sciences, 35(5), 663–671.

Harianto, H. (2002). Analisa Kandungan Salmonella sp. pada Produk Telur Ayam Ras yang Dipasarkan pada Pasar Tradisional di Kota Medan. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Islamiyati, D., & Husen, F. (2025). Perbandingan aktivitas antibakteri kloramfenikol terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif secara in silico dan in vitro. Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan dan Science, 21(2), 1–8.

Jackie, T., Haleagrahara, N., & Chakravarthi, S. (2011). Antioxidant effects of Etlingera elatior flower extract against lead acetate–induced perturbations in free radical scavenging enzymes and lipid peroxidation in rats. BMC Research Notes, 4(1), 67.

Khor, Y. H., Chakravarthi, S., Haleagrahara, N., & Mallikarjuna, R. (2012). Effect of Etlingera elatior extracts on lead acetate–induced testicular damage: A morphological and biochemical study. Experimental and Therapeutic Medicine, 3, 99–104.

Kusumawati, A., Sari, D. P., & Hidayat, M. (2021). Efektivitas antibakteri ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap Propionibacterium acnes. Jurnal Farmasi Medistra Indonesia, 8(2), 101–108.

Lestari, L. A., Harmayani, E., Utami, T., Sari, P. M., & Nurviani, S. (2018). Dasar-dasar Mikrobiologi Makanan di Bidang Gizi dan Kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Lingga, M. N., Rustikawati, I., & Buwono, I. D. (2012). Efektivitas ekstrak bunga kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) untuk pencegahan serangan Saprolegnia sp. pada lele sangkuriang. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(4), 75–80.

Madigan, M. T., Bender, K. S., Buckley, D. H., Sattley, W. M., & Stahl, D. A. (2021). Biologi Mikroorganisme Brock (Edisi ke-16). Jakarta: Erlangga.

Maimulyanti, A., & Prihadi, A. R. (2015). Chemical composition, phytochemical and antioxidant activity from extract of Etlingera elatior flower from Indonesia. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 3(6), 233–238.

Naufalin, R. (2005). Kajian Sifat Antimikroba Ekstrak Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) terhadap Berbagai Mikroba Patogen dan Perusak Pangan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ora, F. H. (2015). Buku Ajar Struktur & Komponen Telur (Ed. 1, xviii + 214 hlm.). Yogyakarta: Deepublish.

Putri, W. R., & Hasibuan, R. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Bioilmi: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Biologi, 8(1), 30–37.

Rasool, S., Zaman, G., & Khan, I. (2022). Mekanisme kerja dan resistensi kloramfenikol pada patogen bakteri: Suatu tinjauan. Jurnal Penelitian Mikrobiologi Internasional, 14(3), 45–53.

Rizaldi, A., & Zelpina, E. (2020). Kualitas mikrobiologi telur ayam berdasarkan jumlah total mikroba dan koliform di Pasar Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur. Journal of Livestock and Animal Health, 3(2), 45–48. https://doi.org/10.32530/jlah.v3i2.27

Sari, N. P., Simatupang, R. M., & Lubis, N. (2023). Uji aktivitas antibakteri ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 456–463.

Silalahi, M. (2017). Senyawa metabolit sekunder pada Etlingera elatior (Jack) R. M. Smith. Jurnal Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek II.

Sinaga, M. D., & Sembiring, N. S. B. (2016). Penerapan metode Dempster Shafer untuk mendiagnosa penyakit akibat bakteri Salmonella. CogTo Smart Journal, 2(2), 94–107. https://doi.org/10.31154/cogito.v2i2

Sofa, F., & Anshary, M. (n.d.). Kecombrang (Etlingera elatior): Sebuah Tinjauan Penggunaan Secara Tradisional, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologinya. Jurnal Neliti, 9(1), 19–28.

Sudaryani, T. (2003). Kualitas Telur. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sukandar, D., Nuria, M. C., & Susilowati, R. (2015). Karakterisasi senyawa aktif antibakteri ekstrak air bunga kecombrang (Etlingera elatior). Valensi: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Kimia, 1(2), 79–86.

Sukandar, D., Radiastuti, N., Jayanegara, I., & Hudaya, A. (2010). Karakterisasi senyawa aktif antibakteri ekstrak air bunga kecombrang (Etlingera elatior) sebagai bahan pangan fungsional. Valensi, 1, 333–339.

Suryani, D., & Wahyuni, R. (2021). Aktivitas antibakteri ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Biologi Tropis, 21(3), 501–507.

Syamsir, E. (2010). Keamanan mikrobiologi telur. Jurnal IPB.

Usman, D., Ashar, T., & Naria, E. (2014). Analisa kandungan Salmonella sp. pada telur mentah dan telur setengah matang pada warung di Jalan Samanhudi Kelurahan Hamdan Kecamatan Medan Maimun tahun 2013. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan Kerja, 3(1), 1–6.

Valianty, K. (2002). Potensi Antibakteri Minyak Bunga Kecombrang. Skripsi. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Putri Patricia Pandiangan, Lamtiurma Lumbantoruan, Gebyta Yani Ndaha, Ester Ester, Hairen Br Kaban, Endang Sulistyarini Gultom, Nurbaity Situmorang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.