Analisis Koordinasi Tim Apron Movement Control (AMC) dalam Menunjang Keamanan dan Keselamatan Area Airside di Yogyakarta Internasional Airport
DOI:
https://doi.org/10.57235/helium.v3i1.7889Keywords:
Apron Movement Control, Koordinasi, Airside Safety, Bandar UdaraAbstract
Keamanan dan keselamatan area airside merupakan aspek krusial dalam operasional bandar udara yang menuntut koordinasi yang efektif antar unit kerja. Apron Movement Control (AMC) memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan seluruh aktivitas di apron guna mencegah terjadinya gangguan operasional dan insiden keselamatan. Kompleksitas pergerakan pesawat, Ground Support Equipment (GSE), serta keterlibatan banyak unit kerja menjadikan koordinasi sebagai faktor kunci dalam pengawasan airside. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk koordinasi tim Apron Movement Control (AMC) dalam menunjang keamanan dan keselamatan area airside di Yogyakarta International Airport, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas koordinasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik koordinasi AMC di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi tim AMC dilakukan melalui koordinasi internal antar petugas serta koordinasi eksternal dengan unit terkait seperti Air Traffic Control, Aviation Security, Ground Handling, Airport Rescue and Fire Fighting, dan teknisi bandara. Koordinasi tersebut diwujudkan melalui komunikasi operasional yang terstandarisasi, penerapan SOP, pengawasan pergerakan pesawat dan GSE, serta peran supervisi dalam pengambilan keputusan. Efektivitas koordinasi dipengaruhi oleh kejelasan SOP, kualitas komunikasi, kompetensi sumber daya manusia, kepemimpinan, dukungan teknologi, kondisi lingkungan kerja, dan budaya keselamatan organisasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa koordinasi AMC yang efektif berkontribusi signifikan terhadap terjaganya keamanan dan keselamatan airside. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan sistem koordinasi, peningkatan kompetensi petugas, serta pengembangan budaya keselamatan secara berkelanjutan guna mendukung operasional airside yang aman dan andal.
References
Annex 17 tentang Security dan Document-8973 tentang Security Manual for Safeguarding Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference. ICAO
Borean, A. (2024). Kajian Peran Petugas Apron Movement Control (AMC) dalam Menjalankan Prinsip 3S + 1C di Wilayah Airside Bandar Udara Internasional Sentani Jayapura, Papua. Jurnal Mahasiswa: Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa, 6(2), 1-11.
Fauziah, S., & Rubi, Y. D. M. (2024). Pengaruh Situation Awareness terhadap Kinerja Petugas Airside di Bandar Udara. Jurnal Manajemen Dirgantara, 17(2), 539-550.
Handoko (2018). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.
Jumhari & Laksana, A. P (2022). Analisis Pelanggaran di Wilayah Apron Terhadap Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Nusa Tenggara Barat. Jurnal Kewarganegaraan, 6(3), 5996-6005.
Katz, D., & Kahn, R. L. (2015). The social psychology of organizations. New York, NY: Wiley.
Marwati, H. N. (2022). Analisis Koordinasi Tim Unit Apron Movement Control (AMC) Dalam Penanganan Parkir Pesawat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Jurnal Multidisiplin Madani, 2(5), 2187-2200.
Mintzberg, H. (2017). The Structuring of Organizations: A Synthesis of the Research. Prentice-Hall.
Napitupulu, T. A. P., & Syaputra, A. (2024). Analisis Kolaborasi Dan Team Kerja Apron Movement Control Dalam Management Parking Stand Di Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 2(1), 128-141.
Nazir, M (2018). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Pamungkas, R. P. (2025). Analisis Koordinasi Petugas Apron Movement Control (AMC) Dalam Penempatan Parking Stand Pesawat Di Bandar Udara Internasional Yogyakarta. HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis, 3(5), 1134-1144.
Peraturan Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 038 Tahun 2017 tentang Apron Management Service. Jakarta: Kementerian Perhubungan
Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 262 Tahun 2017 tentang Standar Teknis dan Operasional Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Manual of Standard CASR-139) Volume I (Aerodrome). Jakarta: Kementerian Perhubungan
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 31 Tahun 2013 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional. Jakarta: Kementerian Perhubungan
Peraturan Pemerintah RI Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Jakarta: Kementerian Perhubungan
Prodjowijono (2017). Manajemen. Jakarta: Gunung Mulia
Rahardjo, W., & Dewantoro, T. 2022. Evaluasi Sistem Mitigasi Gangguan Satwa Liar Di Bandara Perintis Indonesia Bagian Timur. Jurnal Transportasi Udara, 9(1), 25–36.
Reason, J. (2015). Human Errors Models and Management.Tecnatom. England: Cambridge University Press.
Reason, J. (2015). Managing the risks of organizational accidents. Ashgate Publishing.
Robbins & Judge (2017). Organizational Behaviour. Jakarta: Salemba Empat.
Safitri, A. R. (2021). Analisis Pelaksanaan Pengawasan Personel Apron Movement Control (AMC) terhadap Kinerja Operator Ground Service di Airside Bandar Udara Internasional di Soemarmo Surakarta. Jurnal Penelitian, 6(3), 227-236.
Terry, George R. (2017). Dasar-Dasar Manajemen (terjemahan). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Wibowo (2020). Manajemen Kinerja. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to HELIUM: Journal of Health Education Law Information and Humanities Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to HELIUM: Journal of Health Education Law Information and Humanitiesa Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.










