Tantangan dan Strategi Inovatif Pendidikan Kewarganegaraan pada Daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.57235/jalu.v1i2.7045Keywords:
Pendidikan Kewarganegaraan, Daerah 3T, Inovasi Pembelajaran, Pemerataan PendidikanAbstract
Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang luas. Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan signifikan dalam pemerataan akses serta kualitas pendidikan, terutama di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), sebagai pilar pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan, memegang peranan yang sangat krusial di wilayah-wilayah strategis ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika utama serta merumuskan strategi pembelajaran PKn yang efektif untuk diterapkan di daerah 3T. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi literatur (literature review), dengan cara menganalisis berbagai dokumen hukum, artikel ilmiah, dan buku yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama meliputi keterbatasan kualitas dan kuantitas guru, minimnya infrastruktur dan media pembelajaran, serta tantangan geografis yang unik. Sebagai solusinya, penelitian ini menyimpulkan strategi yabg inovatif seperti optimalisasi dengan pendekatan pembelajaran kelas rangkap (PKR), penerapan metode Contextual Teaching and Learning (CTL), serta penggunaan story telling untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara efektif di tengah keterbatasan yang ada.
Downloads
References
Ayudhia Nur Luthfia, Nabila Putri Wahiddiyah, Desy Safitri, & Sujarwo Sujarwo. (2023). Analisis Problematika Pendidikan Indonesia Di Wilayah 3T. Guruku: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 1(4), 36–46. https://doi.org/10.59061/guruku.v1i4.491
Hasanah, A., Indrawadi, J., & Montessori, M. (2020). Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Daerah Tertinggal. Journal of Moral and Civic Education, 4(2), 69–77. https://doi.org/10.24036/8851412412020223
Ismail, H., Ramadhanty, H. V., Rizky, M., & Nurgiansah, T. H. (2024). Wawasan Nusantara: Dasar Pemikiran, Penerapan, dan Analisis Contoh Kasus. 1(1).
Khanifah, S. (2020). Story Telling Sebagai Media Pendidikan Karakter Kebangsaan Di Daerah 3T. Jurnal Ilmiah WUNY, 2(1). https://doi.org/10.21831/jwuny.v2i1.30946
Nurgiansah, T. H., & Rachman, F. (2022). Nasionalisme Warga Muda Era Globalisasi: Pendidikan Kewarganegaraan di Perbatasan. Jurnal Kewarganegaraan, 19(1), 66. https://doi.org/10.24114/jk.v19i1.33214
Permendesa Nomor 11 Tahun 2020. (n.d.).
Perpres Nomor 63 Tahun 2020. (n.d.).
Pradita, T. N. (2017). Sikap Patriotisme Bagi Warga Negara Di Daerah 3t. 1(2).
Putra, M. T. F., Arianti, A., & Elbadiansyah, E. (2019). Analisis Penerapan Model Dan Metode Pembelajaran Tepat Guna Pada Daerah 3t (Terdepan,Terpencil Dan Tertinggal) Di Kabupaten Mahakam Ulu. Sebatik, 23(2), 317–323. https://doi.org/10.46984/sebatik.v23i2.776
Rahmawati, A. P. (2022). Sistem Pemerataan Guru Nasional (SPGN) Sebagai Sistem Penyebaran Guru Untuk Mengatasi Ketimpangan Pendidikan di Daerah 3T. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 5(2), 293. https://doi.org/10.20961/shes.v5i2.59337
Rivalina, R. (2016). Peran Guru Garis Depan Dalam Mengembangkan Sekolah Efektif. Perspektif Ilmu Pendidikan, 30(2), 77–86. Https://Doi.Org/10.21009/Pip.302.2
Siahaan, S. (2018). Perintisan Model Pembelajaran Terintegrasi Tik Di Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal, Dan Perbatasan. Jurnal Teknodik, 171–185. Https://Doi.Org/10.32550/Teknodik.V0i0.459
Uu No.43 Th 2008. (N.D.).
Vania, A. S., Septianingrum, A. D., Suhandi, A. M., & Prihantini, P. (2021). Revitalisasi Peran Guru Dalam Pengelolaan Kelas Di Daerah Terdepan, Terluar, Dan Tertinggal (3t) Pada Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Basicedu, 5(6), 5142–5150. Https://Doi.Org/10.31004/Basicedu.V5i6.1587
Vega, A. (2024). Kesetaraan Akses Pendidikan: Analisis Pengimplementasian Nilai Pancasila Dalam Pemerataan Akses Pendidikan Di Indonesia. 1(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JALU: Justice Amnesty Law and Undoing Journal Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JALU: Justice Amnesty Law and Undoing Journal a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.






