Perlindungan Hukum Pekerja Platform Digital di Era Gig Economy: Analisis Kerangka Hukum Ketenagakerjaan Indonesia dalam Perspektif Perbandingan Hukum

Authors

  • Raden Mahaputra Alfariza Martadikusumah Universitas Tarumanagara, Indonesia
  • Gunardi Lie Universitas Tarumanagara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jalu.v2i1.8241

Keywords:

Gig Economy, Pekerja Platform, Hukum Ketenagakerjaan, Subordinasi Algoritmis, Perlindungan Sosial

Abstract

Perkembangan platform digital berbasis algoritma telah menghadirkan jutaan pekerja yang beroperasi di luar cakupan perlindungan hukum perburuhan formal. Penelitian ini mengkaji satu permasalahan pokok: apakah kerangka hukum ketenagakerjaan Indonesia yang berlaku saat ini mampu memberikan perlindungan yang memadai bagi pekerja platform digital, dan model regulasi apa yang paling tepat diadaptasi untuk menutup kesenjangan tersebut? Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perbandingan hukum, penelitian ini menelaah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, Undang-Undang Cipta Kerja 2020, serta regulasi dari Uni Eropa, Inggris Raya, Perancis, dan Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dikotomi karyawan-kontraktor dalam hukum Indonesia tidak mampu menangkap realitas subordinasi algoritmis yang menjadi karakter utama relasi kerja platform. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan kategori hukum baru berupa pekerja mandiri dependen disertai perluasan kewajiban jaminan sosial bagi perusahaan platform.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. (2022). Laporan Tahunan 2022: Perluasan Kepesertaan Pekerja Informal. BPJS Ketenagakerjaan.

Badan Pusat Statistik. (2023). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia: Agustus 2023. BPS.

California Assembly Bill 5 (AB5). Stats. 2019, ch. 296.

Cherry, M. A., & Aloisi, A. (2017). "Dependent Contractors" in the Gig Economy: A Comparative Approach. American University Law Review, 66(3), 635-689.

Cour de Cassation (Perancis). (2020). Chambre Sociale, Arret no. 1737 du 4 mars 2020 (19-13.316).

Davidov, G. (2016). A Purposive Approach to Labour Law. Oxford University Press.

De Stefano, V., & Aloisi, A. (2018). European Legal Framework for "Digital Labour Platforms". ILO Research Paper.

Deakin, S., & Wilkinson, F. (2005). The Law of the Labour Market: Industrialization, Employment and Legal Evolution. Oxford University Press.

Directive (EU) 2024/2831 of the European Parliament and of the Council of 23 October 2024 on improving working conditions in platform work. Official Journal of the European Union.

Harmon, O., & Islam, N. (2021). A Third Way: Reforming Labour Law for Platform Workers. Oxford Journal of Legal Studies, 41(4), 997-1020.

Hendrickx, F. (2020). Platform Work and Employment Status: Comparative and International Perspectives. International Journal of Comparative Labour Law and Industrial Relations, 36(2), 119-143.

Hernawan, A. (2021). Ketidakjelasan Hubungan Kerja dalam Ekosistem Ekonomi Platform di Indonesia. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 28(3), 592-615.

ILO Recommendation No. 198 concerning the Employment Relationship (2006).

International Labour Organization. (2006). Recommendation No. 198 concerning the Employment Relationship. ILO.

International Labour Organization. (2021). World Employment and Social Outlook 2021: The Role of Digital Labour Platforms in Transforming the World of Work. ILO.

Kementerian Ketenagakerjaan RI. (2024). Peta Jalan Ekonomi Digital dan Perlindungan Pekerja Platform 2024-2030. Kemenaker RI.

Koalisi Ojek Online Indonesia. (2022). Laporan Kondisi Kerja Pengemudi Ojek Online di Indonesia. KOOI.

Krueger, A. B., & Katz, L. F. (2019). The Rise and Nature of Alternative Work Arrangements in the United States, 1995-2015. ILR Review, 72(2), 382-416.

Lubis, T. M. (2021). Perlindungan Hak-Hak Pekerja di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 51(1), 1-20.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2019). Putusan Nomor 892 K/Pdt/2019.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2021). Putusan Nomor 91/PUU-XVIII/2020.

Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 45.

Prassl, J. (2018). Humans as a Service: The Promise and Perils of Work in the Gig Economy. Oxford University Press.

Rosenblat, A. (2018). Uberland: How Algorithms Are Rewriting the Rules of Work. University of California Press.

Rouf, A., & Hidayat, A. (2022). Perlindungan Hukum Pekerja Platform Digital dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Jurnal Hukum Bisnis, 41(1), 30-50.

Setiawan, A. R. (2022). Urgensi Regulasi Ekonomi Gig di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 22(4), 445-460.

Solano, H., & Cherry, M. A. (2022). Regulating Gig Work in Latin America and Asia. Comparative Labor Law & Policy Journal, 43(1), 77-102.

Srnicek, N. (2017). Platform Capitalism. Polity Press.

UK Supreme Court. (2021). Uber BV and others v Aslam and others [2021] UKSC 5.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39.

Usfunan, J. (2022). Kedudukan Hukum Pekerja Transportasi Online dalam Sistem Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Kertha Patrika, 44(1), 20-35.

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Martadikusumah, R. M. A., & Lie, G. (2026). Perlindungan Hukum Pekerja Platform Digital di Era Gig Economy: Analisis Kerangka Hukum Ketenagakerjaan Indonesia dalam Perspektif Perbandingan Hukum. Justice Amnesty Law and Undoing Journal, 2(1), 18–25. https://doi.org/10.57235/jalu.v2i1.8241

Issue

Section

Articles

Citation Check