Dampak Kontrol Orang Tua yang Berlebihan terhadap Interaksi Sosial Usia Remaja

Authors

  • Najwa Dya Annisa Universitas Sumatera Utara, Indonesia
  • Yosefa Fras Viktorya Situmorang Universitas Sumatera Utara, Indonesia
  • Devina Dwi Puspita Harefa Universitas Sumatera Utara, Indonesia
  • Shena Pelicia Jovanca Situmorang Universitas Sumatera Utara, Indonesia
  • Citra Anita Lase Universitas Sumatera Utara, Indonesia
  • Hairani Siregar Universitas Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jalu.v2i1.8555

Keywords:

Pola Asuh, Kontrol Berlebih, Interaksi Sosial, Remaja

Abstract

Pola asuh yang terlalu mengontrol berdampak pada perkembangan psikososial remaja, khususnya kemampuan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kontrol orang tua yang berlebihan terhadap interaksi sosial remaja dalam konteks sosiologi keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan kuesioner berskala Likert dan pertanyaan terbuka, melibatkan 30 responden remaja berusia 13–22 tahun melalui teknik purposive sampling secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kontrol berlebihan lebih bersifat psikologis daripada fisik. Sebanyak  60% responden tidak percaya diri mengambil keputusan mandiri, 47% memendam masalah, 40% takut berbicara jujur kepada orang tua, dan 66% pernah bertindak secara diam-diam. Meskipun 93% merasa bahagia di lingkungan keluarga, 33% mengalami hambatan mengekspresikan emosi secara terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontrol berlebihan menghambat otonomi remaja dan mendorong pergeseran figur kepercayaan dari orang tua ke teman sebaya. Diperlukan transformasi pola pengasuhan menuju pendekatan yang berbasis dialog dan pemberdayaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeyola, A. P., Septriani, T., & Haryati, A. (2024). Analisis pola asuh strict parents terhadap anak remaja di lingkungan keluarga. DAWUH: Da'wah & Education Journal, 5(1), 27–35. https://siducat.org/index.php/dawuh

Agustina & Appulembang, Y. A. (2017). Pengaruh pola asuh terhadap kualitas hidup siswa pelaku tawuran. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(1), 210–215.

Argasiam, B. (2024). Psikologi perkembangan: Mosaik kehidupan dan perkembangan manusia sepanjang hidup. Unaki Press.

Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95.

Halik. (2024). Pendidikan sebagai arena simbolik: Telaah konseptual interaksionisme simbolik George H. Mead. Jurnal Ilmiah Guru Madrasah (JIGM), 3(1), 27–41. https://jigm.lakaspia.org

Kamilla, K. N., Saputri, A. N. E., Fitriani, D. A., Az Zahrah, S. A., Andryana, P. F., Ayuningtyas, I., & Firdausia, I. S. (2022). Teori perkembangan psikososial Erik Erikson. ECJ: Early Childhood Journal, 3(2), 77–87. https://doi.org/10.30872/ecj.v3i2.4835

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Najwa Dya Annisa, Yosefa Fras Viktorya Situmorang, Devina Dwi Puspita Harefa, Shena Pelicia Jovanca Situmorang, Citra Anita Lase, & Hairani Siregar. (2026). Dampak Kontrol Orang Tua yang Berlebihan terhadap Interaksi Sosial Usia Remaja. Justice Amnesty Law and Undoing Journal, 2(1), 417–424. https://doi.org/10.57235/jalu.v2i1.8555

Issue

Section

Articles

Citation Check