Pelestarian Pesta Tapai Sebagai Warisan Budaya Etnis Melayu Batubara: Pendekatan Solusi Melalui Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Authors

  • Dhea Amalia Universitas Negeri Medan
  • Mega Kristina Purba Universitas Negeri Medan
  • Mieke Angelika Siburian Universitas Negeri Medan
  • Sabrina Pramesuary Dwi Nanda Universitas Negeri Medan
  • Siti Azura Universitas Negeri Medan
  • Syamsul Arief Siregar Universitas Negeri Medan
  • Lasenna Siallagan Universitas Negeri Medan

Keywords:

Identitas Budaya, Pesta Tapai, Pariwisata, Nilai Budaya, Tradisi

Abstract

Identitas budaya adalah pemahaman mendasar mengenai ciri-ciri unik yang dimiliki oleh suatu kelompok, mencakup pola hidup, tradisi, bahasa, serta nilai-nilai yang dianut oleh individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelestarian Pesta Tapai sebagai sumber daya pariwisata berkelanjutan. Strategi pelestarian mencakup identifikasi nilai budaya, pengembangan model pariwisata berkelanjutan, keterlibatan komunitas, dan peningkatan kesadaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai budaya dalam Pesta Tapai, potensi sebagai objek wisata berkelanjutan, dampak sosial ekonomi, dan tantangan dalam pelestariannya. Pesta Tapai adalah tradisi Melayu yang kaya akan nilai budaya dan memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan keterlibatan masyarakat lokal, dukungan pemerintah, dan upaya dokumentasi yang baik, Pesta Tapai dapat terus hidup sebagai warisan budaya yang berharga. Penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, memperkuat kemitraan antargenerasi, dan mempromosikan tradisi ini secara luas agar dapat dipertahankan dan dinikmati oleh generasi selanjutnya. Dengan langkah-langkah pelestarian yang tepat, Pesta Tapai dapat menjadi simbol keberlanjutan budaya dan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan wisatawan.

References

Admin. (2024). Pesta Tapai Batubara Tradisi yang Harus Dipertahankan. https://ladangberita.id/berita/detail/pesta-tapai-batubara-tradisi-yang-harus-dipertahankan. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2024.

Aisyianita, R. A. (2017). Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di D. I. Yogyakarta Melalui Pendekatan Kewirausahaan Sosial. Jurnal Media Wisata, 15(2), 608– 618.

Buqori, I. S. (2008). Potensi Gunung Kelud Sebagai Daya Tarik Wisata Kabupaten Kediri (Universitas Sebelas Maret). Retrieved from perpustakaan.uns.ac.id

Faisal, M. (2021). Kepercayaan Dan Adat Masyarakat Melayu Batu Bara. Fakultas Ilmu Sosial UIN SU, Medan.

Khairuddin & Ichwan, A. (2017). Identitas Etnik Melayu Batubara. Jurnal Antropologi Sumatera, 15(1), 241-251.

Kuliner Sumut. (2023). Tradisi Pesta Tapai di Batubara. https://www.waspada.id/sumut/tradisi-pesta-tapai-di-batubara/. Diakses pada tanggal 12 Oktober 2024.

Musaddad, A, A,. dkk. (2019). PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI INDONESIA. Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen. 2(01).

Nurhasanah, Susana, I. (2017). PERWUJUDAN PARIWISATA BERKELANJUTAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DI PULAU PAHAWANG, PESAWARAN, PROVINSI LAMPUNG. Jurnal Tata Loka. 29(02). 117-228.

Purnamasari, A. M. (2011). Pengembangan Masyarakat Untuk Pariwisata di Kampung Wisata Toddabojo Provinsi Sulawesi Selatan. Journal of Regional and City Planning, 22(1), 49–64.

Raverawaty, dkk. (2019). Pendampingan Pelestarian Budaya sebagai Objek Wisata melalui Festival Kampung. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 331 – 341.

Redaksi. (2024). Nizhamul Berharap Pesta Tapai Jadi Promosi Tradisi Masyarakat Pesisir. https://klikcerah.com/batu-bara/2024/03/04/nizhamul-berharap-pesta-tapai-jadi-promosi-tradisi-masyarakat-pesisir/. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2024.

Sahir, S.H. (2021). Metodologi Penelitian. Medan: PENERBIT KBM INDONESIA.

Sari, Milya dan Asmendri. Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian Pendidikan IPA. Jurnal Natural Science, ISSN: 2715-470X (Online), 2020.

Warni, W., Afria, R. (2020). Analisis Ungkapan Tradisional Melayu Jambi. Kajian Hermeneutik. Sosial Budaya, 17(2), 83-94.

Downloads

Published

2024-11-30