Pendidikan Kolonial di Hindia Belanda: Akar Lahirnya Elit Pribumi Nasionalis

Authors

  • Heri Agung Ramdani Universitas Negeri Medan
  • Alpha Bestly Sembiring Universitas Negeri Medan
  • Key BJ Nababan Universitas Negeri Medan
  • Enjelika Sitorus Universitas Negeri Medan
  • Raymond Simamora Universitas Negeri Medan

Keywords:

Pendidikan Kolonial, Elit Pribumi, Nasionalisme, Hegemoni, Hindia Belanda

Abstract

Penelitian ini mengkaji ambivalensi pendidikan kolonial di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Meskipun sering dianggap sebagai alat kontrol sosial, pendidikan kolonial secara tak terduga melahirkan elit pribumi yang memicu gerakan nasionalis. Melalui pendekatan historis-kritis, analisis sumber, dan kerangka teori hegemoni Antonio Gramsci, penelitian ini menafsirkan kaum intelektual terdidik sebagai "intelektual organik". Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi kelas dan etnis dalam pendidikan kolonial menumbuhkan kesadaran politik yang unik, yang mengarah pada generasi intelektual yang memelopori perlawanan ideologis terhadap kolonialisme. Studi ini menegaskan bahwa pendidikan, meskipun dirancang sebagai alat kekuasaan, menyimpan potensi sebagai ruang resistensi yang berkontribusi pada delegitimasi dominasi kolonial.

References

Afandi, A. N., Swastika, A. I., & Evendi, E. Y. (2020). Pendidikan pada masa pemerintah kolonial di Hindia Belanda tahun 1900–1930. Jurnal Artefak, 7(1), 21–30. https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/artefak

Endah, S. (2017). Anatomi teori hegemoni Antonio Gramsci. Jurnal Translitera, 5, 11–20. Universitas Islam Balitar.

Fakhriansyah, M., & Patoni, I. R. P. (2019). Akses pendidikan bagi pribumi pada periode Etis (1901–1930). Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(2), 122–134. https://doi.org/10.21009/JPS.082.03

Frankema, E. (2013). Why was the Dutch legacy so poor? Educational development in the Netherlands Indies, 1871–1942. Masyarakat Indonesia, 39(2), 307–332.

Jurgens, L. K. (2021). Understanding research methodology: Social history and the Reformation period in Europe. Religions, 12(6), 370. https://doi.org/10.3390/rel12060370

Kurniawati, Y., & Santosa, A. B. (2023). Ragam pendidikan guru masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Factum: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 12(2), 257–276. https://doi.org/10.17509/factum.v12i2.64131

Nurhakim, H. A., & Fahruddin. (2024). Sistem pendidikan Hindia Belanda pada masa kebijakan politik etis. Jurnal Pendidikan Sejarah, 13(1), 52–63. https://doi.org/10.21009/JPS.131.03

Prayudi, G. M., & Salindri, D. (2015). Pendidikan pada masa pemerintahan kolonial Belanda di Surabaya tahun 1901–1942. Publika Budaya, 1(3), 20–34. Universitas Jember. https://core.ac.uk/display/290559825

Westberg, J. (2025). Historical methods in educational research: Sources, contextualisation, periodisation and analysis. Paedagogica Historica. Advance online publication. https://doi.org/10.1080/00309230.2025.2473704

Yahya, F. A. (2017). Membangun masyarakat berdaya (Telaah atas konstruksi teori hegemoni dan intelektual organik Antonio Gramsci). Jurnal Translitera, 275–280. IAIN Ponorogo.

Downloads

Published

2025-12-02