Kebijakan Agraria 1870 dan Dampaknya terhadap Mobilitas Sosial Masyarakat Jawa
Keywords:
Kebijakan Agraria 1870, Domein Verklaring, Mobilitas Sosial, Masyarakat JawaAbstract
Penelitian ini mengkaji dampak Kebijakan Agraria 1870 (Agrarische Wet) terhadap mobilitas sosial masyarakat Jawa pada masa kolonial. Melalui prinsip domein verklaring, tanah yang tidak memiliki bukti kepemilikan tertulis ditetapkan sebagai milik negara kolonial dan kemudian disewakan kepada investor swasta melalui hak guna usaha jangka panjang. Akibatnya, sebagian besar petani kehilangan kemandirian agraris dan terpaksa beralih menjadi buruh perkebunan atau pekerja kontrak. Kebijakan ini melahirkan stratifikasi sosial baru di pedesaan, memperkuat relasi patron-klien, serta mendorong migrasi internal yang membentuk kelas pekerja baru. Namun, mobilitas sosial yang tercipta cenderung bersifat semu karena ketergantungan terhadap harga komoditas global. Lebih jauh, warisan hukum kolonial berupa domein verklaring masih memengaruhi kebijakan agraria Indonesia hingga kini, sehingga ketimpangan dan konflik agraria terus berlanjut. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa Kebijakan Agraria 1870 bukan hanya instrumen ekonomi, melainkan juga instrumen politik kolonial yang membentuk ulang struktur sosial-ekonomi masyarakat Jawa.
References
Ahmad Nashih Luthfi, M. Fauzi, & Razif. (2019). Kronik Agraria Indonesia: Memperluas Imajinasi Lintas Zaman, Sektor, dan Aktor. Among Karta, Sleman.
Batubara, B. (2022). Extended agrarian question in concessionary capitalism. SAGE Open, 11(2), 232–255.
Boedi Harsono. (1999). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya, Jilid 1, Hukum Tanah Nasional. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Booth, A. (1998). The Indonesian economy in the nineteenth and twentieth centuries: A history of missed opportunities. Macmillan.
Breman, J. (2014). Keuntungan kolonial dari kerja paksa: Sistem Priangan dari tanam paksa kopi di Jawa, 1720-1870. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
De Zwart, P., & van Zanden, J. L. (2015). Labor, wages, and living standards in Java, 1680–1914. European Review of Economic History, 19(3), 215–234.
Houben, V. (1999). Colonial migration and the formation of new workers in Java, 1870–1914. Itinerario, 23(3–4), 65–85.
Li, T. M. (2014). Land’s end: Capitalist relations on an indigenous frontier. Duke University Press.
Matali, M. (2021). Cultuurstelsel di Ujung Timur Pulau Jawa: Studi Kasus Penerapan Tanam Paksa di Banyuwangi. Jurnal Sangkala, 4(1).
Pamungkas, S. C. (2022). Transformasi UU Agraria Tahun 1870 Ke UUPA 1960 Pada Masa Dekolonisasi Kepemilikan Tanah Pasca Kemerdekaan di Indonesia. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities, 2(2).
Pelealu, A. E & Max. L. T. (2024). Buku Ajar Sejarah Agraria. Purbalingga: Eureka Media Aksara
Peluso, N. L., & Afiff, S. (2008). Claiming the grounds for reform: Agrarian and environmental movements in Indonesia. Journal of Agrarian Change, 8(2–3), 377–407.
Rahmadani, S., & Kandias Saraan, M. I. (2022). Dinamika Perkembangan Reforma Agraria di Indonesia. Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP), 1(2).
Ricklefs, M. C. (2001). A History of Modern Indonesia since c.1200 (3rd ed.). California: Stanford University Press.
Ricklefs, M. C. (2008). A history of modern Indonesia since c.1200 (4th ed.). Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
White, B. (2012). Changing patterns of rural class relations in Indonesia. Journal of Agrarian Change, 12(2–3), 180–200.
Yuliati, Y. (2018). Dampak Kebijakan Kolonial di Jawa. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(1).
Zulyanti, M., Zuriatin, Z., Syahbuddin, S., & Hidayat, A. G. (2025). Dampak Kebijakan Agraria Pemerintah Kolonial Belanda terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani di Pulau Jawa, 1870-1940. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 9(2), 336-349.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.