(2) Gunardi Lie
*corresponding author
AbstractPrinsip pacta sunt servanda sebagai asas fundamental hukum perjanjian internasional menegaskan bahwa kontrak bisnis lintas negara wajib dipatuhi para pihak layaknya undang-undang, namun dalam praktiknya penerapannya seringkali menghadapi tantangan berupa perbedaan sistem hukum, interpretasi kontrak, serta kondisi luar biasa yang menuntut keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan kepatutan dalam penyelesaian sengketa bisnis internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan prinsip pacta sunt servanda dalam menentukan tanggung jawab hukum para pihak pada sengketa transaksi bisnis internasional serta mengkaji mekanisme penyelesaian sengketa bisnis internasional dalam menafsirkan tanggung jawab hukum tersebut. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, berlandaskan studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, serta tersier, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip pacta sunt servanda merupakan asas fundamental dalam transaksi bisnis internasional yang menjamin kepastian hukum dengan mengikat para pihak layaknya undang-undang, sehingga pelanggaran kontrak menimbulkan tanggung jawab hukum berupa pemenuhan prestasi, ganti rugi, atau pembatalan kontrak, namun penerapannya tetap memperhatikan pengecualian seperti force majeure, hardship, dan asas rebus sic stantibus demi menjaga keadilan; dalam praktiknya, pengadilan nasional menafsirkan asas ini sesuai hukum domestik, arbitrase internasional lebih fleksibel dengan doktrin hukum internasional, sedangkan ADR menekankan kompromi sukarela, sehingga meskipun asas ini menegaskan kepatuhan kontrak, penafsirannya dilakukan secara kontekstual agar seimbang antara kepastian hukum, keadilan, dan praktik internasional, yang bagi Indonesia penting dipahami untuk melindungi kepentingan pelaku usaha dalam transaksi global. KeywordsPacta Sunt Servanda, Sengketa Internasional, Tanggung Jawab, Arbitrase, Kepastian Hukum
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/jerumi.v3i2.7184 |
Article metrics10.57235/jerumi.v3i2.7184 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Adi, D. P. (2017). Absorbsi Prinsip â€Rebus Sic Stantibus†Dalam Kerangka Pembaharuan Hukum Perjanjian Nasional. Jatiswara, 30(1). https://doi.org/10.29303/jtsw.v30i1.91
Adolf, H. (2024). Prinsip Itikad Baik (Good Faith) dalam Hukum Kontrak. BANI Arbitration and Law Journal, 1(1), 26–42. https://doi.org/10.63400/balj.v1i1.3
Angga Adi Utama, I. G. (2019). Asas Pacta Sunt Servanda Dalam Perspektif Hukum Perjanjian Internasional. Ganesha Civic Education Journal, 1(1), 37–48. https://doi.org/10.23887/gancej.v1i1.62
Armandhanto, T., Budiarsih, B., & M, Y. A. (2021). Paradigma Prinsip Hardship Dalam Hukum Perjanjian Pasca Era New Normal Di Indonesia. Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, 50–60. https://doi.org/10.30996/jhbbc.v4i1.4441
Astiti, N. A., & Tarantang, J. (2019). Penyelesaian Sengketa Bisnis Melalui Lembaga Arbitrase. Jurnal Al-Qardh, 3(2), 110–122. https://doi.org/10.23971/jaq.v3i2.1179
Baharuddin, M. Y. A. (2024). Peran Hukum Arbitrase Dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Nasional. Jurnal Risalah Kenotariatan, 5(2), 310–320. https://doi.org/10.29303/risalahkenotariatan.v5i2.209
Cahyo, Y. T., & Kurnianingsih, M. (2023). Pacta Sunt Servanda: Legal Dynamics in Indonesian Context. Walisongo Law Review (Walrev), 5(1), 31–54. https://doi.org/10.21580/walrev.2023.5.1.14585
Effendy, Y., & Anggawira, A. (2025). Bentuk Pertanggungjawaban Hukum Pihak yang Wanprestasi dalam Perjanjian Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. FOCUS, 6(1), 92–102. https://doi.org/10.37010/fcs.v6i1.1902
Farhan Jiddan Saros, & Nurkholis Anwar. (2023). Efektivitas Asas Pacta Sunt Servanda Saat Terjadi Keadaan Memaksa (Force Majeure) Dalam Hukum Perjanjian Indonesia. Journal Sains Student Research, 1(1), 769–775. https://doi.org/10.61722/jssr.v1i1.396
Frensiska Ardhiyaningrum, & Diana Setiawati. (2024). Hambatan dan Peluang Efektivitas Alternative Dispute Resolution (ADR) dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999. Jembatan Hukum : Kajian Ilmu Hukum, Sosial Dan Administrasi Negara, 1(4), 138–153. https://doi.org/10.62383/jembatan.v1i4.1132
Gijoh, L. G. G. (2021). Implementasi Hukum Dalam Kontrak Bisnis Internasional. Lex Et Societatis, 9(1). https://doi.org/10.35796/les.v9i1.32142
Harisa, N. (2018). Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Arbitrase Sebagai Metode Penyelesaian Sengketa. Aktualita (Jurnal Hukum), 1(1), 261–279. https://doi.org/10.29313/aktualita.v1i1.3722
Hasibuan, N., Hasiholan Sihaloho, Subhan Zein, & Mario Alberto Manodohon. (2024). Analisis Tantangan dan Peluang Perkembangan Globalisasi Ekonomi dalam Hukum Bisnis Di Indonesia. Vyavahara Duta, 19(1), 8–16. https://doi.org/10.25078/vyavaharaduta.v19i1.3170
J. Moleong, L. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum. Mataram University Press.
Muthar, A., Fahamsyah, E., & Sari, N. K. (2024). Globalisasi Ekonomi dalam Pembangunan Hukum Ekonomi di Indonesia. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 9(9), 4942–4948. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v9i9.17300
Nathania, C., & Yuri, N. E. (2025). Pandemi COVID-19 sebagai Faktor Force Majeure dalam Kontrak dan Implikasinya terhadap Kontrak. Jurnal Sosial Teknologi, 5(4), 809–817. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i4.32087
Oktaviandra, S. (2018). Indonesia And Its Reluctance To Ratify The United Nations Convention On Contracts For The International Sale Of Goods (CISG). Indonesia Law Review, 8(3). https://doi.org/10.15742/ilrev.v8n3.340
Peter Mahmud Marzuki. (2017). Penelitian Hukum (13th ed.). Kencana.
Purwanto, H. (2012). Keberadaan Asas Pacta Sunt Servanda dalam Perjanjian Internasional. Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 21(1), 155. https://doi.org/10.22146/jmh.16252
Raymond Marhehetua Hutahaean, Arie Oktavia, Maya Saroh, Ferri Rizky Maulana, & Farahdinny Siswajanty. (2024). Implementasi Prinsip Good Faith Dalam Penyelesaian Sengketa Kontrak Bisnis Internasional Melalui Arbitrase. Yustisi, 11(3), 75–90. https://doi.org/10.32832/yustisi.v11i3.17875
Restiyanda, R. (2020). Penyelesaian Sengketa Dagang Internasional Melalui Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Pada Pemilihan Hukum Dan Forum Kontrak Dagang Internasional. Aktualita (Jurnal Hukum), 130–146. https://doi.org/10.29313/aktualita.v0i0.5689
Rohmah, E. H., & Artaji, A. (2022). Pelanggaran Kesepakatan Hak Asuh Anak Dihubungkan Dengan Asas Pacta Sunt Servanda Dan Peraturan Perundang-Undangan Terkait: Studi Kasus Putusan MA No. 2021k/Pdt/2020. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 6(1), 401–419. https://doi.org/10.22437/jssh.v6i1.19494
Sinaga, N. A. (2018). Peranan Asas-Asas Hukum Perjanjian Dalam Mewujudkan Tujuan Perjanjian. Binamulia Hukum, 7(2), 107–120. https://doi.org/10.37893/jbh.v7i2.20
Sinta Trijanatun Kasanah, Gilang Octa Pasca Testa A, & Lucky Dafira Nugroho. (2025). Peran Hukum Perdata Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Waris Antarnegara: Studi Kasus WNI dan WNA. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 1448–1458. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1385
Siregar, R. A. S. (2021). Analisis Terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase Dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Islamic Circle, 2(1), 41–51. https://doi.org/10.56874/islamiccircle.v2i1.472
Situmorang, M. (2021). The Power of Pacta Sunt Servanda Principle in Arbitration Agreement. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 21(4), 447. https://doi.org/10.30641/dejure.2021.V21.447-458
Sopamena, R. F. (2022). Alternative Dispute Resolution Dalam Sengketa Bisnis Internasional. Balobe Law Journal, 2(1), 1. https://doi.org/10.47268/balobe.v2i1.767
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Sutopo (ed.)). Alfabeta.
Suradiyanto, S., & Pratiwie, D. W. (2020). Kajian Yuridis Unidroit Dalam Hukum Kontrak di Indonesia. Yuriska : Jurnal Ilmiah Hukum, 12(2), 160–178. https://doi.org/10.24903/yrs.v12i2.1030
Sutrisno, A. (2025). Penerapan Hukum Internasional Dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia: Tantangan Teoritis Dan Praktis. Iblam Law Review, 5(2), 78–90. https://doi.org/10.52249/ilr.v5i2.611
Syahrin, M. A. (2018). Penentuan Forum Yang Berwenang Dan Model Penyelesaian Sengketa Transaksi Bisnis Internasional Menggunakan E-Commerce: Studi Kepastian Hukum Dalam Pembangunan Ekonomi Nasional. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 7(2), 207. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v7i2.240
Tanjaya, W., Heriyanti, & Wijaya, E. T. (2025). Tinjauan Hukum Tentang Penerapan Asas Pacta Sunt Servanda Dalam Hukum Bisnis Terhadap Penyelesaian Kasus Wanpestasi. Unes Journal of Swara Justisia, 9(2), 261–267. https://doi.org/10.31933/rynrzt05
Trihandayani, E. (2025). Arbitrase dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Internasional. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(1). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i1.800
Wibowo, B. R. (2018). Pembaruan Hukum Antar Tatahukum Indonesia Dalam Rangka Mendukung Perkembangan Ekonomi Di Era Globalisasi. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 7(2), 169. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v7i2.261
Wiguna, M. O. C. (2018). Peluang Penyelesaian Sengketa Perdata Tentang Tanah Melalui Alternative Dispute Resolution Dengan Asas-Asas Hukum Perjanjian Di Dalamnya. Jurnal Hukum & Pembangunan, 48(3), 506. https://doi.org/10.21143/jhp.vol48.no3.1743
William, K., & Syailendra, M. R. (2023). Penyelesaian Sengketa Investasi Asing melalui Arbitrase Internasional. Journal of Education Research, 4(4), 1982–1990. https://doi.org/10.37985/jer.v4i4.652
Wulandari, R. (2021). If Not Now, Then When? The Significance of CISG Ratification for Indonesia. Jurnal Hukum Novelty, 12(01), 124. https://doi.org/10.26555/novelty.v12i01.a19509
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Siti Aura Fadhillah, Gunardi Lie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




















Download