Analisis Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Dalam Mewujudkan Cita Hukum Pancasila
Keywords:
MPR, Pancasila, Cita Hukum, Kedaulatan Rakyat, UUD 1945Abstract
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merupakan lembaga tinggi negara yang mencerminkan kedaulatan rakyat dan demokrasi Pancasila dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan filosofis dan konstitusional MPR dalam mewujudkan cita hukum Pancasila. Metode penelitian normatif melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan dokumen konstitusional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasca amandemen, MPR tidak lagi menjadi lembaga tertinggi negara, sejajar dengan lembaga negara lain yang mempunyai kewenangan utama membentuk dan mengubah Undang-Undang Dasar, melantik dan memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Secara filosofis, MPR merepresentasikan sila keempat Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Melalui fungsi konstitusionalnya, MPR berperan menjaga cita hukum Pancasila yang menekankan keadilan, kemanusiaan, kemanfaatan, dan supremasi konstitusi dalam penyelenggaraan negara.
References
Adnan, Indra Muchlis. Hukum Konstitusi Di Indonesia. Revisi. Yogyakarta: Trussmedia Grafika, 2017.
Akbar, Affan, Muhammad Yangyang Sihabudin, Riko Elvan Firdaus, and Rivan Pahreji. “Perkembangan Demokrasi Di Indonesia.” Advances In Social Humanities Research 5, no. 1 (2023): 627–35. https://doi.org/doi.org/10.46799/adv.v1i5.77.
Azhari Sellomitha Fodhi, Eky Lestari, Tyara Fridayanti Nuramalina, and Ghaida Raisya As-Syifa. “Pentingnya Pemisahan Kekuasaan Dalam Mempertahankan Pemerintahan Yang Seimbang.” Jurnal Hukum, Politik Dan Ilmu Sosial (JHPIS) 3, no. 3 (2024): 26–37. https://doi.org/10.55606/jhpis.v3i3.3872.
Eko Wibowo, Ismail, and Hartana. “Pelaksanaan Pemilihan Presiden Yang Sesuai Dengan Prinsip Kedaulatan Rakyat Dalam Sistem Demokrasi Di Indonesia.” Jurnal Hukum To-Ra : Hukum Untuk Mengatur Dan Melindungi Masyarakat 10, no. 2 (2024): 257–70. https://doi.org/10.55809/tora.v10i2.371.
Fahira, Yumna. “Sistem Checks and Balances Dalam Menjaga Prinsip Demokrasi Di Indonesia.” Jurnal Media Akademik (JMA) 3, no. 6 (2025): 1–14. https://doi.org/doi.org/10.62281/v3i6.2173.
Hapsoro, Fakhris Lutfianto, Ismail Ismail, and Moh. Hasbi Rofiqi. “Refleksi Kedudukan MPR Dalam Sistem Pemerintahan Indonesia Pasca Perubahan UUD 1945.” Iblam Law Review 4, no. 3 (2024): 197–210. https://doi.org/10.52249/ilr.v4i3.411.
Herlina, Ning. “Cita Hukum Pancasila Dapat Berkembang Dalam Batang Tubuh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.” Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum 4, no. 2 (2018): 673–79. https://doi.org/doi.org/10.5281/zenodo.1286112.
Indonesia, Republik. “Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” 1945.
Indonesia. “Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah,” 1945.
MPRS. “Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor XX/MPRS/1966 Tentang Memorandum DPR-GR Mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia Dan Tata Urutan Peraturan Perundangan Republik Indonesia,” 1966.
Nurhayati, Yati, Ifrani, and M.Yasir Said. “Metodologi Normatif Dan Empiris Dalam Perspektif Ilmu Hukum.” Jurnal Penegakan Hukum Indonesia (JPHI) 2, no. 1 (2021): 1–20. https://doi.org/10.51749/jphi.v2i1.14.
Nursari, Della, Ezra Marifatur, Aqilah Nafisah, Eka Pratiwi, Nurlaili Rahmawati, and Adeb Davega Prasna. “Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Sebagai Lembaga Konstitutif Di Indonesia.” Limbago: Journal of Constitutional Law 3, no. 3 (2023): 370–80. https://doi.org/10.22437/limbago.v3i3.25269.
Ofis Rikardo. “Penerapan Kedaulatan Rakyat Di Dalam Pemilihan Umum Di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.” Jurnal Hukum Sasana 6, no. 1 (2020): 51–71. https://doi.org/10.31599/sasana.v6i1.228.
Pangaribuan, Refo Rivaldo Fransiscus, Toar Neman Palilingan, and Feiby S. Wewengkang. “Pembagian Kekuasaan Dalam Sistem Pemerintahan Di Indonesia.” Lex Administratum 11, no. 5 (2023): 1–11. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/50250.
Parulian Silitonga, Marudut, Ani Wijayati, and Andree Washington. “Kewenangan MPR Sebagai Lembaga Tinggi Negara.” Honeste Vivere Journal 34, no. 1 (2024): 92. https://doi.org/doi.org/10.52249/ilr.v4i3.411.
Pusat, Pemerintah. “Penetapan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1959 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.” Jakarta, 1959.
R.I., Kementrian Penerangan. “Dekrit Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Tentang Kembali Kepada Undang-Undang Dasar 1945.” Djakarta, 1959.
Ristekdikti. Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi. Ke-1. Jakarta: Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2016.
Sugianto. ILMU NEGARA (Sebuah Kajian Dalam Perspektif Teori Kenegaraan Indonesia). Pertama. Yogyakarta: Deepublish, 2018.
Wheare, K.C. Konstitusi-Konstitusi Modern; Diterjemahkan Dari Karya K.C. Wheare, Modern Constitutions (Oxford University Press, 1996. Edited by MF Mahardika. 1st ed. Bandung: Nusa Media, 2020.
Zaidan, M. Ali. “Pancasila, Cita Hukum Indonesia.” Bina Widya 23 (2011): 43–50. https://core.ac.uk/outputs/291864859/?source=oai.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.