Jejak Sejarah Pinggan di Tanah Batak: Studi pada Masyarakat Adat Desa Aloban

Authors

  • Nurul Khoiriyah Siregar Universitas Negeri Medan
  • Dwi Indah Anneke Putri Universitas Negeri Medan
  • Jeriko Bonar Siallagan Universitas Negeri Medan
  • Talenta Febriani Situmeang Universitas Negeri Medan
  • Henidar Nesya Ramona Pasaribu Universitas Negeri Medan
  • Piola Wantri Pasaribu Universitas Negeri Medan
  • Pidia Amelia Universitas Negeri Medan

Keywords:

Pemberdayaan masyarakat, pinggan, adat Batak, akulturasi budaya, warisan budaya

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran keramik Eropa, khususnya jenis pinggan, dalam praktik sosial dan ritual adat masyarakat Batak Angkola di Desa Aloban, Kabupaten Padang Lawas Utara. Artefak ini awalnya masuk sebagai produk kolonial dan mengalami akulturasi hingga menjadi simbol status serta warisan budaya sakral. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kajian dokumen sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinggan awalnya hanya digunakan oleh kalangan bangsawan, namun kini telah mengalami demokratisasi fungsi meski tetap bernilai sakral dalam konteks adat. Transformasi peran pinggan mencerminkan akulturasi budaya Eropa-Batak sekaligus tantangan pelestarian di tengah modernisasi. Salah satu cara melestarikan pinggan dari ancaman penurunan jumlah ialah melalui pemberdayaan masyarakat di desa Aloban yang dilakukan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia, khususnya masyarakat adat, dalam hal ini pemberdayaan tidak hanya mempertahankan kuantitas namun juga  mengedukasi masyarakat terkait sejarah, makna serta nilai dari pinggan tersebut.  Penelitian ini memperkaya wacana sejarah budaya dan mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya lokal.

References

Arimbawa, I Made Gede. (2011). Basis Pengembangan Desain Produk Keramik pada Era Pasar Global. Jurnal Mudra, 26(2), 171-180.

Azhari, I., Tanjung, Y., Amalia, D.S., Nduru, D., J., & Hadizah, N.S. (2024). Perubahan Sosial Masyarakat Batak Toba di Laguboti Tapanuli Utara Tahun 1931-1940. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4),14808-14815.

Bennett, J., & Kelty, R. (Eds). (2023). Intervowen journeys: The Michael Abbott Collections of Asian Art. Art Gallery of South Australia.

Damanik EL. (2018). Menolak Evasive Identity: Memahami Dinamika Kelompok Etnik di Sumatera Utara. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 4(1), 9-22.

Endraswara, S. (Ed.). (2013). Folklor nusantara: hakikat, bentuk, dan fungsi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Guys, J. (1986). Oriental Trade Ceramics in South East Asia, Ninth to Tenth Century. Oxford: Oxford University Press.

Harahap, B., Lase, S., Boni Firmando, H., Sitopu, E., & Hutagalung, B. T. J. (2024). Akulturasi Budaya Batak Angkola dan Batak Toba dalam Upacara Adat Perkawinan di Desa Padang Parsadaan, Kecamatan Pangaribuan. Journal of Comprehensive Science, 3(10), 4852–4863.

Hasibuan, A. S., Cristy, S. N., Perangin-angin, A. B., & Chunliu, L. (2024). Makna semiotika perangkat adat dalam tradisi marpege-pege pada masyarakat Batak Angkola Padangsidimpuan. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 14(1), 426-440.

Ibrahim, Bedriati and Fikri, Asyrul and others. 2023. Tata Cara Perkawinan Suku Mandailing di Kecamatan Mandau Pada Era Globalisasi. JISHUM: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(4),943-956.

Isnaidar, V. S., Rochmiatun, E., & Santosa. (2024). Hatobangon: Perannya dalam Penyelesaian Adat Pernikahan Masyarakat Batak Angkola. Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam, 4(2), 19–34.

Jaffar, J. Dkk. (2014). Peranan Rekabentuk Dalam Mengenalkan Keunikan Adat dan Budaya Makan Masyarakat Melayu. 1st International Conference On Creative Media, Design & Technology (REKA 2014).

Jorg, C.J.A. 1984. Interaksi Porselin Delft dan Keramik Timur. Jakarta: Proyek Pengembangan Museum Nasional.

Kluckhohn, C. (1961). Anthropological Perspectives On Value In.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

Kuntowijoyo, 2018. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kurniawan, A., Arthana, I. N. N., & Suryawan, D. K. (2023). Konsep Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi Bangunan Kolonial di Jalur Belanda menuju Singaraja Kota Pusaka. Mintakat: Jurnal Arsitektur, 24(1), 102-117.

Macgregor, J. M. P. 1848. Holland and The Dutch Colonies. London: Whittake and Co.

Manurung, D. H., Lattu, I. M., & Tulus, R. (2020). Struktur Cosmos Masyarakat Batak dalam Simbol Ulos. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 6(1), 31-40.

Maryone, R. (2009). Fungsi Keramik China Bagi Masyarakat Biak. Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat, 1(2), 83-91.

Nanda, R. (2021). Peninggalan Keramik Kuno di Ujong Pancu (Doctoral disertation, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry).

Otte, J. (2019). De handel in Europees aardewerk met Nederlands-Indië 1820 - 1940. Vormen uit Vuur. 241: 2-19.

Pujiyanto, dkk. Piring Keramik Sebagai Media Estetika Komunikasi Bagi Masyarakat Melayu. Journal Of Art, Design, Edication and Studies (JADECS), 4(2), 87-94.

Poerwanto, H. (1999). Asimilasi, Akulturasi, dan Integrasi Nasional. Humaniora, 11(3), 29-37.

Purba,M. (2014). Musik Tiup dan Upacara Adat: Kasus Pengayaan Identitas Kebudayaan Musikal pada Masyarakat Batak Toba di Kota Medan. Jurnal Panggung, 24(3), 258-274.

Siregar, SY (2024). Mangupa-upa Sebagai Sarana Untuk Memberikan Ungkapan Doa, Syukur, dan Harapan dalam Tradisi Masyarakat Batak Angkola di Kec. Padang Bolak. Kab. Padang Lawas Utara. Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 2 (2), 74-88.

Stoneman, R. (2008). Alexander the Great: A life in legend. USA: Yale University Press.

Tanaya, H. T. (2024). Belajar dari Sejarah: Refleksi atas Warisan Kolonial dan Praktik Pelestarian Sumber Daya Alam di Indonesia. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 8(2), 120-129.

Thamba, H.K., Haloho, H.D., & Diansyah, A. (2022) Kondisi Kehidupan Masyarakat di Tanah Batak Setelah Masuknya Belanda. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 6(2),444-453.

Wibisono, S.C. (2014). Arkeologi Natuna: Koridor Maritim di Perairan Laut Cina Selatan. Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 23(2), 137–149

Yustana, Prima. 2016. Lokalitas Keramik (Kesinambungan Estetika dan Budaya). Acintya, Jurnal Penelitian Seni Budaya, 8(1), 95-96.

Downloads

Published

2025-12-02