Strategi Pemecahan Permasalahan Guru Dalam Penyusunan Modul Ajar pada Implementasi Kurikulum Merdeka

(1) * Immanuel Steven Limbong Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Maria Maharani Br Sitepu Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Nadia Katerina Manurung Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Nazwa Khalizah Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Putri Hasanah Piliang Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(6) Ridho Affandi Panjaitan Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(7) Tesa Romanti Sibarani Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(8) Thoriq Aulia Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(9) Ulya Salisa Raunaq Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(10) Ammar Zhafran Ryanto Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemecahan permasalahan yang dihadapi guru dalam menyusun modul ajar pada implementasi Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru SMA yang telah melaksanakan Kurikulum Merdeka dan memiliki pengalaman langsung dalam penyusunan perangkat ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan pemahaman terhadap konsep dan struktur modul ajar, manajemen waktu yang kurang efektif, kesulitan dalam menyesuaikan materi dengan konteks lokal, serta ketidaksesuaian antara jadwal asesmen dan penyampaian materi. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi dapat membantu mempercepat proses penyusunan modul, meskipun belum sepenuhnya optimal akibat minimnya pelatihan dan pendampingan. Penelitian ini menemukan beberapa solusi strategis, yaitu perlunya pelatihan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, penguatan kolaborasi antar guru dalam perencanaan pembelajaran, penyusunan modul berbasis analisis kebutuhan peserta didik, optimalisasi pemanfaatan sumber belajar lokal, dan perencanaan asesmen yang lebih fleksibel. Selain itu, dukungan institusional berupa pendampingan intensif terbukti menjadi faktor penting untuk meningkatkan kemandirian guru dalam menyusun modul ajar yang berkualitas. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas implementasi Kurikulum Merdeka melalui penguatan kapasitas guru dalam merancang perangkat pembelajaran


Keywords


Modul ajar; Kurikulum Merdeka; strategi pemecahan masalah; pengembangan pembelajaran; kompetensi guru; asesmen; pendidikan menengah.

   

DOI

https://doi.org/10.57235/jerumi.v3i2.7616
      

Article metrics

10.57235/jerumi.v3i2.7616 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Anwar, K., & Rahmawati, I. (2021). Beban kerja guru dan dampaknya terhadap efektivitas pembelajaran. Jurnal Administrasi Pendidikan, 28(2), 180–191.

Fatmawati, F., Lathifatuddini, M., Mardhiah, A., Husna, P., & Fuady. (2022). Tahap-tahap penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka tingkat sekolah. COVIT: Community Service of Health, 2(2), 308–315.

Halisa, H. N., Abbas, E. W., & Syaharuddin. (2024). Implementasi modul ajar dalam pembelajaran sejarah di era Kurikulum Merdeka. Santhet: Jurnal Sejarah Pendidikan dan Humaniora, 4(1).

Herman, & Sari, I. (2021). Supervisi akademik dan profesionalisme guru. Jurnal Pendidikan Nasional, 15(3), 287–299.

Hidayat, A., & Kurniawan, D. (2019). Asesmen formatif dalam meningkatkan hasil belajar. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 10(2), 150–162.

Lestari, R., & Yuliana, D. (2020). Peran MGMP dalam peningkatan kualitas guru. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 5(1), 33–42.

Maulida, U., & Handayani, S. (2022). Kesiapan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 9(1), 67–78.

Nindiasari, H., & Syamsuri. (2023). Peningkatan pengetahuan penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan, 5(1).

Nuraini, & Fattah, N. (2022). Implementasi modul ajar dalam Kurikulum Merdeka di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Indonesia, 11(2), 145–156.

Pratiwi, D., & Zainal, A. (2020). Pembelajaran berbasis proyek dalam membangun keterampilan abad ke-21. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(2), 101–112.

Putri, R., & Nugraha, T. (2019). Kebijakan pendidikan berbasis kearifan lokal. Jurnal Sosial Humaniora Pendidikan, 4(2), 210–220.

Rahman, A., & Sofyan, H. (2020). Evaluasi kebijakan implementasi kurikulum di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 13(1), 1–14.

Rohmah, N., & Suryana, D. (2019). Komunitas belajar guru dalam peningkatan profesionalisme. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 24(3), 311–323.

Salsabilla, I. I., Jannah, E., & Juanda. (2023). Analisis modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Jurnal Literasi dan Pembelajaran Indonesia, 3(1), 33–41.

Siregar, R., & Harahap, R. (2021). Pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal. Jurnal Penelitian Pendidikan, 20(1), 45–56.

Susanto, A. (2021). Kepemimpinan kepala sekolah dan mutu pembelajaran. Jurnal Manajemen Pendidikan, 16(2), 95–106.

Taufik, T., Andang, A., & Imansyah, M. N. (2023). Analisis kesulitan guru dalam menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Jurnal Jundikma, 10(2).

Wulandari, T., & Nugroho, A. (2021). Pemanfaatan teknologi dalam perencanaan pembelajaran. Jurnal Teknologi Pendidikan, 23(1), 89–101.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Immanuel Steven Limbong, Maria Maharani Br Sitepu, Nadia Katerina Manurung, Nazwa Khalizah, Putri Hasanah Piliang, Ridho Affandi Panjaitan, Tesa Romanti Sibarani, Thoriq Aulia, Ulya Salisa Raunaq, Ammar Zhafran Ryanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.