Meditasi Buddhis dalam Menjaga Kesehatan Mental dan Tantangan Implementasinya

Authors

  • Budiono Budiono Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga, Indonesia
  • Goey Adi Widjaja Gunawan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga, Indonesia
  • Eka Wulanndari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga, Indonesia
  • Riasih Riasih Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i1.8183

Keywords:

Meditasi Buddhis, Kesehatan Mental, Mindfulness, Vipassanā, Neurosains, Regulasi Emosi, Kilesa

Abstract

Kesehatan mental menjadi isu penting dalam kehidupan modern yang ditandai dengan meningkatnya tingkat stres dan gangguan psikologis. Dalam konteks ini, meditasi Buddhis menawarkan pendekatan yang bersifat transformatif melalui pengembangan kesadaran dan pemurnian batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran meditasi Buddhis dalam menjaga kesehatan mental serta mengidentifikasi permasalahan dalam penerapannya di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain kajian literatur sistematis sederhana, yang menganalisis teks-teks Buddhis klasik seperti Satipaṭṭhāna Sutta, Visuddhimagga, dan Dhammasaṅgaṇī, serta penelitian ilmiah modern di bidang psikologi dan neurosains. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan mental dalam perspektif Buddhis berkaitan dengan kondisi batin yang terbebas dari kilesa dan berkembang menuju sobhana citta serta keseimbangan batin (upekkhā). Praktik meditasi, khususnya vipassanā, bekerja melalui mekanisme kesadaran yang sistematis yang sejalan dengan temuan neurosains mengenai regulasi emosi dan perubahan struktur otak. Namun demikian, implementasi meditasi dalam konteks modern menghadapi tantangan berupa reduksi makna, pengaruh gaya hidup, serta keterbatasan pemahaman praktis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan integratif yang mampu menggabungkan kedalaman ajaran Buddhis dengan validasi ilmiah modern untuk mendukung kesehatan mental secara komprehensif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Analayo, B. (2003). Satipaṭṭhāna: The Direct Path to Realization. In Buddhist Studies Review. Windhorse Publications.

Astuti, D., & Surya, J. (2024). Meta-Analisis Praktik Meditasi Untuk Kesehatan Mental. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(1), 423–429. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.1991

Davidson, R. J., Kabat-Zinn, J., Schumacher, J., Rosenkranz, M., Muller, D., Santorelli, S. F., Urbanowski, F., Harrington, A., Bonus, K., & Sheridan, J. F. (2003). Alterations in brain and immune function produced by mindfulness meditation. Psychosomatic Medicine, 65(4), 564–570. https://doi.org/10.1097/01.PSY.0000077505.67574.E3

Gunaratana, H. (1980). A Critical Analysis of the Jhānas in Theravāda Buddhist Meditation.

Hölzel, B. K., Carmody, J., Vangel, M., Congleton, C., Yerramsetti, S. M., Gard, T., & Lazar, S. W. (2011). Mindfulness practice leads to increases in regional brain gray matter density. Psychiatry Research - Neuroimaging, 191(1), 36–43. https://doi.org/10.1016/j.pscychresns.2010.08.006

Kabat-Zinn, J. (2003). Mindfulness-based interventions in context: Past, present, and future. Clinical Psychology: Science and Practice, 10(2), 144–156. https://doi.org/10.1093/clipsy/bpg016

Kemenkes RI. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.

Purser, R. E. (2019). McMindfulness: How Mindfulness Became the New Capitalist Spirituality. Repeater Books.

Rhys Davids, C. A. F. (1900). A Buddhist Manual of Psychological Ethics (Dhamma-Sangani). Royal Asiatic Society.

Surya, J. (2019). How Vipassanā Meditation Deals With Psychological Problems Of The Anger Character In Order To Create Peaceful Life. Buddhist Approach To Harmonious Families, Healthcare, and Sustainable Societies, 413–426.

Tang, Y. Y., Hölzel, B. K., & Posner, M. I. (2015). The neuroscience of mindfulness meditation. Nature Reviews Neuroscience, 16(4), 213–225. https://doi.org/10.1038/nrn3916

Vajiranana, P. (2010). Buddhist Meditation in Theory and Practice. Charleston Buddhist Fellowship.

WHO. (2023). Depressive Disorder (Depression). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression

Yulistiani, Y., Nyanasuryanandi, P., & Suherman. (2024). Kesehatan Mental Dalam Perspektif Agama Buddha. Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(1), 27–31.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Budiono, B., Gunawan, G. A. W., Wulanndari, E., & Riasih, R. (2026). Meditasi Buddhis dalam Menjaga Kesehatan Mental dan Tantangan Implementasinya. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(1), 24–32. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i1.8183

Issue

Section

Articles

Citation Check