Analisis Teologis Rasional Mu’tazilah Terhadap Sifat-Sifat Tuhan dan Implikasinya Bagi Pemahaman Makhluk

Authors

  • Fadlan Kamali Batubara Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Baginda Ahmad Sakti Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Mhd Abdul Satria Wibowo Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Sakieb Annisa Sitakar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Rosmannur Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia
  • Zahrah Nabiilah Putri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i1.8686

Keywords:

Mu’tazilah, Sifat Tuhan, Teologi Rasional, Implikasi Makhluk, Free Will

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi teologi rasional aliran Mu’tazilah mengenai konsepsi sifat-sifat Tuhan (sifatullah) serta implikasinya terhadap eksistensi dan kedudukan makhluk (manusia). Sebagai aliran yang menempatkan akal (al-aql) sebagai salah satu sumber epistemologi utama dalam berakidah, Mu’tazilah merumuskan konsep penafian sifat (nafy as-sifat) untuk menjaga kemurnian tauhid dari jebakan antropomorfisme (tasybih) dan pluralitas ketuhanan (ta’addud al-qudama’). Melalui metode deskriptif-analitis dan pendekatan studi kepustakaan (library research), penelitian ini menemukan bahwa pemisahan sifat dari Dzat menurut Mu’tazilah dipandang dapat merusak keesaan mutlak Tuhan, oleh karena itu, Sifat Allah adalah Dzat-Nya itu sendiri. Implikasi logis dari teologi transenden ini memosisikan manusia sebagai makhluk yang mandiri, memiliki kebebasan berkehendak (free will/hurriyyah al-iradah), dan bertanggung jawab penuh atas perbuatannya (af’al al-ibad). Prinsip keadilan Tuhan (al-‘adl) meniscayakan adanya otonomi moral pada manusia, yang pada gilirannya meninggikan martabat rasionalitas dan eksistensi makhluk dalam kosmos.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, H., Santalia, I., & Masykur, A. (2026). Rasionalisme Mu'tazilah dan Ushul al-khamsah: Analisis historis, teologis dan relevansi kontemporer. Jurnal Kolaboratif Sains, 9(1).

Al-Syahrastani, A. al-F. M. (1993). Al-Milal wa al-Nihal. Dar al-Ma'rifah.

Amin, A. (1963). Dhuha al-Islam (Jilid III). Maktabah al-Nahdhah al-Misriyyah.

Fakhry, M. (2004). A history of Islamic philosophy. Columbia University Press.

Karunia, S. T. H. (2023, November 2). Lima doktrin pokok teologi Mu'tazilah. IBTimes.ID. https://ibtimes.id

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Kementerian Agama RI.

Nasution, H. (2019). Teologi Islam: Aliran-aliran sejarah analisa perbandingan. UI Press.

Pakpahan, E. S. (2017). Pemikiran Mu'tazilah. Al-Hadi: Jurnal Ilmiah Multi Disiplin, 2(2), 420–421.

Rohidin. (2018). Sejarah dan pemikiran Mu'tazilah. Jurnal Ushuluddin, 22(1), 45–46.

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Fadlan Kamali Batubara, Baginda Ahmad Sakti Nasution, Mhd Abdul Satria Wibowo, Sakieb Annisa Sitakar, Rosmannur, & Zahrah Nabiilah Putri. (2026). Analisis Teologis Rasional Mu’tazilah Terhadap Sifat-Sifat Tuhan dan Implikasinya Bagi Pemahaman Makhluk. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(1), 532–541. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i1.8686

Issue

Section

Articles

Citation Check