Strategi Peningkatan Kemampuan Angkutan Laut Militer Komando Lintas Laut Militer Dalam Mendukung Operasi Darat Gabungan

Authors

  • Antoni Tigor P Siahaan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Hikmat Zakky Almubarok Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Ruby Alamsyah Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i1.8702

Keywords:

Angkutan Laut Militer, Kolinlamil, Operasi Darat Gabungan, Modernisasi, Logistik Militer, Interoperabilitas

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan yang menempatkan angkutan laut militer sebagai unsur penting dalam mendukung mobilitas pasukan, alutsista, dan logistik pada Operasi Darat Gabungan (Opsratgab). Dalam praktiknya, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) memiliki peran sentral sebagai penopang proyeksi kekuatan TNI, namun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan yang memengaruhi efektivitas dukungannya. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana tantangan operasional dan strategis angkutan laut militer Kolinlamil dalam mendukung Opsratgab, serta bagaimana peluang pengembangan dan modernisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan operasional dan strategis tersebut serta mengidentifikasi peluang pengembangan dan modernisasi angkutan laut militer Kolinlamil dalam mendukung Opsratgab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan Kolinlamil bersifat kompleks dan sistemik, meliputi kesiapan armada, keterbatasan daya angkut, usia alutsista, kesinambungan pemeliharaan, dukungan logistik, integrasi antar matra, sinkronisasi komando dan kendali, serta adaptasi terhadap dinamika lingkungan strategis. Di sisi lain, peluang pengembangan dan modernisasi terbuka melalui modernisasi teknologi, dukungan kebijakan pertahanan, penguatan operasi gabungan, dan kerja sama dengan industri pertahanan nasional. Pembahasan menegaskan bahwa penguatan Kolinlamil tidak cukup dilakukan melalui penambahan platform semata, melainkan harus melalui pembenahan sistem dukungan operasional, interoperabilitas, logistik, pemeliharaan, dan penguatan kebijakan secara terpadu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa efektivitas Kolinlamil dalam mendukung Opsratgab ditentukan oleh kemampuannya untuk mengatasi tantangan internal secara menyeluruh sekaligus memanfaatkan peluang modernisasi secara terencana, terpadu, dan berbasis kebutuhan operasi gabungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Analitikum. Diakses dari www.ideaidealy.com/p/analitikum.html.

Andika, R. (2019). Analisis kesiapan kapal angkut militer Kolinlamil dalam Opsratgab [Skripsi, Universitas Pertahanan Indonesia].

ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM). (2021). Joint declaration on strengthening maritime security cooperation. Jakarta.

Australian Strategic Policy Institute (ASPI). (2020). Maritime security and joint operations in the Indo-Pacific. Canberra: ASPI.

Basuki, T. (2018). Modernisasi sistem logistik militer Indonesia: Tantangan dan prospek. Jurnal Pertahanan Indonesia, 6(1), 64–82.

Buzan, B., Wæver, O., & de Wilde, J. (1998). Security: A new framework for analysis. Lynne Rienner.

Center for Strategic and International Studies (CSIS). (2021). Indonesia’s maritime security and defence cooperation. Washington DC: CSIS.

Collins, A. (2019). Contemporary security studies (5th ed.). Oxford University Press.

Collins, G. (2020). Maritime logistics and joint operations: Lessons from Southeast Asia. Journal of Military Logistics, 12(2), 99–118.

Darmawan, R. (2020). Pengembangan armada strategis TNI AL dalam menghadapi ancaman kawasan Indo-Pasifik [Disertasi, Universitas Pertahanan Indonesia].

Fauzi, M. (2020). Kendala operasional Kolinlamil dalam mendukung operasi militer gabungan [Skripsi, Universitas Indonesia].

Fitrianto, D. (2017). Peran armada angkut laut dalam mendukung operasi militer gabungan. Jurnal Strategi Pertahanan Laut, 4(2), 55–71.

Fitrianto, D. (2017). Strategi pengembangan angkutan laut militer TNI AL dalam mendukung operasi gabungan [Tesis, Universitas Pertahanan Indonesia].

Gunawan, T. (2017). Peran Kolinlamil dalam strategi proyeksi kekuatan TNI [Disertasi, Universitas Airlangga].

Hartono, B. (2016). Evaluasi kesiapan armada Kolinlamil dalam operasi militer perang dan selain perang [Tesis, Universitas Gadjah Mada].

Hatta, R. (2016). Analisis peran armada amfibi TNI AL dalam mendukung operasi gabungan. Jurnal Operasi Pertahanan, 4(2), 102–119.

Hidayat, F. (2018). Analisis strategis logistik militer laut dalam mendukung operasi gabungan TNI [Disertasi, Universitas Indonesia].

International Institute for Strategic Studies (IISS). (2022). Amphibious and sealift capabilities in Southeast Asia. The Military Balance, 122(1), 45–62.

International Maritime Organization (IMO). (2019). International shipping and maritime security. IMO Publications.

Jane’s Defence Weekly. (2020). Amphibious and sealift capabilities in Southeast Asia. Jane’s Defence Weekly, 57(12), 33–45.

Kementerian Pertahanan RI. (2015). Buku Putih Pertahanan Indonesia 2015. Kementerian Pertahanan RI.

Kementerian Pertahanan RI. (2021). Kebijakan strategis pertahanan Indonesia 2020–2024. Kementerian Pertahanan RI.

Kurniawan, A. (2018). Analisis efektivitas sistem logistik militer Indonesia dalam mendukung operasi gabungan [Tesis, Universitas Pertahanan Indonesia].

Lestari, P. (2019). Optimalisasi interoperabilitas TNI AL dalam mendukung Opsratgab [Tesis, Universitas Indonesia].

Liliweri, A. (2015). Geopolitik dan geostrategi Indonesia dalam dinamika global. Prenadamedia.

Mahan, A. T. (1890). The influence of sea power upon history, 1660–1783. Little, Brown and Company.

Nugroho, S. (2021). Tantangan interoperabilitas matra dalam operasi gabungan TNI. Jurnal Keamanan Nasional, 8(1), 55–74.

Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pertahanan Negara.

Peraturan Panglima TNI Nomor 27 Tahun 2019 tentang Doktrin Tentara Nasional Indonesia Tri Dharma Eka Karma.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia.

Pratama, Y. (2018). Studi tentang peran Kolinlamil dalam pengamanan laut nusantara [Skripsi, Universitas Pertahanan Indonesia].

Purnomo, E. (2019). Kolinlamil dan operasi gabungan: Studi kasus dukungan logistik militer. Jurnal Strategi Maritim, 7(3), 133–150.

Rahman, D. (2021). Pengaruh keterbatasan alutsista angkut laut terhadap kesiapan Opsratgab [Skripsi, Universitas Gadjah Mada].

Santoso, M. (2020). Kebijakan modernisasi angkutan laut militer: Studi kasus Kolinlamil [Tesis, Universitas Pertahanan Indonesia].

Setiawan, I. (2017). Evaluasi latihan operasi gabungan TNI dan peran Kolinlamil [Skripsi, Universitas Pertahanan Indonesia].

Siregar, A. (2020). Modernisasi alutsista TNI AL dalam menghadapi ancaman di kawasan Indo-Pasifik. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 10(2), 145–166.

Snyder, J. (1984). The ideology of the offensive: Military decision making and the disasters of 1914. Cornell University Press.

Susilo, H. (2018). Analisis kesiapan logistik TNI AL dalam operasi gabungan. Jurnal Logistik Indonesia, 7(2), 89–103.

Tentara Nasional Indonesia. (2020). Strategi pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut. Mabes TNI AL.

Till, G. (2018). Sea power in the Indo-Pacific. Routledge.

U.S. Department of Defense. (2021). Indo-Pacific strategy of the United States. Washington, DC: DoD.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 3.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 295.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 127.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 177.

Wibowo, A. (2019). Evaluasi efektivitas Kolinlamil dalam mendukung OMSP [Disertasi, Universitas Indonesia].

Widodo, J. (2017). Peran Kolinlamil dalam strategi pertahanan maritim Indonesia. Jurnal Ketahanan Nasional, 23(1), 1–18.

World Bank. (2020). Indonesia maritime economy: A policy and institutional review. Washington, DC: World Bank.

Yuliana, N. (2019). Interoperabilitas antar matra dalam operasi militer gabungan. Jurnal Pertahanan Nusantara, 5(1), 76–92

Yulianto, S. (2021). Reformasi organisasi Kolinlamil dalam mendukung operasi gabungan modern [Disertasi, Universitas Pertahanan Indonesia].

Yusgiantoro, P. (2014). Ekonomi pertahanan: Teori dan praktik. Gramedia.

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Antoni Tigor P Siahaan, Hikmat Zakky Almubarok, & Ruby Alamsyah. (2026). Strategi Peningkatan Kemampuan Angkutan Laut Militer Komando Lintas Laut Militer Dalam Mendukung Operasi Darat Gabungan. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(1), 679–692. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i1.8702

Issue

Section

Articles

Citation Check