Sistem Pengolahan Data Kesehatan Prajurit Yonif 312/Kala Hitam Dalam Mendukung Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini

Authors

  • Wulan Wydiastuti Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Mitro Prihantoro Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Marsono Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i1.8711

Keywords:

Sistem Informasi Kesehatan, Kesiapan Operasional, Yonif 312/Kala Hitam, Pamtas RI–PNG.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan data kesehatan prajurit yang akurat, terintegrasi, dan adaptif sebagai faktor strategis dalam mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Darat, khususnya pada Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG). Meskipun pemeriksaan kesehatan telah dilaksanakan secara komprehensif, masih terdapat kesenjangan antara kondisi ideal (das sollen) dan realitas lapangan (das sein), di mana sistem pengelolaan data kesehatan pada Yonif 312/Kala Hitam masih bersifat manual sehingga menghambat efektivitas pelaporan, pelacakan kesiapan personel, dan proses rujukan medis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas pengelolaan data kesehatan prajurit, strategi pengolahan data yang andal dan adaptif, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap efektivitas operasi Pamtas RI–PNG. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Nvivo 12 Plus dengan teknik coding tematik dan analisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas data kesehatan secara klinis telah memenuhi prinsip Force Health Protection (FHP) dan pendekatan kesehatan holistik, namun masih terdapat kelemahan pada integrasi sistem yang menyebabkan keterlambatan pembaruan data dan potensi duplikasi. Health Information System (HIS) militer adaptif yang dihasilkan mencakup offline–online synchronization, secure military health network, dan integrated medical logistics, yang meningkatkan interoperabilitas, efisiensi logistik, serta kecepatan evakuasi dan pengambilan keputusan. Sistem ini juga berfungsi sebagai Decision Support System (DSS). Kesimpulannya, sistem pengelolaan data kesehatan digital terintegrasi menjadi instrumen strategis berbasis data dalam meningkatkan kesiapan operasional dan keberhasilan operasi Pamtas RI–PNG.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi Surono, Ciptomulyono, U., & Octavian, A. (2016). Optimalisasi pelaksanaan operasi pengamanan wilayah perbatasan oleh Guspurlatim di Perairan Karang Unarang dengan metode ANP dan weighted goal programming. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana STTAL. Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut.

Alolayyan, M., Alyahya, M., Alqudah, M., et al. (2024). Health data quality assessment: A systematic review of dimensions and frameworks. International Journal of Medical Informatics, 186, 105447.

Arts, D. G. T., De Keizer, N. F., & Scheffer, G. J. (2016). Defining and improving data quality in medical registries. Journal of the American Medical Informatics Association, 9(6), 600–611.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia. (n.d.). Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Retrieved June 15, 2025, from https://bnpp.go.id/plbn

Basuki, A., Hadi, I. K., Sopiin, Raindra, M., & Ferdiyansyah, M. I. (2024). Pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap pelaksanaan tugas TNI. Jurnal Mahatvavirya, 11(2), 123–129. https://doi.org/10.63824/jmp.v11i2.235

DeLone, W. H., & McLean, E. R. (2003). The DeLone and McLean model of information systems success: A ten-year update. Journal of Management Information Systems, 19(4), 9–30.

DeLone, W. H., & McLean, E. R. (2016). Information systems success measurement. Foundations and Trends in Information Systems, 2(1), 1–116.

Fadahunsi, K. P., Wark, P. A., & Mastellos, N. (2022). Development and validation of the Clinical Information Quality (CLIQ) framework for digital health. Journal of Medical Internet Research, 24(10), e38026. https://doi.org/10.2196/38026

Galán, J. J., Carrasco, R. A., & LaTorre, A. (2024). Bibliometric analysis of machine learning applications in military operations: Trends, focus, and developments. Military Operations Research Journal, 12(1), 45–62.

Ghaffari Heshajin, M., Ahmadi, M., & Nilashi, M. (2024). Health information governance: A scoping review of concepts, components, and applications. International Journal of Medical Informatics, 184, 105361.

Hatta, G. R. (2013). Pedoman manajemen informasi kesehatan di sarana pelayanan kesehatan. UI Press.

Hjollund, N. H., Larsen, L. P., & Biering, K. (2019). Health data frameworks and data processes in healthcare activities. International Journal of Medical Informatics, 129, 218–223.

Kadompi, O. M. V. A., Silitonga, V. D., & Agus, T. (2024). Darurat medis dalam pelayanan kesehatan pada operasi militer selain perang (OMSP) [Tesis Magister, Sekolah Tinggi Hukum Militer Indonesia].

Kahn, M. G., Brown, J. S., Chun, A. T., et al. (2016). Transparent reporting of data quality in distributed data networks. eGEMs, 3(1), 1052. https://doi.org/10.13063/2327-9214.1052

Kepala Staf Angkatan Darat. (2022). Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/1003/XI/2022 tentang Pedoman Penyusunan Protap Kesiapsiagaan Operasional Satuan TNI AD.

Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/920/XI/2020 tanggal 23 November 2020 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan dan Uji Kesehatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Kruse, C. S., Kristof, C., Jones, B., Mitchell, E., & Martinez, A. (2019). Barriers to electronic health record adoption: A systematic literature review. Journal of Medical Systems, 40(12), 252.

Lippeveld, T., Sauerborn, R., & Bodart, C. (Eds.). (2000). Design and implementation of health information systems. World Health Organization.

Martin, J. W., et al. (2016). Health service support and force health protection in military operations. Military Medicine, 181(3), 207–214. https://doi.org/10.7205/MILMED-D-15-00043

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Nelson, C., Lurie, N., Wasserman, J., & Zakowski, S. (2007). Conceptualizing and defining public health emergency preparedness. American Journal of Public Health, 97(Suppl. 1), S9–S11. https://doi.org/10.2105/AJPH.2007.114496

Pemerintah Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014 tentang Kebijakan Pengamanan Wilayah Perbatasan.

Ricciardi, R., Granger, B. B., & Staton, M. (2015). Military health system: Innovations and future directions. Military Medicine, 180(5), 477–485.

Schmidt, B., et al. (2018). Data governance in health information systems: Harmonization and data management approaches. SciELO Public Health.

Schmitt, C., Kuchenhoff, H., & Debray, T. P. A. (2024). Data quality frameworks for secondary use of health data: An overview of reviews. International Journal of Medical Informatics, 183, 105338.

Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat. (2017). Operasi pengamanan wilayah perbatasan dan VVIP. Seskoad.

Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Solon, O. (2013, March 14). Black Ghost military training system uses big data to improve soldiers' performance. Wired UK. https://www.wired.co.uk/article/black-ghost-military-training

Subagyo, A. (2022). Peran TNI dalam mengamankan wilayah perbatasan darat Indonesia–Malaysia (Studi kasus Satgas Pamtas Yonif Raider 301/PKS periode Maret 2019–November 2019). Universitas Jenderal Achmad Yani.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/2287/2023 tanggal 20 Desember 2023 tentang Perintah merencanakan dan menyiapkan Satgas Yonif 312/KH sebagai Satgas Pamtas RI–PNG.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tentara Nasional Indonesia.

United States Department of Defense. (2017). Military readiness: Report to Congress. Department of Defense.

Ursano, R. J., Fullerton, C. S., Weisaeth, L., & Raphael, B. (2010). The science of military health: Preventing, diagnosing, and treating the invisible wounds of war. Oxford University Press.

Weiskopf, N. G., & Weng, C. (2013). Methods and dimensions of electronic health record data quality assessment: Enabling reuse for clinical research. Journal of the American Medical Informatics Association, 20(1), 144–151. https://doi.org/10.1136/amiajnl-2011-000681

World Health Organization Regional Office for Africa. (2019). Health information systems: The foundation of public health decision-making. WHO Regional Office for Africa.

World Health Organization. (2008). Framework and standards for country health information systems (2nd ed.). Health Metrics Network. Retrieved June 10, 2025, from https://www.who.int/healthinfo/statistics/toolkit_hss/EN_PDF_Toolkit_HSS_InformationSystems.pdf

World Health Organization. (2017). Data quality review: A toolkit for facility data quality assessment. World Health Organization.

World Health Organization. (2021). Global strategy on digital health 2020–2025. https://www.who.int/publications/i/item/9789240020924

Zaharudin. (2024). Peran peningkatan digitalisasi di jajaran kesehatan TNI Angkatan Darat yang profesional, tangguh dan adaptif, siap mendukung tugas pokok TNI AD [Makalah Siswa Diklapa Kes TNI AD]. Pusat Pendidikan Kesehatan TNI AD.

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Wulan Wydiastuti, Mitro Prihantoro, & Marsono. (2026). Sistem Pengolahan Data Kesehatan Prajurit Yonif 312/Kala Hitam Dalam Mendukung Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(1), 751–761. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i1.8711

Issue

Section

Articles

Citation Check