Peran Buzzer Sebagai Alat Komunikasi Politik Dalam Dinamika Demokrasi di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i1.8792Keywords:
Buzzer, Demokrasi, Komunikasi Politik, PancasilaAbstract
Saat ini demokrasi mengalami transformasi melalui media sosial yang menjadikan kampanye politik lebih efisien dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kesempatan ini digunakan oleh buzzer politik untuk mengkampanyekan aktor politik yang menggunakan jasa mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara kerja buzzer sebagai alat komunikasi politik di alam dinamika demokrasi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis untuk memahami fenomena sosial dengan mengkaji subjek penelitian secara mendalam. Adapun hasil dari penelitian ini adalah para buzzer mempunyai startegi untuk menggiring dan membentuk opini publik dengan membuat konten, video, foto, dan meme dengan menggunakan narasi-narasi yang mendukung tujuan mereka untuk menyebarkan hoaks, propaganda, dan politisasi suku, agama, ras. Untuk mengendalikan hal tersebut dibutuhkan upaya bersama dalam menjaga iklim demokrasi yang berasaskan pada nilai-nilai Pancasila. Dilihat dalam perspektif hukum bahwa aktivitas para buzzer belum dibatasi secara ketat oleh hukum yang berlaku di Indonesia. Sehingga penelitian ini menyimpulkan bawa perlu diterapkan kebijakan dan regulasi seperti UU ITE mempunyai peran penting dalam mengendalikan kerja buzzer di media sosial. Pemerintah menerapkan undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang praktik buzzer seperti pelarangan penggunaan jasa buzzer. Pemerintah juga harus memastikan bahwa platform media sosial harus memenuhi standar dalam etika bermedia sosial yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Downloads
References
Al Fatih , I. Z. (2024). The Role of Social Media in Political Campaigns in Indonesia Over the Last Five Years: Between Democracy and Information Manipulation. Comserva: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(7), 2227 - 2237. doi:10.5941/comserva.v4i7.2611
Angga, S., Poa, A. A., & Rikardus, F. (2023). Etika Komunikasi Netizen Indonesia di Media Sosial sebagai Ruang Demokrasi dalam Telaah Ruang Publik Jurgen Habermas. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(3), 384 - 393. doi:https://doi.org/10.23887/jfi.v6i3.59229
Arianto, B. (2022). KONTESTASI BUZZER POLITIK DALAM LANGGAM POLITIK DIGITAL. MASSIVE: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 28 -42. doi:https://doi.org/10.35842/massive.v2i2.77
CNN Indonesia. (2019, Oktober 7). VIDEO: Saat Buzzer Jadi Sorotan. Dipetik Desember 17, 2025, dari https://www.cnnindonesia.com/tv/20191007191946-409-437592/video-saat-buzzer-jadi-sorotan
Daeni, F. M., Rachmarani, F. A., & Utama, I. R. (2023). Pengaruh Buzzer Politik dalam Pemilu: Tantangan Terhadap Electoral Justice dalam Mempertahankan Prinsip Demokrasi. Padjadjaran Law Review, 11(2), 183 - 200. doi:https://doi.org/10.56895/plr.v11i2.1288
Faulina, A., Chatra, E., & Sarmiati. (2022). Peran buzzer dan konstruksi pesan viral dalam proses pembentukan opini publik di new media. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 1(7), 1 - 14. doi:10.29210/30031390000
Fitria, N. J. (2023). Pengaruh Strategi Buzzer Dalam Amplifikasi Pesan Kepada Publik Pada Lingkungan Demokrasi Politik. POLITEIA: Jurnal Ilmu Politik, 15(1), 57 - 69. doi:https://doi.org/10.32734/politeia.v15i1.8724
Fitriani, D., Budiyani , Y., Hardika, A. R., & Choerunissa, M. (2023). Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Demokrasi Di Indonesia: Analisis Peran Teknologi Dan Media Sosial. ADVANCES in Social Humanities Research, 1(4), 362 - 371. doi:https://doi.org/10.46799/adv.v1i4.43
Habermas, J. (1994). Postmetaphysical Thinking Philosophical Essays. Blackwell Publisher.
Hardiman, F. B. (2009). Demokrasi Deliberatif. Yogyakarta: Kanisius.
Hasna, N. M., & Huwaida, Z. N. (2025). Dampak Buzzer Politik dalam Demokrasi Digital. 1. doi:https://doi.org/10.5281/zenodo.15236429
Husein, M. (2024). Propaganda Buzzer Politik Pada Pemilihan Presiden 2024. Jurnal Peurawi:Media Kajian Komunikasi Islam, 7(2), 37 - 60. doi:https://doi.org/10.22373/jp.v7i2.25617
Jawa Pos. (2025, Agustus 31). 5 Influencer Ditawari Jadi Buzzer Pemerintah dengan Bayaran hingga Rp 150 Juta, dari Jerome Polin hingga Vincent Liyanto. Dipetik Desember 31, 2025, dari https://www.jawapos.com/infotainment/016508915/5-influencer-ditawari-jadi-buzzer-pemerintah-dengan-bayaran-hingga-rp-150-juta-dari-jerome-polin-hingga-vincent-liyanto
Kadir, N. (2022). Media Sosial dan Politik Partisipatif : Suatu Kajian Ruang Publik, Demokrasi Bagi Kaum Milenial dan Gen Z. RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 4(2), 198 - 211. doi:https://doi.org/10.29303/resiprokal.v4i2.225
Kompasiana. (2025, Januari 13). Dugaan 100 M untuk Buzzer: Efisiensi atau Pemborosan dalam Pengelolaan Dana Publik? Dipetik Desember 31, 2025, dari https://www.kompasiana.com/mutmainnaburhanuddin9058/678504e334777c51a855c903/dugaan-100-m-untuk-buzzer-efisiensi-atau-pemborosan-dalam-pengelolaan-dana-publik?page=2&page_images=1
Kurniawati , R. (2023). Buzzer Sebagai Alat Politik Ditinjau Dari Perspektif Penegakan Hukum Di Indonesia. Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum, 8(2), 260 -275. doi:https://doi.org/10.24967/jcs.v8i2.2313
Li, Z. (2012). Social Media as A Relationship Strategy: Twitter‟s Impact On. Florida: Miami University, Coral Gables. Diambil kembali dari https://scholarship.miami.edu/esploro/outputs/graduate/Social-Media-as-a-Relationship-Strategy/991031447150702976
Madung, O. G. (2017). Post-Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi. Maumere: Ledalero.
Maharani, Putri, R., Tampubolon , Hamonangan, S. P., & Suyikat. (2023). Komplikasi Demokrasi Dalam Sistem Pemilu Dan Partai Politik Di Indonesia. Jurnal Riset dan Hukum dan Pancasila, 2(2), 4 - 11.
Miqdad. (2024). Literature Review: Buzzer Politik dan Pengembangan Opini di Media Sosial di Indonesia. NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 689-698. doi:https://doi.org/10.52423/neores.v5i2.231
Nafidza, S. H. (2024). Evaluasi Pemilu 2024: Urgensi Framing Regulation Terhadap Pembatasan Gerak-Gerik Buzzer. Sosio Yustisia : Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial, 4(1), 98 -118. doi:https://doi.org/10.15642/sosyus.v4i1.611
Philia, I. T., & Ndona, Y. (2024). Dampak Perkembangan Demokrasi Indonesia Terhadap Sila Persatuan Indonesia. Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan, 2(3), 166 -173. doi:https://doi.org/10.55606/lencana.v2i3.3762
Putra, A. (2023). Peran Buzzer Politik dalam Dinamika Jelang Pemilu Tahun 2024. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-i, 10(4), 1143 - 1158. doi:https://doi.org/10.15408/sjsbs.v10i4.34076
Putri, R. D. (2024). Dinamika Diskusi Politik Dalam Fenomena Buzzer Serta Implikasinya Terhadap Demokrasi. Souvereignty : Jurnal Demokrasi dan Ketahanan Nasional, 3(2), 75 - 82. Diambil kembali dari https://journal.uns.ac.id/index.php/sovereignty/article/view/1461
Sholihah, A. (2022). BUZZER DALAM PUSARAN MASLAHAH DAN KEPENTINGAN POLITIK. POLITEA : Jurnal Kajian Politik Islam, 5(2), 40 - 84. doi:DOI: https://doi.org/10.20414/politea.v5i2
Syadila, A. V., Quinna, M. S., Auliya, S. H., & Aminullah, A. (2025). Industri Buzzer dan Polarisasi Politik di Era Digital: Perspektif Ekonomi Politik Media. TUTURLOGI: Journal of Southeast Asian Communication, 6(1), 28 - 38. doi:http://dx.doi.org/10.21776/ub.tuturlogi.2025.006.01.3
Tukan, P. B. (2022). BUZZER POLITIK PEMBAJAK DEMOKRASI. AKADEMIKA, 20(2), 39 - 56. Diambil kembali dari http://repository.iftkledalero.ac.id/1376/1/BUZZER%20POLITIK%2039-56.pdf
Yulianto, H. (2023). Fenomena Buzzer dan Perang Siber Jelang Pemilu 2024: Perspektif Netizen Indonesia. JIM: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 147 - 152. doi:https://doi.org/10.59000/jim.v2i1.107
Zainuri, A., Frianti, A. A., & Oktaviani, K. M. (2021). Demokrasi Pancasila: Etika Berpendapat Warganet dalam. 1(3), 249 - 256. Diambil kembali dari https://conference.um.ac.id/index.php/esp/article/view/694
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Fajar Nur Rohmah, Dewinta Diah, Sholeha Tri Asih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.












