Strategi Optimalisasi Dukungan Pesawat Angkut Berat C-130 Skadron Udara 32 Dalam Operasi Logistik Satgas TNI AD Kodam V/Brawijaya di Wilayah Pegunungan Papua

Authors

  • Andang Rohiman Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Sigit Purwanto Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Jimmy Veni Tokio Tiwow Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.8920

Keywords:

C-130 Hercules; Skadron Udara 32; logistik militer; Satgas TNI AD; Pegunungan Papua; operasi udara.

Abstract

Operasi logistik militer di wilayah Pegunungan Papua memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena dipengaruhi oleh kondisi geografis pegunungan, keterbatasan akses darat, keterbatasan infrastruktur penerbangan, dinamika cuaca, serta kebutuhan distribusi logistik yang cepat dan aman bagi satuan tugas TNI AD. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dukungan pesawat angkut berat C-130 Skadron Udara 32 saat ini, mengidentifikasi hambatan operasi logistik di wilayah Pegunungan Papua, serta merumuskan optimalisasi strategi dukungan C-130 ke depan bagi Satgas TNI AD Kodam V/Brawijaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, analisis dokumen, dan matriks SWOT/TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan C-130 masih dominan bertumpu pada pola air landing ke bandara atau pangkalan yang memenuhi syarat operasi, sementara kemampuan air dropping, evakuasi medis udara, dan integrasi logistik lintas matra belum sepenuhnya optimal. Hambatan utama mencakup medan pegunungan, cuaca, keterbatasan bandara, kesiapan pesawat, keterbatasan alat penerjunan, kekurangan kualifikasi air crew tertentu, serta belum optimalnya SOP dan koordinasi lintas matra. Strategi optimalisasi yang direkomendasikan meliputi pembentukan Joint Air Logistics Cell, penyusunan SOP logistik udara lintas matra, peningkatan kesiapan pesawat dan CDS/LCLA, penguatan latihan terpadu TNI AU-TNI AD, pengembangan hub logistik udara berlapis, dan penerapan prioritas logistik berbasis kebutuhan operasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (n.d.). Sistem Informasi Meteorologi Penerbangan. https://aviation.bmkg.go.id/

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. (2024). Provinsi Papua Pegunungan Dalam Angka 2024. https://papua.bps.go.id/id/publication/2024/02/28/cb8c29a69d5c6f9b146e6375/provinsi-papua-pegunungan-dalam-angka-2024.html

Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. (2026). Perkembangan Transportasi Provinsi Papua Pegunungan, Februari 2026. https://papua.bps.go.id/id/pressrelease/2026/04/01/1454/perkembangan-transportasi-provinsi-papua-pegunungan--februari-2026.html

Bastian, N. D., Griffin, P. M., Spero, E., & Fulton, L. V. (2016). Multi-criteria logistics modeling for military humanitarian assistance and disaster relief aerial delivery operations. Optimization Letters, 10(5), 921-953. https://doi.org/10.1007/s11590-015-0888-1

Heaslip, G., & Barber, E. (2014). Using the military in disaster relief: Systemising challenges and opportunities. Journal of Humanitarian Logistics and Supply Chain Management, 4(1), 60-81. https://doi.org/10.1108/JHLSCM-03-2013-0013

Kovács, G., & Spens, K. M. (2007). Humanitarian logistics in disaster relief operations. International Journal of Physical Distribution & Logistics Management, 37(2), 99-114. https://doi.org/10.1108/09600030710734820

Lockheed Martin. (n.d.). C-130J Super Hercules. https://www.lockheedmartin.com/en-us/products/c130.html

Pemerintah Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/40774/uu-no-34-tahun-2004

Pemerintah Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39901/uu-no-24-tahun-2007

Pemerintah Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/4833/pp-no-21-tahun-2008

PT Dirgantara Indonesia. (2025, August 26). Terobosan transportasi udara: Pemprov Papua Pegunungan gandeng PTDI operasikan pesawat N219 atasi keterisolasian. https://www.indonesian-aerospace.com/en/media/news/detail/1535/terobosan-transportasi-udara-pemprov-papua-pegunungan-gandeng-ptdi-operasikan-pesawat-n219-atasi-keterisolasian

Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat. (2022). Optimalisasi peran Skadron Udara 32 yang profesional dalam penanggulangan bencana alam. Seskoad.

Unit Penyelenggara Bandar Udara Wamena. (n.d.). Profil Bandar Udara Wamena. https://www.wamena-airport.com/profil.php

Weihrich, H. (1982). The TOWS matrix: A tool for situational analysis. Long Range Planning, 15(2), 54-66. https://doi.org/10.1016/0024-6301(82)90120-0

Downloads

Published

2026-07-26

How to Cite

Andang Rohiman, Sigit Purwanto, & Jimmy Veni Tokio Tiwow. (2026). Strategi Optimalisasi Dukungan Pesawat Angkut Berat C-130 Skadron Udara 32 Dalam Operasi Logistik Satgas TNI AD Kodam V/Brawijaya di Wilayah Pegunungan Papua. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(2), 95–102. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.8920

Citation Check