Pengalaman Pertama Tenaga Kesehatan Menangani Pasien Keracunan Makanan di Puskesmas Surabaya

Authors

  • Eka Nur Novianti Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya, Indonesia
  • Rasi Rahagia Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.8944

Keywords:

Keracunan Makanan, Pengalaman Pertama, Penanganan Kegawatdaruratan, Puskesmas, Tenaga Kesehatan

Abstract

Keracunan makanan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak serius hingga kematian, sehingga puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam penanganan awal, khususnya pada kejadian luar biasa (KLB). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman pertama tenaga kesehatan dalam menangani pasien keracunan makanan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif dan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dikarenakan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman pertama tenaga Kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, pencatatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pertama tenaga kesehatan mencakup proses identifikasi awal gejala, penanganan kegawatdaruratan, koordinasi lintas sektor, serta pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga. Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya, tingginya jumlah pasien, dan meningkatnya beban kerja, namun kerja sama tim, dukungan pimpinan, serta pengalaman lapangan menjadi faktor pendukung utama dalam penanganan kasus. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman pertama memberikan pembelajaran bermakna dalam meningkatkan keterampilan klinis, kesiapsiagaan, dan kemampuan koordinasi tenaga kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sumber daya yang memadai, serta penguatan sistem penanganan kegawatdaruratan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariffin, M., Rahman, F., & Salmah, N. (2023). Primary health care response to foodborne poisoning outbreaks: Challenges and strategies. Journal of Public Health Management, 12(2), 77–85.

Gadama, Y. C., Zgambo, O., & Chirwa, E. (2024). Barriers to emergency care readiness among primary health workers: A qualitative study. International Journal of Emergency Nursing, 18(3), 201–210.

Garti, K., Mensah, S., & Owusu, D. (2024). Healthcare workers’ preparedness and emotional response during first-time emergency encounters. Global Health Science Review, 9(1), 31–45.

Ngwira, M., Banda, P., & Tembo, L. (2024). Emergency response experiences of primary health workers during sudden mass-casualty events. African Journal of Clinical Practice, 15(4), 122–130.

Santoso, A., Wijaya, R., & Putri, M. (2024). Collaborative practices among healthcare professionals in Indonesia: Challenges and opportunities. Journal of Health Sciences and Policy, 12(1), 45–53.

King, O., West, E., Lee, S., Glenister, K., Quilliam, C., Wong Shee, A., & Beks, H. (2022). Research education and training for nurses and allied health professionals: A systematic scoping review. BMC Medical Education, 22(1).

Monica, R., Wulandari, E., & Yusuf, F. (2022). Efektivitas pelatihan PPGD dan ACLS terhadap kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam kondisi gawat darurat. Jurnal Keperawatan Darurat, 4(2), 89–97.

Malang, T. W. (2022). Pengaruh pelatihan triase terhadap pengetahuan perawat tentang penerapan triase di unit gawat darurat puskesmas. Jurnal Keperawatan, 2, 16–24.

Manurung, F. B., Utariningsih, W., & Fauzan, A. (2025). Overview of knowledge and attitudes of healthcare workers readiness towards disaster management. Journal of Health Research, 8, 575–587.

Hamidah, L., Zahraa, A., & Hanifatu, I. (2025). Gambaran faktor risiko dan karakteristik kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan Jawa Timur tahun 2024. Jurnal Kesehatan, 6, 4143–4155.

Saputra, A., Lestari, N., & Putra, I. G. (2022). Pengetahuan tenaga kesehatan tentang faktor penyebab keracunan makanan. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 6(1), 44–53.

Raya Marcela, Karfika Suci Ramadhani, M. F. A., & Usiono. (2023). Keracunan makanan. Jurnal Anestesi, 2(1), 41–51.

Padangsidempuan, S. M. A. N., Ritonga, S. H., Zebua, H., Sagara, B., & Pratiwi, D. (2024). Pendidikan kesehatan tentang P3K keracunan makanan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa, 6(1), 4–7.

Siregar, N., & Pasaribu, Y. A. (2025). Edukasi kesehatan dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama keracunan makanan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3, 311–314.

Liaran, M., Tuhumena, R., & Liswandi, L. (2024). Pengaruh pengetahuan, pengalaman dan keterampilan terhadap kinerja pegawai. Jurnal Manajemen, 6(1), 480–493.

Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2021). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (11th ed.). Wolters Kluwer.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman kesiapsiagaan dan penanganan kegawatdaruratan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Kemenkes RI.

World Health Organization. (2023). Food safety and foodborne illness. WHO.

Downloads

Published

2026-07-26

How to Cite

Eka Nur Novianti, & Rasi Rahagia. (2026). Pengalaman Pertama Tenaga Kesehatan Menangani Pasien Keracunan Makanan di Puskesmas Surabaya. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(2), 178–182. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.8944

Citation Check