Tradisi Bakaua Lindang di Jorong Koto Tingga Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat

Authors

  • Salsabilla Vitria Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia
  • Endrizal Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.8948

Keywords:

Bakaua Lindang, Makna Kebersamaan, Rasa Syukur, Religius, Kabupaten Solok

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tradisi masyarakat setelah musim panen sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan adat, tetapi juga memiliki makna sosial, budaya, dan keagamaan yang masih dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori interpretatif simbolik Clifford Geertz yang melihat kebudayaan sebagai sistem simbol yang memiliki makna bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Bakaua Lindang memiliki beberapa tahapan yaitu musyawarah, pengumpulan iuran, mambantai kambiang, memasak, berdoa di Makam Syekh Junjungan, dan makan bersama di surau. Setiap tahapan mengandung nilai gotong royong, rasa syukur, dan religius. Gotong royong terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan tradisi, rasa syukur diwujudkan melalui ungkapan terima kasih atas hasil panen, sedangkan nilai religius terlihat melalui doa bersama sebagai bentuk hubungan manusia dengan Tuhan. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardiansyah, A., & Jailani, M. S. 2023. ”Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif”. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1 (2), 50–60.

Aripin, M., & Silpanus, S. 2022. ”Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Tradisi Syukur Panen Masyarakat Dayak Aoheng di Provinsi Kalimantan Timur”. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 90-99.

Geertz, C. 1992. Tafsir Kebudayaan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode penelitian kualitatif. Kota Demak: Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).

Pradana, M. Y. A., Abror, I. 2022 ”Analisis Fenomenologis Atas Tradisi Malapeh Kawua Padi Di Aia Manggih: Kajian Living Hadis”. Living Islam: Journal Of Islamic Discourses, 5(2), 301-320.

Rahman, M. G. 2012. “Tradisi Molonthalo di Gorontalo”. Al-Ulum, 12(2), 437456.

Rofiq, A. 2019. ”Tradisi slametan Jawa dalam perpektif pendidikan Islam”. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 15(2), 93-107.

Rumaharu, Y.Z. 2018. ”Ritual sebagai media konstruksi identitas suatu perspektif teoritisi”. Dialektika, 11(1), 22-30.

Salmiah, U. 2017 “Tradisi A’lammang Dalam Tinjauan Dakwah Kultural Di Desa Lantang Kecamatan Polongbangkeng Selatan”.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.

Tidha, M. V., Rero, D., & Sulaiman, H. 2022. “Makna Syair Lagu Pada Tarian Gawi Dalam Upacara Syukuran Panen Di Desa Nduaria

Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende”. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 7(1), 46-54.

Umami, R. 2019. “Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Kenduri Panenan di Desa Pandak Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, IAINPonorogo)”.

Downloads

Published

2026-07-26

How to Cite

Salsabilla Vitria, & Endrizal. (2026). Tradisi Bakaua Lindang di Jorong Koto Tingga Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(2), 183–198. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.8948

Citation Check