Strategi Satgas Pamtas Mobile 305/17/1 Kostrad Dalam Pembinaan Teritorial di Papua Tahun 2022–2023 Sebagai Model Penguatan Binter TNI AD

Authors

  • Anjas Suryana Putra Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Guntur Eko Saputro Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Suwito Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.8965

Keywords:

Pembinaan Teritorial, Satgas Pamtas Mobile, Soft Power, Papua

Abstract

Papua sebagai wilayah strategis Negara Kesatuan Republik Indonesia menghadapi tantangan multidimensi berupa kesenjangan pembangunan, dinamika sosial budaya yang kompleks, serta ancaman gerakan separatis bersenjata sehingga pendekatan militer konvensional dinilai tidak lagi memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Mobile 305/17/1 Kostrad dalam pelaksanaan pembinaan teritorial di Papua sepanjang tahun 2022 dan 2023, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitasnya, serta merumuskan model strategi yang relevan bagi penguatan pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satgas melaksanakan pembinaan teritorial melalui empat program utama, yaitu Komunikasi Sosial, Karya Bakti dan Bakti Sosial, Pembinaan Ketahanan Wilayah, serta Pembinaan Pertahanan Wilayah, yang secara adaptif, komunikatif, dan berkelanjutan terbukti meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menurunkan gangguan keamanan. Penelitian ini menghasilkan model strategi pembinaan teritorial berbasis soft power, sinergi lintas sektor, dan pendekatan budaya lokal sebagai rujukan penguatan Binter TNI AD di wilayah rawan konflik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543 sampai 571.

Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.

Chauvel, R., & Bhakti, I. N. (2004). The Papua conflict: Jakarta's perceptions and policies. East West Center.

Coleman, J. S. (1990). Foundations of social theory. Harvard University Press.

Galula, D. (2006). Counterinsurgency warfare: Theory and practice. Praeger Security International.

Gibson, J. L., & Ivancevich, J. M. (1996). Organizations: Behavior, structure, processes (9th ed.). Irwin.

Gray, C. S. (1999). Modern strategy. Oxford University Press.

Hadi, S. (2016). Peran TNI dalam pembinaan teritorial di wilayah konflik: Studi kasus Papua. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 6(2), 45 sampai 60.

Janowitz, M. (1960). The professional soldier: A social and political portrait. Free Press.

Kaldor, M. (2012). New and old wars: Organized violence in a global era (3rd ed.). Polity Press.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2020). Buku putih pertahanan Indonesia 2020. Kemhan RI.

Lumbanraja, A. (2022). Penguatan kapasitas prajurit TNI di wilayah konflik. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 18(3), 203 sampai 218.

Lykke, A. F. (1989). Toward an understanding of military strategy. U.S. Army War College.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Nurcholis, H. (2007). Teori dan praktik administrasi publik Indonesia. Gramedia.

Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. PublicAffairs.

Organisation for Economic Co operation and Development. (2011). Whole of government approaches to fragile states. OECD Publishing.

Prakoso, R. D. (2022). Peran TNI dalam pembinaan teritorial wilayah perbatasan di Papua. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 9(2), 89 sampai 105.

Republik Indonesia. (2004). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Sekretariat Negara RI.

Republik Indonesia. (2025). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Sekretariat Negara RI.

Soekanto, S. (2006). Sosiologi: Suatu pengantar. Rajawali Pers.

Sugiyono. (2017). Strategi pertahanan negara dalam pendekatan kewilayahan. Alfabeta.

Suryawan, I. (2021). Geografi konflik di Papua dan dampaknya terhadap mobilisasi keamanan. Jurnal Kajian Wilayah, 12(1), 45 sampai 60.

TNI Angkatan Darat. (2018). Buku putih pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat. Disbinter TNI AD.

United Nations Development Programme. (1994). Human development report 1994: New dimensions of human security. Oxford University Press.

Wahyudi, M. (2020). Dilema OMSP dan pembinaan teritorial. Jurnal Strategi Pertahanan, 5(1), 110 sampai 123.

Widjojo, A. (2004). Paradigma baru TNI: Dari tentara politik ke tentara profesional. Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2026-08-08

How to Cite

Anjas Suryana Putra, Guntur Eko Saputro, & Suwito. (2026). Strategi Satgas Pamtas Mobile 305/17/1 Kostrad Dalam Pembinaan Teritorial di Papua Tahun 2022–2023 Sebagai Model Penguatan Binter TNI AD. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(2), 263–274. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.8965

Citation Check