Dari "Harus Kuat" Menjadi "Boleh Bercerita": Pendampingan Pastoral bagi Generasi Muda dalam Pergumulan Kecemasan

Authors

  • Sahelina Christiwi Br Sembiring Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan, Indonesia
  • Bahagia Tarigan Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.9290

Keywords:

Kecemasan remaja, pendampingan pastoral, gereja, generasi muda, ruang aman

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu pergumulan yang dapat dialami remaja usia 12–18 tahun dalam menghadapi berbagai tuntutan perkembangan, seperti pendidikan, keluarga, pertemanan, penerimaan sosial, pencarian jati diri, dan masa depan. Dalam kehidupan gereja, remaja yang mengalami kecemasan terkadang memilih untuk diam karena adanya anggapan bahwa mereka harus selalu kuat atau bahwa kecemasan menunjukkan lemahnya iman. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan pastoral yang memberikan ruang bagi remaja untuk bercerita, didengarkan, diterima, dan didampingi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kecemasan pada remaja dan merumuskan bentuk pendampingan pastoral yang dapat dilakukan gereja, khususnya dalam konteks pelayanan di GBKP Runggun Betala. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan mengkaji buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, sumber teologi, dan literatur yang berkaitan dengan kecemasan remaja serta pendampingan pastoral. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan pada remaja tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan iman, tetapi perlu dipahami dari aspek psikologis, sosial, dan spiritual. Pendampingan pastoral dapat dilakukan melalui empat tahap, yaitu kehadiran, tanggapan, pemahaman integratif, serta tindakan dan tindak lanjut. Gereja juga perlu memahami batas pendampingan pastoral dan melakukan rujukan kepada psikolog atau tenaga profesional apabila persoalan yang dihadapi remaja berada di luar kompetensi pendamping. Dengan demikian, gereja perlu membangun budaya pelayanan dari “harus kuat” menjadi “boleh bercerita” melalui pendampingan yang mendengarkan, menerima, mendukung, dan merujuk secara tepat. Dalam konteks GBKP Runggun Betala, pendekatan tersebut dapat diterapkan melalui percakapan pastoral, kelompok kecil, pembinaan pendamping, edukasi kesehatan mental, tindak lanjut, serta kerja sama dengan tenaga profesional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Clarine, Michelle, dan Juliana Hidradjat. “Pendekatan Konseling Pastoral sebagai Solusi dalam Mengatasi Kecemasan.” Jurnal Mahasiswa Humanis Vol.5, no. 1 (Januari 2025): 417–432.

Han lng, Johannes Lie. “‘Mendengar’ sebagai Pelayanan Pendampingan bagi Kaum Muda.” Youth Ministry, 2016: 59.

Irwanto, Ferry, Budi Indrawan, Asep Yosua, dan Estheria Kurnia. “Penguatan Kesehatan Mental Remaja melalui Konseling Pastoral Berbasis Gereja dan Komunitas Sel.” ABDI WINA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol.5, no. 2 (Desember 2025): 108–118.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Alarm Kesehatan Mental Anak: CKG Temukan Ratusan Ribu Anak Bergejala Cemas dan Depresi.” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2026.

Lahagu, Abdiel Anugrah. “Gap Generasi dan Peran Gereja: Analisis tentang Pelayanan Pastoral sebagai Solusi di GKKA, JKI, dan Persekutuan Doa di Surabaya.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6, no. 1 (2026): 66.

Manihuruka, Meldaria, Chresty Tupamahub, dan Lasrida Siagian. “Peran Orang Tua dalam Pendampingan Pastoral bagi Anak Usia Remaja Awal Menurut 2 Timotius 1:3–18.” Missio Ecclesiae Vol. 11, no. 1 (April 2022): 51–71.

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. “Chapter II.” Repository Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Diakses 29 September 2026.

Ruimassa, Aleta Apriliana. “Memahami Psikologi Perkembangan Remaja sebagai Upaya Merencanakan Pelayanan Pastoral yang Peka Kesehatan Mental Remaja.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 7, no. 2 (April 2023): 769–784. https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.845.

Sari, Novita, dkk. Metodologi Penelitian Kepustakaan. Banten: Sada Kurnia Pustaka, 2026.

Sherlina, Ananda Putri. “Tingkat Kecemasan pada Remaja dalam Menghadapi Masa Depan.” Mahasiswa Bertauhid Vol. 3, no. 1 (2024): 989–990.

Susabda, Yakub B. Pastoral Konseling. Malang: Gandum Mas, 1983.

Syaputra, Ronald Desfidi, dan Nefri Anra Saputra. “Perancangan Media Informasi untuk Mengenali Anxiety Disorders pada Usia 12–18 Tahun.” Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2, no. 1 (Januari 2026): 143.

van Beek, Aart. Pendampingan Pastoral. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003.

Downloads

Published

2026-10-12

How to Cite

Sahelina Christiwi Br Sembiring, & Bahagia Tarigan. (2026). Dari "Harus Kuat" Menjadi "Boleh Bercerita": Pendampingan Pastoral bagi Generasi Muda dalam Pergumulan Kecemasan. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(2), 392–406. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.9290

Citation Check