Peran Komunitas Boeatan Tjibaliung Sebagai Komunitas Seni Dalam Melestarikan Kesenian Calung Renteng di Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang

Authors

  • Een Nuraeni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Syamsul Rizal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Rian Permana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.9361

Keywords:

Boeatan Tjibaliung, Calung Renteng, pelestarian budaya, komunitas seni, Pandeglang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Komunitas Boeatan Tjibaliung dalam melestarikan kesenian Calung Renteng serta kendala yang dihadapi di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunitas dalam pelestarian Calung Renteng meliputi tiga aspek, yaitu perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembelajaran kepada generasi muda, dokumentasi, pementasan, digitalisasi, kolaborasi seni, serta pengenalan kesenian dalam bidang pendidikan. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya minat generasi muda, keterbatasan dana dan fasilitas, pengaruh musik modern, kelangkaan bahan baku bambu, serta terbatasnya dukungan pemerintah pada awal pergerakan komunitas. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan Calung Renteng sebagai warisan budaya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: CV Syakir Media Press.

Arif, A., Suhaya, & Permana, R. (2023). Upaya Meningkatkan Eksistensi dalam Berkesenian Musik Tradisional pada Sanggar Panghegar Manah di Kabupaten Pandeglang. Matra: Jurnal Musik Tari Teater & Rupa, 2(1), 56–69.

Creswell, J. W. (2012). Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research (4th ed.). Boston: Pearson.

Djamal, M. (2015). Paradigma Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ghaida, N., & Mahfud, R. (2022). Upaya Pelestarian Susualan melalui Calung Renteng Khas Banten Selatan. Jurnal Babasan, 9(2), 145–158.

Java Instituut. (1924). Verslagen der Javaansche Cultuur Congressen. Weltevreden: Java Instituut.

Kools, J. F. (1935). Hoema. Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde, 75, 208–215.

Kubarsah, U. (1994). Seni Karawitan Sunda. Bandung: Pustaka Sunda.

Kurniawan, A. (2018). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Lestari, E., & Ribawati, E. (2025). Peran Calung Renteng dalam Adaptasi Budaya terhadap Kebutuhan Aktivitas Pertanian di Cibaliung. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 9(9), 111–120.

Lofland, J. (1984). Analyzing Social Settings: A Guide to Qualitative Observation and Analysis. Belmont: Wadsworth.

Maharani, A. Y., Yunus, W., & Ute, L. K. (2024). Peran Komunitas Saung Mang Dedi dalam Upaya Melestarikan Kesenian Alat Musik Bambu Khas Sunda di Desa Sindangpakuon. Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(10), 1–9.

Meijer, J. J. (1890). Proeve van Zuid-Bantensche Poezie. Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde, 33, 465–478.

Nurhasanah, A., & Maryuni, Y. (2023). Perkembangan Kesenian Tradisional Calung Renteng di Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Panalungtik, 6(2), 97–114.

Parwati, N. M. L. (2025). Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Seni untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 5, 1–8.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang. (2024). Profil dan Data Pembangunan Kabupaten Pandeglang. Pandeglang: Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Permanasari, A. T., & Rizal, S. (2023). Peran Perempuan dalam Melestarikan Kesenian Rampak Bedug di Kabupaten Pandeglang. Jurnal Panggung, 33(3), 377–389.

Putri, N. P. E. I. C., dkk. (2023). Upaya Generasi Milenial Melestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 3, 142–150.

Ramadani, A., Rizal, S., & Permana, R. (2024). Eksistensi Kesenian Debus Padepokan Sumur Tujuh di Babakan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Matra: Jurnal Musik Tari Teater & Rupa, 3(1), 57–65.

Ridwan, I., dkk. (2021). Pengetahuan Lokal dan Musik Bambu Masyarakat Huma Banten Selatan. Jurnal Kebudayaan, 12(2), 145–158.

Rizal, S. (2019). Struktur Pola Tabuh Rampak Bedug pada Sanggar Bale Seni Ciwasiat Kabupaten Pandeglang. Jurnal Panggung, 29(4), 406–419.

Sari, I. J., Permana, R., El Islami, R. A. Z., Rifqiawati, I., Anisah, H., & Rhahilia, L. (2025). Penguatan Kapasitas Sanggar Seni melalui Pelatihan Calung Berbasis Narasi Anyaman Pandan Duri untuk Pertunjukan Skala Luas. Jurnal Pengabdian Dinamika, 12(1), 1–7.

Sedyawati, E. (2008). Keindonesiaan dalam Budaya. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Subekti, A., dkk. (2024). Profil Wilayah Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang. Pandeglang: Badan Pusat Statistik Kabupaten Pandeglang.

Triyanto. (2018). Pendekatan Kebudayaan dalam Penelitian Pendidikan Seni. Imajinasi:

Van Zanten, W. (2021). Music of the Baduy People of Western Java: Singing is a Medicine. Leiden: Brill.

Widyastitieningrum, S. R., & Herdiani, E. (2023). Pelestarian Budaya Jawa: Inovasi dalam Bentuk Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari.

Yulianingsih, N. (2019). Pola Dasar Calung Renteng di Sanggar Ciwasiat Desa Ciwasiat Kabupaten Pandeglang.

Downloads

Published

2026-10-29

How to Cite

Een Nuraeni, Syamsul Rizal, & Rian Permana. (2026). Peran Komunitas Boeatan Tjibaliung Sebagai Komunitas Seni Dalam Melestarikan Kesenian Calung Renteng di Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 4(2), 450–464. https://doi.org/10.57235/jerumi.v4i2.9361

Citation Check