Peran Emosi dalam Pemerolehan Bahasa: Studi Keterhubungan antara Intonasi, dan Pembentukan Makna pada Anak Usia 4 Tahun

(1) * Ester Enjelysa Panggabean Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Miranda Maria Magdalena Gultom Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Prety Vania Akwila Napitupulu Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Puja Astrid Sirait Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Sherly Anjelia Purba Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(6) Novita Eka Fitri Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(7) Selly Chelsea Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(8) Rosmawaty Harahap Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(9) Hidayat Herman Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran emosi dan intonasi dalam pemerolehan bahasa anak usia dini, khususnya pada usia 4 tahun ketika anak mulai aktif memahami makna ujaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran emosi melalui variasi intonasi (gembira, sedih, marah, dan netral) memengaruhi pemahaman makna Bahasa pada seorang anak usia 4 Tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, karena subjek penelitian hanya satu anak. Sumber data penelitian adalah respon verbal dan nonverbal anak ketika diberikan stimulus berupa cerita sederhana dengan intonasi berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung yaitu pada saat pemberian stimulus cerita lalu dilanjut dengan pertanyaan pemahaman mengenai cerita tersebut, rekaman suara untuk dapat dianalisis ulang, dan catatan lapangan mengenai respon anak tersebut. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengelompokkan respon anak dalam memahami makna berdasarkan jenis intonasi yang digunakan, dari sini peneliti dapat mengetahui kecenderungan respon anak yang muncul apakah di intonasi gembira, sedih, marah atau netral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, intonasi gembira mempermudah anak dalam memahami isi cerita dan menjawab pertanyaan dengan lebih lengkap. Kedua, intonasi sedih membuat anak cenderung menjawab singkat dan kurang antusias. Ketiga, intonasi marah membuat anak tertekan sehingga responnya menurun. Keempat, intonasi netral kurang menarik perhatian anak sehingga fokus dan pemahaman menurun. Intonasi emosional, khususnya yang bernuansa positif seperti intonasi gembira, berperan penting dalam membantu pembentukan makna dan memperkuat pemerolehan bahasa anak usia dini.


Keywords


Pemerolehan Bahasa, Emosi, Intonasi, Makna, Anak Usia Dini

   

DOI

https://doi.org/10.57235/jetbus.v2i2.7200
      

Article metrics

10.57235/jetbus.v2i2.7200 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Azis, R., & Juanda, A. (2023). Pemerolehan bahasa pertama anak usia 4 tahun 3 bulan di Makassar Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1465-1478.

Berko Gleason, J., & Bernstein Ratner, N. (2022). The development of language (10th ed.). Plural Publishing.

Gleason, J. B., & Bernstein Ratner, N. (2022). The development of language (9th ed.). Pearson Education.

Han, M., De Jong, N. H., & Kager, R. (2022). Prosodic input and children’s word learning in infant-and adult-directed speech. Infant Behavior and Development, 68, 101728.

Han, M., Lee, H., Kim, J., dkk. (2022). Neural responses to emotional prosody in infants: Implications for early language acquisition. Journal of Child Language Research, 49(1), 102-119.

Hasniar, dkk. (2020). Pemerolehan kosakata bahasa Indonesia anak usia prasekolah di Kecamatan Barru: Kajian psikolinguistik. Jurnal Ilmu Budaya, 8(2), 357-366.

Hasniar, S., Wijayanti, D., & Putri, M. R. (2020). Perkembangan kosakata dan struktur kalimat pada anak usia dini di Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 134-145.

Juanda, A., & Azis, R. (2023). Penggunaan jenis kata dan kalimat dalam interaksi anak usia 4 tahun. Jurnal Psikolinguistik, 10(1), 15-29.

Jungers, A., Roberts, M., & Thompson, L., dkk. (2024). Emotional prosody and word learning in children: The contextual cue hypothesis. Language Learning and Development, 20(1), 34-53.

Jungers, M. K., Hupp, J. M., Rardon, J. A., McDonald, S. A., & Song, Y. (2024). The effect of emotional prosody and referent characteristics on novel noun learning. Language and Cognition, 16(4), 1881-1898.

Shi, J., dkk. (2022). Prosodic modulations in child-directed language and their impact on word learning. Developmental Science.

Shi, Y. (2023). Prosodic modulation in child-directed speech and its effects on word learning. Developmental Psychology Review, 12(4), 115-130.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Ester Enjelysa Panggabean, Miranda Maria Magdalena Gultom, Prety Vania Akwila Napitupulu, Puja Astrid Sirait, Sherly Anjelia Purba, Novita Eka Fitri, Selly Chelsea, Rosmawaty Harahap, Hidayat Herman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.