Persepsi dan Pengetahuan Siswa Mengenai Kesiapsiagaan Banjir Pasca Edukasi

(1) * Susilawati Susilawati Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(2) Sahkira Nabila Utami Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(3) Putri Amanda Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
(4) Mely Febriani Mail (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah, khususnya di daerah yang belum memiliki sistem pengolahan air yang memadai. Penjernihan air rumah tangga umumnya dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti tawas dan klorin. Meskipun efektif, penggunaan bahan kimia tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan apabila digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan penjernih air yang ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan ekonomis. Kulit pisang merupakan limbah organik rumah tangga yang jumlahnya melimpah dan mengandung senyawa alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan penjernih air. Penelitian ini membahas pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan alami penjernih air rumah tangga melalui metode eksperimen sederhana dengan menggunakan serbuk kulit pisang sebagai media filtrasi. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan kondisi air sebelum dan sesudah proses penjernihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi kulit pisang dalam meningkatkan kejernihan air dan memperbaiki kondisi pH.


Keywords


kulit pisang, penjernih air, air bersih, kesehatan lingkungan

   

DOI

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i1.7775
      

Article metrics

10.57235/jetish.v5i1.7775 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2021). Indeks risiko bencana Indonesia. Jakarta: BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2023). Pedoman mitigasi bencana berbasis sekolah. Jakarta: BNPB.

Fitriani, A. (2024). Peningkatan kesiapsiagaan siswa melalui media edukasi kebencanaan. Jurnal Pendidikan dan Mitigasi Bencana, 7(2), 45–53.

Handayani, R., & Sari, P. D. (2021). Penerapan edukasi kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar terhadap bencana banjir. Jurnal Pendidikan dan Kebencanaan, 5(2), 77–85.

Iskandar, A., & Rahmawati, N. (2020). Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan penjernih air alami. Jurnal Sains Lingkungan, 8(1), 45–52.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan sekolah tanggap bencana. Jakarta: Kemendikbud.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), UNESCO, & ISDR. (2006). Kajian kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Jakarta: LIPI Press.

Lestari, D. N., & Hidayat, M. (2021). Pemanfaatan kulit pisang sebagai adsorben logam berat dalam air limbah rumah tangga. Jurnal Kimia Terapan Indonesia, 13(2), 112–119.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nuraini, F. (2020). Edukasi mitigasi bencana berbasis lingkungan sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(3), 34–42.

Pratama, R., & Kurniawan, D. (2025). Peran pendidikan kebencanaan dalam membentuk perilaku mitigasi siswa sekolah dasar. Jurnal Edukasi Tanggap Bencana, 8(1), 12–20.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB. (2019). Modul dasar-dasar kebencanaan. Jakarta: BNPB.

Syarif, A., Nugraha, E., & Hidayat, R. (2022). Disaster education as an effort to improve students’ flood mitigation preparedness. Journal of Geography Education Studies, 4(1), 77–86.

Wibowo, H., & Amelia, S. (2022). Potensi kulit pisang sebagai alternatif penjernih air alami untuk rumah tangga. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan dan Energi Terbarukan, 2(1), 56– 63.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Susilawati Susilawati, Sahkira Nabila Utami, Putri Amanda, Mely Febriani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.