Makna Nyanyian Lagu Sitalasari dalam Acara Tradisi Pernikahan Adat Batak Simalungun

(1) * Apriliani Daely Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(2) Aulia Hasanah Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(3) Aulia Hasanah Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(4) Retno Anggelica Aini Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(5) Retno Anggelica Aini Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(6) Riva Amanda Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(7) Riva Amanda Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(8) Shela Jenari Marbun Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(9) Shela Jenari Marbun Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(10) Ayu Nadira Wulandari Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
(11) Ayu Nadira Wulandari Mail (Universitas Negeri Medan, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Lagu Sitalasari merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang terdapat dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam upacara adat, tetapi juga mengandung berbagai nilai budaya dan pesan moral yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam lirik lagu Sitalasari yang dinyanyikan dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa lirik lagu Sitalasari yang dianalisis berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap sumber-sumber yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Sitalasari mengandung berbagai nilai budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Batak Simalungun, seperti nilai penghormatan terhadap orang tua, pentingnya menjaga adat istiadat, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis bagi pasangan pengantin. Selain itu, lagu ini juga memiliki fungsi sosial sebagai media penyampaian nasihat dan doa dalam upacara pernikahan adat. Dengan demikian, lagu Sitalasari tidak hanya memiliki nilai estetika sebagai karya seni musik tradisional, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat Batak Simalungun.


Keywords


Sitalasari, Sastra Lisan, Pernikahan Adat, Batak Simalungun

   

DOI

https://doi.org/10.57235/jetish.v5i1.8150
      

Article metrics

10.57235/jetish.v5i1.8150 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Danandjaja, James. 1997. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Ratna, Nyoman Kutha. 2015. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Saragih, Taralamsyah. 2016. Lagu Sitalasari. Lagu daerah Batak Simalungun.

Sibarani, Robert. 2012. Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.

Vansina, Jan. 1985. Oral Tradition as History. Madison: University of Wisconsin Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Apriliani Daely, Aulia Hasanah, Aulia Hasanah, Retno Anggelica Aini, Retno Anggelica Aini, Riva Amanda, Riva Amanda, Shela Jenari Marbun, Shela Jenari Marbun, Ayu Nadira Wulandari, Ayu Nadira Wulandari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.