Rancangan Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik Menggunakan Topologi Jaringan Looping pada Gardu Utama Bandar Udara Halim Perdanakusuma
DOI:
https://doi.org/10.57235/jetish.v5i2.9102Keywords:
Sistem Distribusi Tenaga Listrik, Jaringan Looping, Keandalan, ETAP, Bandara Halim PerdanakusumaAbstract
Permasalahan utama di Gardu Utama Bandar Udara Halim Perdanakusuma adalah penggunaan sistem distribusi tegangan menengah 20 kV eksisting yang berkonfigurasi radial, sehingga kontinuitas pasokan listrik berpotensi terhenti apabila terjadi gangguan pada satu-satunya jalur yang tersedia. Penelitian ini dilakukan karena ketergantungan pada jalur tunggal menanggung risiko gangguan operasional dan biaya BBM tinggi untuk Genset cadangan saat terjadi pemadaman. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem distribusi tenaga listrik berbasis konfigurasi looping untuk meningkatkan keandalan dan kontinuitas pasokan listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 1, meliputi pengumpulan data, observasi lapangan, analisis kebutuhan sistem, simulasi ETAP, serta penyusunan Single Line Diagram (SLD), Detail Engineering Design (DED), Bill Of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Metode R&D level 1 dipilih karena penelitian dibatasi hingga tahap perancangan dan validasi desain teknis yang krusial sebelum tahap eksekusi fisik infrastruktur bandara. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konfigurasi looping mampu menyediakan jalur suplai alternatif ketika salah satu penyulang (GI Cawang, GI Cipinang, atau GI Taman Mini) mengalami gangguan. Rancangan ini memanfaatkan kabel N2XSEFGbY 3 x 240 mm², kubikel SIEMENS SIMOSEC 20 kV, dan konfigurasi double incoming yang sesuai dengan kebutuhan sistem distribusi. Kesimpulan dari perancangan ini adalah sistem looping terbukti dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan keandalan, fleksibilitas operasi, dan keamanan daya listrik bandara. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan analisis koordinasi sistem proteksi secara real-time serta integrasi otomatisasi SCADA pada skema looping tersebut.
Downloads
References
Amna, R., & dkk. (2024). Pemanfaatan sistem skema loop pada jaringan tegangan tinggi 150 kV rangkaian KID Dumai dengan rangkaian Siak. Jurnal Energi Dan Kelistrikan, 16(2), 101–110.
Amna, R., & dkk. (2024). Rekonfigurasi jaringan untuk mengurangi losses dan jatuh tegangan pada penyulang Krueng Cut. Jurnal Teknik Elektro, 12(1), 15–23.
Badan Standarisasi Nasional. (2011). Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011) (SNI 0225:2011). BSN.
International Civil Aviation Organization. (2018). Annex 14 to the Convention on International Civil Aviation: Aerodromes - Volume I: Aerodrome Design and Operations (8th ed.). ICAO.
Oktasya, D., & Kumala, A. (2022). Analisis perbandingan keandalan sistem jaringan distribusi berkonfigurasi radial dan loop menggunakan metode RIA. Jurnal Teknik Kelistrikan, 5(1), 34–42.
PT PLN (Persero). (2010). Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik (SPLN). PT PLN (Persero).
Sargatama, F., & dkk. (2022). Perencanaan penambahan jaringan kabel TM untuk backup listrik PLN ke Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Jurnal Teknik Penerbangan, 4(2), 88–96.
Suganda, Y., & dkk. (2022). Analisa keandalan pada sistem distribusi 20 kV. Jurnal Teknik Energi, 8(3), 145–152.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Yerico Nandez Marthin Siahaan, Iwan Koswara, Basil Aldrian Prawiraatmaja

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors are copyright holders and maintain author rights in accordance with the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0) or comparable license. While holding these rights, authors grant the JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health (publisher of JETISH) a non-exclusive right to the first publication of their articles, including abstracts. This enables us to ensure full copyright protection and to disseminate the article to the widest possible readership in electronic format. Authors are themselves responsible for obtaining permission to reproduce copyright material from other sources.










