Konsep Jiwa (Nafs) Dalam Al-Qur’an: Tinjauan Psikologi Islam
DOI:
https://doi.org/10.57235/jpkp.v1i2.7299Keywords:
Nafs, Al-Qur'an, Psikologi Islam, Tazkiyah, Kesehatan MentalAbstract
Konsep nafs (jiwa) dalam Al-Qur'an memiliki posisi yang sangat penting karena mencakup berbagai dimensi esensial manusia, yaitu fisik, psikologis, moral, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna serta tingkatan-tingkatan nafs yang terdapat dalam Al-Qur'an. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis relevansi konsep nafs dengan bidang psikologi Islam, khususnya dalam konteks kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan berupa ayat-ayat Al-Qur'an yang secara eksplisit memuat kata nafs. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari enam penelitian ilmiah yang relevan, yang mengkaji berbagai aspek seperti semantik Qur'ani, tazkiyah al-nafs, taswiyah al-nafs, dimensi psikis manusia, serta pandangan filsafat jiwa dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa nafs memiliki spektrum makna yang sangat luas, meliputi identitas diri, dorongan psikologis yang memengaruhi perilaku, serta potensi spiritual yang dapat dikembangkan. Al-Qur'an menguraikan tiga tahapan perkembangan jiwa yang berbeda, yaitu nafs al-ammārah (jiwa yang cenderung pada perbuatan buruk), nafs al-lawwāmah (jiwa yang senantiasa mencela diri sendiri), dan nafs al-muṭmaʾinnah (jiwa yang telah mencapai ketenangan). Proses perjalanan jiwa dari tingkatan ammārah menuju muṭmaʾinnah mencerminkan upaya untuk melakukan penyucian diri (tazkiyah al-nafs) dan mencapai keseimbangan potensi (taswiyah al-nafs). Kedua konsep ini dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan psikologi Islam serta strategi pembinaan kesehatan mental yang relevan dengan tantangan modern.
Downloads
References
Izutsu, T. (1964). God and Man in the Qur’an: Semantics of the Qur’anic Weltanschauung. Tokyo: Keio University.
Manawi, M., dkk. (2021). Psikologi Islam: Penciptaan al-Nafs dan Kekekalannya menurut Ibn Sina dan al-Ghazali. Al-Basirah: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 11(1), 19–31.
Marzuki, & Zulfatmi. (2023). Nilai spiritual Sufi dalam tazkiyah al-nafs sebagai dasar pendidikan Islam. Ijazul Qur’an: Journal of Islamic Education, 3(1), 40–57.
Taswiyah al-Nafs]. (2017). Konsep taswiyah al-nafs dalam pengembangan pribadi. Jurnal Studi Keislaman, 5(2), 12–20.
Zakaria, M. Y., & Nugroho, K. (2024). Semantic evolution of the word nafs in the Qur’an based on contextual semantics and the Qur’anic worldview. Journal of Islamic Studies, 12(3), 842–847.
Zulfatmi. (2020). Al-Nafs dalam Al-Qur’an: Dimensi psikis manusia. Mudarrisuna: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 10(2), 40–57
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors certify that the work reported here has not been published before and contains no materials the publication of which would violate any copyright or other personal or proprietary right of any person or entity.
- Authors dont transfer or license the copyright of publishing to JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Research to publish the article in any media format, to share, to disseminate, to index, and to maximize the impact of the article in any databases.
- Authors hereby dont agree to transfer a copyright for publishing to JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran a Publisher of the manuscript.
- Authors reserve the following:
- all proprietary rights other than copyright such as patent rights;
- the right to use all or part of this article in future works of our own such as in books and lectures;
- use for presentation in a meeting or conference and distributing copies to attendees;
- use for internal training by author's company;
- distribution to colleagues for their research use;
- use in a subsequent compilation of the author's works;
- inclusion in a thesis or dissertation;
- reuse of portions or extracts from the article in other works (with full acknowledgement of final article);
- preparation of derivative works (other than commercial purposes) (with full acknowledgement of final article); and
- voluntary posting on open web sites operated by author or author’s institution for scholarly purposes, but it should follow the open access license of Creative Common CC BY-NC License.








