Kecenderungan Social Loafing (Kemalasan Sosial) Dalam Tugas Kelompok Pada Mahasiswa UIN Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.57235/qistina.v4i1.6568Keywords:
kerja kelompok, kontribusi tidak seimbang, mahasiswa, social loafing, motivasi belajarAbstract
Kerja kelompok sudah menjadi bagian penting dari aktivitas kuliah, tapi dalam praktiknya, tidak semua mahasiswa terlibat secara seimbang. Selalu saja ada anggota kelompok yang hanya ikut nama, tapi tidak benar-benar ambil bagian dalam menyelesaikan tugas. Inilah yang dikenal dengan istilah social loafing, yaitu ketika seseorang cenderung mengurangi kontribusi karena merasa tanggung jawabnya bisa dibagi rata ke anggota lain. Penelitian ini melibatkan 54 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Hasil menunjukkan bahwa 88,9% responden pernah berada dalam kelompok yang anggotanya tidak aktif. Hal ini membuat mahasiswa lain merasa terbebani, dan semangat kerja kelompok pun ikut menurun. Alasan paling umum dari kurangnya kontribusi adalah tidak peduli terhadap tugas. Untuk mengatasi situasi ini, mayoritas mahasiswa menyarankan agar sejak awal tugas dibagi dengan jelas, ada komunikasi terbuka, dan dosen ikut mengevaluasi kinerja setiap anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa social loafing bisa dicegah jika kelompok dibangun dengan rasa tanggung jawab yang adil, saling menghargai, dan memiliki aturan main yang disepakati sejak awal.
References
Amelia, C., Salawaty, M. D., & Enzelika. (2024). Pengaruh Social Loafing Terhadap Performa Akademik Mahasiswa Universitas Batam. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi, 6(3).
Bestari, M., Oktari, R. S., & Purna, D. (2022). Perilaku Social Loafing Mahasiswa Dalam Mengerjakan Tugas Kelompok Melalui Sistem Daring. Jurnal Psikologi Tabularasa, 17(1), 1–10.
Fadilla, Z., Taqwin, N., Masita, M., Ardiawan, K. N., Sari, M. E., Abdullah, K., Jannah, M., Aiman, U., & Hasda, S. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Karana, A. C., & Margaretha, M. E. G. (2023). Hubungan Antara Motivasi berprestasi dengan Sosial Loafing Pada Mahasiswa Dalam Tugas Kelompok Selama Perkuliahan Daring. Jurnal Experientia, 11(1).
Kotimah, C., & Laksmiwati, H. (2021). Hubungan Kohesivitas Kelompok Dengan Kecenderungan Social Loafing Pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(3), 101–110.
Krisnasari, E. S. D., & Purnomo, J. T. (2021). Hubungan kohesivitas dengan kemalasan sosial Pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi, 13(1), 14.
Raffles, F., & Tiza, H. M. (2024). Perbedaan Social Loafing Pada Mahasiswa Dalam Mengerjakan Tugas Kelompok Ditinjau Dari Jenis Kelamin. Jurnal Intensi: Integrasi Riset Psikologi, 2(2), 47.
Wirayudha, A., Shakti, F. F., & Ariq, M. R. (2024). Kesulitan Mahasiswa Dalam Membagi Tugas Kelompok Sebagai Efek Terhadap Perilaku Social Loafing. Jurnal Academy of Education, 15(1), 149.
Wowor, F. A., Zubair, A. G. H., & Minarni, M. (2024). Peran Self-efficacy Terhadap Social Loafing Pada Mahasiswa di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 4(1), 130–135.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















