Implementasi Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Siswa Dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SDN Padek 1

(1) * Tsani Karman Billah Mail (Universitas Primagraha, Indonesia)
(2) Sastra Wijaya Mail (Universitas Primagraha, Indonesia)
(3) Maulina Rahayu Mail (Universitas Primagraha, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas IV di SDN Padek 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, ditandai dengan keaktifan dalam eksplorasi, diskusi, serta pemecahan masalah. Proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa. Selain itu, suasana belajar yang interaktif dan kolaboratif turut mendorong terjalinnya komunikasi dan kerjasama antar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, sekaligus mempersiapkan siswa menjadi pembelajar aktif, kritis, dan mandiri.


Keywords


Discovery Learning, hasil belajar, IPAS, pendidikan dasar, berpikir kritis

   

DOI

https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7148
      

Article metrics

10.57235/qistina.v4i2.7148 Abstract views : 0 | PDF views : 0

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Amirah, dkk. (2022). Pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Jakarta: Prenadamedia.

Ayu, dkk. (2024). Critical thinking skills in elementary science learning. International Journal of Education, 12(1), 15–24.Aulia Marisya. (2020). Strategi pengumpulan data dalam discovery learning. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 88–95.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Haudi. (2021). Discovery learning: Konsep dan implementasi. Bandung: Alfabeta.

Irmawati. (2020). Penerapan discovery learning dalam pembelajaran tematik (Skripsi). Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Laporan pendidikan dasar. Jakarta: Kemendikbud.

Luluk Indah. (2024). Discovery learning untuk pengembangan keterampilan berpikir kritis. Yogyakarta: Pustaka Edu.Meiliza Amelia Andariska, dkk. (2024). Efektivitas model discovery learning dalam pembelajaran sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 45–56.Monigir, & Wakari. (2024). Student participation in learning process. Jurnal Pendidikan Inovatif, 10(1), 55–63.Nugraha, A., dkk. (2020). Penerapan model discovery learning dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Bandung: Alfabeta.

Rahma Pramita, dkk. (2024). Dampak metode konvensional terhadap motivasi belajar siswa SD. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(1), 23–34.

Revianti Coenraad. (2021). Kelebihan dan kekurangan discovery learning. Jurnal Kajian Pendidikan, 9(2), 120–130.

Rizky Amaliya, & Khodijatul Kubro. (2025). Students’ participation in primary education. Journal of Elementary Pedagogy, 11(3), 200–210.

Suheslayanti. (2023). Pembelajaran IPAS sebagai integrasi ilmu. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 5(1), 34–42

Supriyadi. (2018). Langkah-langkah discovery learning dalam pembelajaran. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 77–85.

Surayya, dkk. (2014). Partisipasi siswa dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Humaniora, 2(1), 13–19.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Tsani Karman Billah, Sastra Wijaya, Maulina Rahayu

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.