Implementasi Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Siswa Dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SDN Padek 1
Keywords:
Discovery Learning, hasil belajar, IPAS, pendidikan dasar, berpikir kritisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas IV di SDN Padek 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, ditandai dengan keaktifan dalam eksplorasi, diskusi, serta pemecahan masalah. Proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan rasa percaya diri siswa. Selain itu, suasana belajar yang interaktif dan kolaboratif turut mendorong terjalinnya komunikasi dan kerjasama antar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, sekaligus mempersiapkan siswa menjadi pembelajar aktif, kritis, dan mandiri.
References
Amirah, dkk. (2022). Pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Jakarta: Prenadamedia.
Ayu, dkk. (2024). Critical thinking skills in elementary science learning. International Journal of Education, 12(1), 15–24.Aulia Marisya. (2020). Strategi pengumpulan data dalam discovery learning. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 88–95.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Haudi. (2021). Discovery learning: Konsep dan implementasi. Bandung: Alfabeta.
Irmawati. (2020). Penerapan discovery learning dalam pembelajaran tematik (Skripsi). Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Laporan pendidikan dasar. Jakarta: Kemendikbud.
Luluk Indah. (2024). Discovery learning untuk pengembangan keterampilan berpikir kritis. Yogyakarta: Pustaka Edu.Meiliza Amelia Andariska, dkk. (2024). Efektivitas model discovery learning dalam pembelajaran sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 45–56.Monigir, & Wakari. (2024). Student participation in learning process. Jurnal Pendidikan Inovatif, 10(1), 55–63.Nugraha, A., dkk. (2020). Penerapan model discovery learning dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Bandung: Alfabeta.
Rahma Pramita, dkk. (2024). Dampak metode konvensional terhadap motivasi belajar siswa SD. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(1), 23–34.
Revianti Coenraad. (2021). Kelebihan dan kekurangan discovery learning. Jurnal Kajian Pendidikan, 9(2), 120–130.
Rizky Amaliya, & Khodijatul Kubro. (2025). Students’ participation in primary education. Journal of Elementary Pedagogy, 11(3), 200–210.
Suheslayanti. (2023). Pembelajaran IPAS sebagai integrasi ilmu. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 5(1), 34–42
Supriyadi. (2018). Langkah-langkah discovery learning dalam pembelajaran. Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 77–85.
Surayya, dkk. (2014). Partisipasi siswa dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Humaniora, 2(1), 13–19.
Downloads
Published
Issue
Section
License
QISTINA: Jurnal Multididiplin Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).