(2) Rumilla Harahap
*corresponding author
AbstractBendung merupakan struktur yang dibangun melintang pada sungai untuk mengatur aliran air, yang dapat digunakan, seperti irigasi dan pembangkit listrik. Bangunannya terbagi menjadi bangunan tetap dan bangunan sementara. Bendung ini dibangun pada tahun 1986 di Kecamatan Jawa Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, bertujuan untuk meningkatkan elevasi muka air sungai Bah Bolon selama musim kemarau guna mendukung kegiatan pertanian. Penelitian dilakukan karena bendung sudah 39 tahun berdiri, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah bangunan masih aman terhadap syarat SNI Geoteknik terbaru terhadap gaya guling (overtuning) SF(≥2.00), geser (sliding) SF(≥1.50), eksentrisitas SF(≥3.5), daya dukung tanah SF (≥3.00), erosi bawah tanah (Piping) SF(≥1.6), pada saat muka air normal, dan pada saat muka air banjir. Sasaran yang dicapai penentuan besarnya gaya berat sendiri, tekanan lumpur, tekanan hidrostatis, uplift, tekanan tanah dan gaya gempa yang dipergunakan sebagai acuan keamanan bendung terhadap gaya guling dan gaya gelincir. Nilai stabilitas saat kondisi air normal, stabilitas terhadap guling (SF = 8.972 ≥ 2.00), stabilitas terhadap geser (SF = 2.078 ≥ 1.30), eksentrisitas pembebanan yang terjadi (SF e = 1.95 ≤ 3.5), daya dukung tanah atau tegangan tanah yang terjadi (maks = 5.488 ≥ 3.00), (maks = 01.593 ≥ 3.00), stabilitas terhadap erosi bawah tanah (piping) (C= 5.175 ≥ 1.6). Nilai stabilitas pada saat kondisi air banjir, stabilitas terhadap guling (SF = 8.713 ≥ 1.50), stabilitas terhadap geser (SF = 2.266 ≥ 1.30), eksentrisitas pembebanan yang terjadi (e = 2.266 ≥ 3.5 ), daya dukung tanah atau tegangan tanah yang terjadi (min = 5.366 ≥1.50), (maks = 1.593 ≥1.50), stabilitas terhadap erosi bawah tanah (piping) (C= 3.881 ≥ 1.6). Dari hasil perhitungan kontrol stabilitas ada yang tidak aman dan masih ada memenuhi syarat aman. KeywordsBendungan Lama, SNI Geoteknik, Stabilitas Bendung, Syarat Keamanan
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7282 |
Article metrics10.57235/qistina.v4i2.7282 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Anonim. (2013). Standar Pekerjaan Irigasi KP-02. Badan Penerbiit Pekerjaan Umum, Jakarta.
Anonim. (2013). Standar Pekerjaan Irigasi KP-04. Badan Penerbiit Pekerjaan Umum, Jakarta.
Anonim. (2013). Standar Pekerjaan Irigasi KP-06. Badan Penerbiit Pekerjaan Umum, Jakarta.
Didip P.B, Dimas dan Widyastuti W.S, Rini. (2009). Perencanaan Teknis dan Kajian Sistem Pengendalian Proyek dengan Metode Earned Value pada Bendung Susukan Kabupeten Magelang. Tugas Akhir Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil Univeritas Diponegoro, Semarang.
Leo, H., Jaelani. H dan Bobby, V. (2016). Evaluasi Sistem Pengelolaan Daerah Irigasi Di Provinsi Sulawesi Utara, Manado.
Memed, Moch dan Mawardi, Erman. (2002). Desain Hidraulik Bendung Tetap Untuk Irigasi Teknis. Alfabeta, Bandung.
Nur Priatwanto, Hery. (2010). Perencanaan Bendung Tetap Tipe Vlughter – Sitompul. Tugas Akhir Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Rizal, Nanang Saiful. (2014). Aplikasi Perencanaan Irigasi dan Bendungan Air. LPPM. Universitas Muhammadiyah Jember, Jember.
Sosrodarsono, Suyono dan Takeda, Kensaku. (2003). Hidrologi untuk Pengairan. Pradna Paramita, Jakarta.
Standar Nasional Indonesia/SNI 03-2401. (1991). Pedoman Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik Untuk Bangunan Di Sungai.
Tanjung, Darlina., Simbolon, Ronal HT dan Hanif, Irsyad. (2025). Analisa Stabilitas Struktur Bendung Terhadap Faktor Keamanan Peletakan Desain Bendung. Inovasi Pendidikan Nusantara, Medan.
Triatmojo, Bambang. (2008). Hidrologi Terapan. BetaOffset, Yogyakarta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Edo Muhammad Ghifari, Rumilla Harahap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






















Download