(2) Gede Iwan Setiabudi
(3) Gressty Sari
*corresponding author
AbstractIkan kerapu merupakan komoditas budidaya laut yang menonjol dengan nilai ekonomi tinggi, khususnya di Bali sebagai pusat produksi ekspor utama. Namun, keberlanjutan budidaya kerapu sering terancam oleh penyakit menular, terutama megalocytivirus, yang dapat menyebabkan kematian massal pada populasi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status infeksi dan distribusi geografis megalocytivirus pada ikan kerapu budidaya di Bali. Sampel ikan dikumpulkan dari tambak budidaya di Kabupaten Buleleng dan dianalisis melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Bali. Selain itu, parameter kualitas air termasuk suhu, pH, oksigen terlarut (DO), salinitas, nitrit, nitrat, amonia, dan fosfat diukur untuk mendukung analisis. Hasil menunjukkan bahwa semua sampel yang diuji negatif terhadap infeksi megalocytivirus, dengan kondisi air tetap sesuai untuk budidaya kerapu. Temuan ini menunjukkan status ikan kerapu yang relatif sehat di Bali. Meskipun demikian, pemantauan rutin dan langkah-langkah biosekuriti yang ketat sangat penting untuk mencegah potensi wabah di masa mendatang. KeywordsMegalocytivirus, kerapu budidaya, BBKHIT Bali, PCR
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7413 |
Article metrics10.57235/qistina.v4i2.7413 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Amelia, J. M., & Maharani, M. D. K. (2024). Water Quality Assessment on The Coast of Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Bali. Jurnal Ilmu Perikanan Dan Sumberdaya Perairan, 13(1), 1596–1604.
Apriliani, T., Zamroni, A., & Rosyidah, L. (2021). Keberlanjutan Ekonomi Rumah Tangga Pembudi Daya Ikan Kerapu di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 7(1), 1. https://doi.org/10.15578/marina.v7i1.8244
Dedi, D. (2018). Pengaruh Pemberian Hormon Tiroksin Pada Pakan Pellet Megami Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus-Lanceolatus). Intek Akuakultur, 2(2), 33–48. https://doi.org/10.31629/INTEK.V2I2.536
Lafferty, K. D., Harvell, C. D., & Conrad, J. M. (2015). Penyakit menular memengaruhi ekonomi perikanan laut dan akuakultur. Tinjauan Tahunan Ilmu Kelautan, 7(1), 471–496. https://doi.org/10.1146/annurev-marine-010814-015646
Lusiastuti, A. M., Purwaningsih, U., & Sumiati, T. (2010). Isolasi bakteriofaga anti Streptococcus agalactiae dari ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Riset Akuakultur, 5(2), 237–243.
Mahardika, K., Yamamoto, A., & Miyazaki, T. (2004). Susceptibility of juvenile humpback grouper Cromileptes altivelis to grouper sleepy disease iridovirus (GSDIV). Diseases of Aquatic Organisms, 59, 1–9.
Nathanailides, C., Kolygas, M., Tsoumani, M., Gouva, E., Mavraganis, T., & Karayanni, H. (2023). Addressing Phosphorus Waste in Open Flow Freshwater Fish Farms: Challenges and Solutions. Fishes, 8(9), 1–17. https://doi.org/10.3390/fishes8090442
Rifai, A. B., Putu Ika Mayasari, N. L., Yulianah, L., & Pasaribu, F. H. (2020). Infeksi Megalocytivirus pada Budidaya Ikan Air Laut dan Ikan Air Tawar di Beberapa Provinsi di Indonesia. Jurnal Veteriner, 21(3).
Wahyudi, D. W., Suhermanto, A., Triana K, A., & Herdianto, T. (2022). Deteksi Parasit Dan Virus pada Pembesaran Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus vs Epinephelus lanceolatus). Jurnal Airaha, 11(02), 418–428. https://doi.org/10.15578/ja.v11i02.413
Yahya, A. M., Makkarumpa, A. N. A. F., Ngopo, F. A. K., Maulyda, I., Thamrin, M. F., Zahrani, P. D., Putri, V. M., Apada, A. M. S., & Rell, F. (2023). Infeksi Virus yang Mengancam Budidaya Ikan di Indonesia. Buletin Veteriner Udayana, 847. https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i05.p20
Yeni Andriyani, L. P., Prasetia, I. N. D., & Amelia, J. M. (2023). Pengaruh Manajemen Kualitas Air Kolam Treatment Pada Komoditas Budidaya Karang Hias. Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan, 22(1), 15. https://doi.org/10.31941/penaakuatika.v22i1.2359
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Krisna Meilani Mararta Hutapea, Gede Iwan Setiabudi, Gressty Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






















Download