(2) Sarah Angelina Setiahata Lumban Tobing
*corresponding author
AbstractPerkembangan transaksi bisnis internasional yang semakin maju meningkatkan awareness pada kepedulian lingkungan dengan adanya klausul Environmental, Social, and Governance (ESG) pada klausul perjanjian yang tidak hanya menjadi tren semata namun menjadi parameter hukum dan ekonomi yang menentukan reputasi, nilai investasi, dan legitimasi korporasi di mata publik internasional. Penerapan klausul ESG menghadapi tantangan yuridis terkait prinsip dasar hukum kontrak internasional seperti pacta sunt servanda dan good faith, terutama dalam perbandingan sistem hukum common law dan civil law. Ketidakpastian dan perbedaan interpretasi prinsip-prinsip tersebut berimplikasi pada kepastian hukum dan enforceability klausul ESG, yang sangat dipengaruhi oleh choice of law dan choice of forum. Oleh karenanya, dinamika hukum kontrak internasional menjadi krusial untuk mendukung implementasi ESG dalam mewujudkan ekonomi global yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian hukum normatif-komparatif. Prinsip good faith dalam sistem civil law diatur secara eksplisit dan mempengaruhi pembentukan, interpretasi, serta pelaksanaan kontrak, termasuk klausul ESG. Good faith memungkinkan pengadilan menilai kewajiban moral dan sosial para pihak, sehingga klausul ESG dapat ditegakkan secara normatif jika dirumuskan dengan konkret dan terukur. Sedangkan dalam sistem common law, good faith tidak dianggap asas universal dan hanya diterapkan dalam kontrak relasional dengan implied duty. Oleh karena itu, enforceability klausul ESG dalam common law lebih bergantung pada ketepatan drafting kontrak daripada prinsip moral. Perbedaan pendekatan ini menimbulkan tantangan hukum dalam penerapan klausul ESG lintas yurisdiksi, khususnya terkait kepastian hukum dan enforceability-nya. KeywordsKlausul, ESG, Enforceability, Common Law, Civil Law
|
DOIhttps://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7460 |
Article metrics10.57235/qistina.v4i2.7460 Abstract views : 0 | PDF views : 0 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Australian Securities and Investments Commission v. LGSS Pty Ltd (No 3) [2025] FCA 205.
Australian Securities and Investments Commission v. Vanguard Investments Australia Ltd (No 2) [2024] FCA 1086.
Bates v. Post Office Ltd [2021] EWHC 1182 (QB).
BGH I ZR 98/23 (27 June 2024). German Federal Court of Justice on Climate-Neutral Advertising Claims.
David, R., & Brierley, J. E. C. (1985). Major Legal Systems in the World Today (3rd ed.). Stevens & Sons, London.
Fontaine, M. (2006). Drafting International Contracts: Between Common Law and Civil Law. International Business Law Journal, (6).
Gayo, A. A. (2011). Laporan Akhir Penelitian Hukum Tentang Kedudukan Fatwa MUI Dalam Upaya Mendorong Pelaksanaan Ekonomi Syariah. Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI, Jakarta.
Gijoh, L. G. G. (2021). Implementasi Hukum dalam Kontrak Bisnis Internasional. Lex et Societatis, 9(1).
Global Arbitration Review. (2025). Arbitrating Contractual Disputes over Corporate Sustainability. The European Arbitration Review 2025.
International Bar Association (IBA). (2023). Report on the Use of ESG Contractual Obligations and Related Disputes.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. (2025). Pemerintah Tegaskan Komitmen ESG untuk Perkuat Ekonomi Berkelanjutan. Siaran Pers, 10 September 2025.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) Pasal 1338 – Asas Pacta Sunt Servanda.
Morningstar. (2024). Global Sustainable Fund Flows Report Q2 2024.
Nainggolan, D. P. A. (2024). Efektivitas Implementasi Asas Pacta Sunt Servanda terhadap Sebuah Perjanjian Ditinjau dari Putusan MA No. 15/Pdt.G.S./2023/PN Ktg. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 5(8), 81–90.
OECD. (2011). OECD Guidelines for Multinational Enterprises. OECD Publishing.
Pannebakker, E. (2024). Sustainable Development Clauses in International Contracts Through the Lens of the UNIDROIT Principles. Uniform Law Review, 29(2), 352–361.
Reinhard, Z., & Whittaker, S. (Eds.). (2000). Good Faith in European Contract Law. Cambridge University Press, Cambridge.
RWE AG v. Lliuya (Higher Regional Court of Hamm). (2025).
Schill, S. W. (2022). Transnational Law and the Enforcement of ESG Standards in International Economic Law. Journal of International Economic Law, 25(1), 1–25.
Suryadi, R. (2019). Energi dan Lingkungan: Menuju Keseimbangan Berkelanjutan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Tribunal administratif / Conseil d’État – Notre Affaire à Tous / L’Affaire du Siècle (France). (2021).
UNEP FI & Freshfields Bruckhaus Deringer LLP. (2022). A Legal Framework for the Integration of ESG Issues into Institutional Investment.
Vienna Convention on the Law of Treaties. (1969). Article 26 – Pacta Sunt Servanda. United Nations Treaty Series, Vol. 1155.
World Economic Forum. (2023). Global Risks Report 2023: Adapting ESG for Future Resilience.
Yam Seng Pte Ltd v. International Trade Corp Ltd [2013] EWHC 111 (QB).
Zweigert, K., & Kötz, H. (1998). An Introduction to Comparative Law (3rd ed.). Clarendon Press, Oxford.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Christine S.T. Kansil, Sarah Angelina Setiahata Lumban Tobing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






















Download